Desain dan Layar
Itel P65 hadir dengan desain modern yang ramping, berukuran 165,9 x 77,3 x 7,9 mm dan bobot 192 gram. Meski berbahan plastik, sentuhan akhir pada bodinya cukup elegan. Salah satu detail unik adalah adanya LED notifikasi di bagian belakang, yang memberi nuansa futuristik sekaligus menegaskan identitas gaming.
Layar berukuran 6,7 inci menggunakan panel IPS LCD dengan resolusi HD+. Sekilas, resolusi ini memang terasa biasa saja. Namun, itel memberikan kejutan dengan menyematkan refresh rate 120 Hz. Fitur ini jarang sekali ditemukan di kelas harga Rp1 jutaan. Dengan refresh rate tinggi, pergerakan layar terasa lebih mulus, baik saat scrolling media sosial maupun bermain gim.
Performa dan Gaming
Dapur pacu itel P65 ditenagai chipset UNISOC Tiger T615, yang cukup mumpuni untuk menjalankan gim populer seperti Mobile Legends atau Free Fire. Chipset ini dipadukan dengan memori internal berbasis UFS, sehingga proses baca-tulis data lebih cepat dibandingkan eMMC yang lazim digunakan di ponsel murah.
Itel secara terang-terangan memposisikan seri P sebagai ponsel gaming terjangkau. Tagline “Go Cyber, Go Power” menjadi penegasan bahwa target utama perangkat ini adalah anak muda yang gemar bermain gim namun memiliki keterbatasan anggaran.
Dalam penggunaan sehari-hari, performa itel P65 terasa stabil. Multitasking berjalan lancar, meski tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan ponsel kelas menengah yang lebih mahal. Untuk gim berat seperti Genshin Impact, pengguna harus menurunkan pengaturan grafis agar tetap nyaman dimainkan.
Kamera
Salah satu kejutan lain dari itel P65 adalah kamera utama beresolusi 50 MP. Kamera ini dilengkapi teknologi AI yang membantu mengoptimalkan hasil foto, terutama dalam kondisi pencahayaan cukup.
Kamera depan beresolusi 8 MP, cukup untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video. Hasil foto kamera depan memang tidak spektakuler, tetapi masih layak untuk unggahan media sosial.
Secara keseluruhan, kamera itel P65 memberikan nilai tambah yang signifikan. Di kelas harga Rp1 jutaan, kamera 50 MP bukanlah hal yang umum.
Baterai dan Daya Tahan
Itel P65 dibekali baterai berkapasitas 5000 mAh, yang sudah menjadi standar di kelas entry-level. Namun, itel menambahkan inovasi berupa charging case khusus yang mampu menambah kapasitas hingga 2400 mAh. Dengan kombinasi ini, pengguna bisa mendapatkan total daya lebih dari 7000 mAh.
Selain itu, terdapat fitur bypass charging, yang memungkinkan ponsel tetap digunakan untuk bermain gim tanpa membuat baterai cepat panas. Fitur ini biasanya hanya ditemukan pada ponsel gaming kelas menengah ke atas.
Tak ketinggalan, itel P65 juga sudah mendukung NFC, sebuah fitur yang semakin relevan di era transaksi digital.
Harga dan Ketersediaan
Diluncurkan pada Agustus 2024, itel P65 dibanderol sekitar Rp1,5 jutaan. Dengan harga tersebut, ponsel ini bersaing langsung dengan Infinix Hot series, Tecno Spark, dan Xiaomi Redmi.
Keberadaan layar 120 Hz, kamera 50 MP, serta baterai besar membuat itel P65 tampil menonjol di antara kompetitor. Namun, tantangan tetap ada, terutama dari merek yang sudah lebih dulu populer di Indonesia.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan utama itel P65 terletak pada kombinasi layar 120 Hz, kamera 50 MP, baterai besar, serta fitur gaming seperti bypass charging. Semua itu jarang ditemukan di kelas harga Rp1 jutaan.
Namun, ada beberapa kekurangan yang perlu dicatat. Resolusi layar masih HD+, sehingga detail gambar tidak setajam ponsel dengan layar Full HD. Selain itu, ponsel ini belum mendukung jaringan 5G. Kamera depan juga terasa biasa saja, dan desain plastik membuatnya kurang premium.
Pengalaman Pengguna
Dalam penggunaan sehari-hari, itel P65 terasa cukup responsif. Navigasi menu berjalan mulus berkat refresh rate tinggi. Untuk kebutuhan media sosial, kamera 50 MP memberikan hasil foto yang memadai.
Baterai besar membuat ponsel ini mampu bertahan seharian penuh, bahkan lebih, tergantung intensitas penggunaan. Dengan charging case tambahan, pengguna bisa lebih tenang saat bepergian jauh tanpa akses listrik.
Perbandingan dengan Kompetitor
Jika dibandingkan dengan Infinix Hot 40i, itel P65 unggul pada refresh rate layar yang lebih tinggi. Sementara Xiaomi Redmi 13C menawarkan ekosistem MIUI yang lebih matang, tetapi tidak memiliki fitur gaming seperti bypass charging.
Dengan demikian, itel P65 menempati posisi unik: ponsel murah dengan fitur gaming yang biasanya hanya ada di kelas menengah.
Prospek di Pasar Indonesia
Kehadiran itel P65 menunjukkan strategi agresif itel dalam menembus pasar Indonesia. Dengan harga terjangkau dan fitur gaming, ponsel ini berpotensi menarik perhatian anak muda di daerah urban maupun rural.
Namun, tantangan terbesar adalah membangun kepercayaan merek. Itel masih relatif baru dibandingkan Xiaomi atau Infinix, sehingga perlu strategi pemasaran yang kuat untuk meyakinkan konsumen.
Itel P65 bukan sekadar ponsel murah. Ia hadir dengan ambisi besar: menghadirkan pengalaman gaming di kelas entry-level. Dengan layar 120 Hz, kamera 50 MP, baterai besar, dan fitur NFC, ponsel ini layak dipertimbangkan bagi mereka yang mencari perangkat terjangkau namun tetap bertenaga.
Di tengah persaingan ketat, itel P65 menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu harus mahal. Dengan strategi tepat, ponsel ini bisa menjadi pilihan populer di kalangan pengguna muda Indonesia.



