Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Maret 2026
Trending
  • Jenis-jenis Infaq Beserta Arti dan Contoh
  • Koalisi Masyarakat Sipil: TNI Belum Perlu Siaga I, Kondisi Aman
  • Kesadaran hak cipta tumbuh, DJKI ajak kreator lindungi karya sejak awal
  • Panic buying tak hanya di Aceh: Warga Australia, Inggris, dan Korea rebut BBM
  • Wawancara Eksklusif – Refpin: Lebih Baik Dipenjara Daripada Mengakui Menyentuh Anak Anggota DPRD Bengkulu
  • Apa Itu Parliamentary Threshold? Penjelasan Singkat dan Aturannya
  • Prediksi Pertandingan Athletic Bilbao vs Barcelona, El Barca Unggul Statistik
  • Cek Jadwal Bus AKAP Bali-Jawa Sabtu (7/3), Tiket Mudik Sudah Dijual!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Jangan Panik Saat Terima Pesan Pengiriman, Ini 7 Tips Hindari Penipuan Online
Ekonomi

Jangan Panik Saat Terima Pesan Pengiriman, Ini 7 Tips Hindari Penipuan Online

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesia kini semakin terbiasa dengan aktivitas belanja online dan pengiriman barang yang semakin meningkat. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul risiko lain yang tidak kalah serius, yaitu penipuan digital. Modus penipuan ini semakin beragam dan menargetkan siapa saja, mulai dari pembeli ritel hingga pelaku usaha.

Survei yang dilakukan oleh Diginex bersama Inventure dan ivosights pada 2025 menunjukkan bahwa sekitar 26,5 persen masyarakat Indonesia pernah menjadi korban penipuan online. Hal ini diperkuat oleh laporan Online Scams in Indonesia dari Kaspersky Lab, yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat kerawanan penipuan digital tertinggi di kawasan ASEAN.

Dari situasi ini, kewaspadaan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan utama. Untuk membantu masyarakat mengenali pola penipuan logistik yang semakin canggih, J&T Cargo memberikan beberapa tips penting. Tips-tips ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghindari kerugian baik secara finansial maupun data pribadi.

Berikut adalah rangkuman tips menghindari penipuan berkedok pengiriman barang:

  1. Waspadai Pesan Pengiriman yang Datang Bertubi-tubi

    Pelanggan kini terbiasa menerima notifikasi pengiriman, seperti status paket, asuransi tambahan, atau informasi refund. Celah inilah yang sering dimanfaatkan oleh penipu untuk mengirim pesan palsu, tautan berbahaya, atau resi editan yang tampak meyakinkan. Jika pesan datang dari nomor tak dikenal dengan nada mendesak, sebaiknya jangan langsung ditanggapi.

  2. Kenali Modus Refund QRIS Palsu

    Salah satu modus penipuan yang sering dilaporkan ke Hotline Customer Service Center J&T Cargo adalah penipuan refund melalui QRIS. Pelaku biasanya mengaku ada kendala pengiriman dan menawarkan pengembalian dana. Namun, QRIS yang dikirim justru mengarahkan korban untuk mentransfer uang.

“Pelaku sering mengirimkan pesan mendesak yang membuat pelanggan panik sehingga tidak sempat melakukan pengecekan. Untuk itu, perlu dipahami bahwa J&T Cargo tidak pernah memproses refund melalui QRIS, rekening pribadi, maupun tautan yang dikirim lewat pesan instan,” ujar Eko Erwanto, SPV Hotline Customer Service Center J&T Cargo di Jakarta, Selasa (20/1).

  1. Jangan Mudah Percaya Resi Fisik atau Dokumen Digital

    Selain QRIS palsu, ada juga modus penggunaan resi fisik hasil editan, surat permintaan uang jaminan dengan kop perusahaan palsu, hingga situs pelacakan ilegal yang tampilannya menyerupai website resmi. Ciri umumnya sama: korban diarahkan untuk membayar atau menyerahkan data pribadi lewat jalur yang tidak resmi.

  2. Selalu Cek Website Resmi

    Langkah paling dasar namun sering diabaikan adalah memastikan alamat situs yang diakses benar. J&T Cargo menegaskan bahwa pelanggan hanya perlu mengakses jtcargo.id. Domain yang mirip atau berbeda satu huruf patut dicurigai.

  3. Verifikasi Nomor Resi Lewat Sistem Resmi

    Resi palsu biasanya tidak akan terdaftar di sistem perusahaan. Jadi, sebelum percaya pada bukti kirim yang dikirim lewat chat atau email, luangkan waktu untuk mengeceknya langsung di sistem pelacakan resmi.

  4. Abaikan Permintaan Data atau Pembayaran Mendesak

    Permintaan refund, pembayaran tambahan, atau data sensitif yang dikirim lewat pesan instan, apalagi dari nomor pribadi, sebaiknya langsung diabaikan. Perusahaan logistik tidak akan meminta hal tersebut melalui jalur tidak resmi.

  5. Hubungi Customer Care Jika Ragu

    Jika masih ada keraguan, langkah paling aman adalah melakukan verifikasi langsung ke Customer Care sebelum mengambil tindakan apa pun.

“Jika menerima pesan atau tautan yang mencurigakan, jangan panik dan terburu-buru merespons. Luangkan waktu untuk melakukan pengecekan dan verifikasi. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah kerugian yang jauh lebih besar,” tambah Eko.

Di tengah derasnya arus digital, kehati-hatian menjadi benteng utama. Dengan prinsip sederhana cek dulu sebelum bertindak, risiko terjebak penipuan logistik bisa ditekan sejak awal.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jenis-jenis Infaq Beserta Arti dan Contoh

20 Maret 2026

Panic buying tak hanya di Aceh: Warga Australia, Inggris, dan Korea rebut BBM

20 Maret 2026

Daftar Lokasi ATM Mandiri Uang Kertas Rp10.000 dan Rp20.000 2026

20 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jenis-jenis Infaq Beserta Arti dan Contoh

20 Maret 2026

Koalisi Masyarakat Sipil: TNI Belum Perlu Siaga I, Kondisi Aman

20 Maret 2026

Kesadaran hak cipta tumbuh, DJKI ajak kreator lindungi karya sejak awal

20 Maret 2026

Panic buying tak hanya di Aceh: Warga Australia, Inggris, dan Korea rebut BBM

20 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?