Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 31 Maret 2026
Trending
  • 100 Kata Motivasi Singkat untuk Semangat Belajar
  • Arus balik Lebaran padat, 89 ribu kendaraan tiba di Jawa
  • Rekomendasi HP 2 Jutaan untuk THR Lebaran 2026: Samsung, Infinix, Oppo, Xiaomi, Vivo
  • Penderitaan Dwintha, Cucu Mpok Nori, Terungkap Keguguran Selama Menikah
  • Anggota Komisi I DPR: Pengunduran Diri Kabais Tidak Boleh Hentikan Penegakan Hukum
  • Transfer Liga Inggris: Sindiran Liverpool Rekrut Olise Gantikan Mo Salah
  • Bingung Pilih Resistance Band? Ini Panduan Lengkapnya
  • Jadwal Kapal Bukit Siguntang 2026: Rute Makassar-Parepare-Kupang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Irigasi Purworejo: Wisata Alam dan Budaya
Pariwisata

Irigasi Purworejo: Wisata Alam dan Budaya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Wisata yang Menawarkan Pengalaman Berbeda

Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas penghubung Purworejo–Magelang, tersimpan sebuah wisata yang menawarkan pengalaman berbeda. Daerah Irigasi (DI) Kedung Putri kini sudah tertata rapi menawarkan pengalaman berjalan di atas Sungai Bogowonto. Kawasan yang dikenal masyarakat sebagai DI Kedung Putri ini kini menjadi ruang publik sekaligus destinasi wisata alternatif yang memadukan keindahan lanskap, sejarah irigasi, dan suasana pedesaan yang menenangkan.

Berlokasi di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, kawasan ini berdampingan langsung dengan Bendungan Kedung Putri, sistem pengairan legendaris peninggalan era kolonial Belanda. Aksesnya mudah karena berada tak jauh dari jalan provinsi, membuat banyak pengendara memilih berhenti sejenak untuk sekadar menikmati pemandangan atau mengabadikan momen. Dari pertigaan Trirejo, wisatawan bisa ambil arah timur kurang lebih 300 meter.

Ikon Jembatan Besi di Atas Sungai Bogowonto

Ikon kawasan ini adalah jembatan besi berwarna biru dan kuning yang membentang di atas Sungai Bogowonto. Struktur jembatan yang kokoh berpadu dengan desain lengkung pada pagar pedestrian, menciptakan sudut pandang simetris yang kerap menjadi latar foto favorit. Dari atas jembatan, pengunjung dapat menyaksikan aliran air yang mengalir tenang, sementara di sisi lain tampak jalur pedestrian berpaving rapi mengikuti kontur saluran.

Pengunjung bisa merasakan sensasi melintasi Sungai Bogowonto yang panjangnya sekitar 20-an meter. “Hanya bisa dilewati pejalan kaki jadi motor tidak bisa lewat, jadi pengunjung bisa lebih tenang dan aman,” kata Eva Nurul salah satu pengunjung DI Kedung Putri.

Suasana yang Sejuk dan Asri

Suasana Kawasan Kedung Putri terasa sejuk dan asri. Hamparan rumput hijau, pepohonan di sepanjang saluran, serta gemericik air menjadi kombinasi alami yang menenangkan. Pada waktu tertentu, terutama setelah hujan reda, langit dramatis dengan awan tebal justru menambah daya tarik visual kawasan ini.

Jika cuaca cerah dan jarak pandang bersih, latar perbukitan bahkan siluet gunung dapat terlihat jelas dari area pedestrian, menjadikannya lokasi yang ideal untuk fotografi lanskap maupun potret santai. “Kalau pas cuaca cerah ada background gunung, kebetulan saat saya ke lokasi gunungnya tidak terlihat dan tertutup awan,” kata Aprilia, pengunjung lainnya.

Nilai Sejarah yang Penting

Tak hanya menawarkan keindahan, kawasan ini juga menyimpan nilai sejarah penting bagi Purworejo. Daerah Irigasi Kedung Putri dibangun sekitar tahun 1925 dan hingga kini masih berfungsi sebagai tulang punggung pengairan pertanian. Sistem ini mengairi lahan seluas 4.341 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Ngombol, Banyuurip, Bayan, Purwodadi, Purworejo, Loano, dan Gebang.

Jaringan irigasi Kedung Putri tergolong luas dan kompleks. Panjang saluran primer mencapai 9,36 kilometer, saluran sekunder 65,74 kilometer, dan tersier 102,47 kilometer. Untuk memastikan distribusi air berjalan optimal, sistem ini dilengkapi dengan 123 bangunan pengatur mekanikal, yang terdiri dari bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, serta bangunan sadap.

Pada masa lalu, saluran induk Kedung Putri bahkan memiliki peran tambahan sebagai penggerak pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Desa Baledono. Meski kini PLTA tersebut sudah tidak beroperasi, jejak sejarahnya masih menjadi bagian dari cerita panjang pengelolaan sumber daya air di wilayah ini.

Fungsi sebagai Ruang Publik

Kini, kawasan DI Kedung Putri tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur teknis, tetapi juga sebagai ruang publik yang ramah warga. Banyak pengunjung datang untuk berjalan santai, menikmati sore hari, atau sekadar duduk di tepi pagar sambil memandangi aliran air. Keberadaannya perlahan tumbuh sebagai titik temu antara fungsi irigasi, edukasi sejarah, dan rekreasi ringan.

Ke depan, keandalan sistem DI Kedung Putri direncanakan akan semakin diperkuat melalui suplai tambahan air dari Bendungan Bener yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Kehadiran bendungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan air irigasi sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian di Purworejo.

Kawasan Kedung Putri menjadi bukti bahwa infrastruktur lama dapat diberi makna baru. Di tempat ini, air tidak hanya mengalir untuk sawah, tetapi juga membawa cerita, keindahan, dan ruang jeda bagi siapa pun yang singgah. Sebuah oase kecil di pinggir jalan provinsi, yang menyatukan sejarah, alam, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Purworejo.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Arus balik Lebaran padat, 89 ribu kendaraan tiba di Jawa

31 Maret 2026

Wisata Jolotundo Nganjuk: Informasi Lengkap

31 Maret 2026

Diskon Tol 30 Persen Dibuka, Puncak Arus Balik Mengancam, Hindari Kemacetan Parah

30 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

100 Kata Motivasi Singkat untuk Semangat Belajar

31 Maret 2026

Arus balik Lebaran padat, 89 ribu kendaraan tiba di Jawa

31 Maret 2026

Rekomendasi HP 2 Jutaan untuk THR Lebaran 2026: Samsung, Infinix, Oppo, Xiaomi, Vivo

31 Maret 2026

Penderitaan Dwintha, Cucu Mpok Nori, Terungkap Keguguran Selama Menikah

31 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?