Pertemuan Strategis Indonesia dan WIPO di Jenewa
Pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan World Intellectual Property Organization (WIPO) berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026 di Jenewa, Swiss. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Hermansyah Siregar, yang didampingi oleh Deputy Director General (DDG) WIPO Hasan Kleib. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan WIPO.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah agenda strategis kerja sama di bidang kekayaan intelektual (KI), mulai dari penguatan kapasitas nasional hingga peran Indonesia dalam tata kelola KI global. Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadikan KI sebagai instrumen perlindungan hukum sekaligus pengungkit pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa poin utama yang dibahas antara lain:
- Komitmen terhadap sistem KI yang inklusif: Indonesia menekankan bahwa sistem KI harus berfungsi sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan pembangunan yang merata, khususnya bagi negara berkembang.
- Ucapan selamat atas pemilihan kembali Daren Tang: Delegasi Indonesia menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Daren Tang sebagai Direktur Jenderal WIPO untuk periode kedua 2026–2032, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus mempererat kerja sama yang telah terjalin.
- Peran Indonesia dalam tata kelola KI global: Indonesia berkomitmen untuk menjadikan tahun 2026 sebagai Tahun Paten Indonesia untuk mendorong budaya inovasi dan komersialisasi hasil riset. Kolaborasi dengan WIPO diharapkan mempercepat terwujudnya ekosistem KI yang produktif dan berorientasi pada manfaat ekonomi.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah permohonan dukungan WIPO terhadap rencana penunjukan Indonesian Cultural Collection (InaCC) di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai International Depository Authority (IDA) dalam kerangka Traktat Budapest. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat ekosistem bioteknologi nasional serta meningkatkan posisi Indonesia dalam riset berbasis sumber daya hayati.
Selain itu, Indonesia juga melaporkan kesiapan menuju International Searching Authority (ISA) dan meminta pendampingan teknis berkelanjutan dari WIPO. Dukungan tersebut diharapkan mencakup keberlanjutan program fellowship pada Patent Cooperation Treaty (PCT) dan Madrid Protocol guna meningkatkan kapasitas pemeriksa paten dan merek di DJKI.
Direktur Jenderal WIPO Daren Tang menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam memperkuat sistem KI nasional dan regional. Ia menilai Indonesia sebagai mitra strategis dalam mendorong inovasi dan ekonomi berbasis pengetahuan di kawasan Asia Tenggara.
- Kolaborasi dengan BRIN: Daren Tang menyoroti kerja sama WIPO dengan BRIN dalam peningkatan kesadaran dan komersialisasi paten, termasuk pengembangan TISC Quality Matrix agar Sentra KI mampu menghasilkan nilai ekonomi dari riset dan berfungsi sebagai Technology Transfer Office (TTO).
- Forum AWGIPC ASEAN: WIPO menilai forum AWGIPC ASEAN sebagai wadah penting bagi pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, pembiayaan KI, dan komersialisasi, sekaligus mendorong pembangunan ASEAN IP Database untuk memperkuat kolaborasi regional.
- Dukungan untuk desain industri: WIPO menyatakan kesiapan mendukung langkah Indonesia di bidang desain industri, termasuk keikutsertaan dalam Hague Treaty, seiring kesiapan Indonesia menembus pasar global melalui reputasi batik dan desain fesyen.
Pertemuan bilateral ini menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis WIPO dalam diplomasi kekayaan intelektual global sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan KI sebagai pilar pembangunan berkelanjutan. Hasil pertemuan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi ekosistem inovasi dan ekonomi kreatif nasional.
Merupakan respons atas penguatan kemitraan strategis dengan WIPO di kancah global, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, menyambutnya dengan optimisme tinggi. Ia menilai diplomasi kekayaan intelektual ini adalah angin segar bagi ekosistem kreatif di Tanah Pasundan yang dikenal sangat dinamis.
- Dukungan untuk inovasi dan desain: Mengingat Jawa Barat merupakan lumbung inovasi teknologi dan kiblat fashion nasional, dukungan WIPO terhadap desain industri dan paten sangat relevan.
- Komitmen bersama: Asep Sutandar menegaskan komitmen untuk memastikan karya anak bangsa dari Jawa Barat tidak hanya terlindungi di dalam negeri, tetapi juga siap menembus dan bersaing di pasar global melalui sistem internasional yang telah dibangun.



