Pemulihan Akses Jalan di Kecamatan Gemawang Dipercepat
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menegaskan pentingnya mempercepat proses pemulihan akses jalan penghubung antar-desa di Kecamatan Gemawang. Jalan tersebut terputus sepenuhnya setelah diterjang bencana tanah longsor pada Jumat (2/1/2026) malam.
Instruksi ini dikeluarkan untuk memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama akibat terputusnya jalur transportasi utama. Dampak dari longsoran cukup serius karena menghancurkan jalur darurat yang selama ini menghubungkan Desa Ngadisepi, Desa Kemiriombo, dan Desa Gemawang. Akibatnya, mobilitas warga menjadi terbatas dan perjalanan menuju fasilitas umum harus melalui jalur memutar dengan jarak yang lebih jauh.
Kondisi ini semakin dirasakan berat oleh pelajar yang setiap hari harus menempuh perjalanan menuju sekolah. Sebagai respons atas kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Temanggung menurunkan dua unit alat berat ke lokasi. Peralatan berupa backhoe dan alat pemadat material milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Temanggung difokuskan untuk mempercepat pengerjaan trase jalan di Dusun Seseh, Desa Ngadisepi, tepatnya pada ruas Jalan Dalangan–Gemawangan agar dapat segera difungsikan kembali.
Peninjauan Lokasi Longsor
Saat melakukan peninjauan di lokasi longsor pada Selasa (6/1/2026), Bupati Agus Setyawan menegaskan bahwa terputusnya jalur utama telah mengganggu kegiatan belajar mengajar dan aktivitas ekonomi harian warga. Oleh karena itu, ia memastikan pembenahan trase jalan yang melintasi kawasan Jembatan Seseh diprioritaskan agar segera bisa dilewati kendaraan.
Beberapa langkah telah diambil untuk mempercepat pemulihan akses jalan:
- Pemerintah daerah telah menyelesaikan pembebasan lahan serta membangun Jembatan Seseh pada ruas Dalangan–Gemawang dengan nilai anggaran sekitar Rp700 juta.
- Trase jalan baru di wilayah Seseh direncanakan sebagai solusi jangka panjang. Jalur ini akan menggantikan jalur darurat lama yang berulang kali mengalami longsor sejak beberapa tahun terakhir.
Tantangan Anggaran dan Dukungan Pemerintah Pusat
Meski demikian, keterbatasan anggaran daerah membuat kelanjutan pembangunan masih menunggu dukungan dari pemerintah pusat. Hendy Wahyu Nurhidayat, Kepala DPUPR Temanggung, menjelaskan bahwa DPUPR bersama BPBD Temanggung telah mengajukan permohonan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Proses tersebut kini menunggu tindak lanjut berupa kajian teknis dari Badan Geologi Kementerian ESDM serta hasil uji Detail Engineering Design dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Dengan adanya langkah-langkah tersebut, diharapkan pemulihan akses jalan dapat segera dilakukan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal.



