Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Prediksi Pertandingan Arsenal vs Manchester United di Liga Inggris
  • Mental Juara dan Comeback Mengagumkan: Lima Gol di Emirates, United Kalahkan Arsenal
  • Pemkab Basel Pastikan Pasokan Gas Melon Lancar, Ribuan Tabung Didistribusikan Harian
  • Ter Stegen bantu Girona raih poin pertama di laga debut vs Getafe
  • Datangkan Kurzawa, Persib Puncaki Daftar Pemain Termahal Super League
  • Pekan Ini: MU Kalahkan Arsenal, Chelsea Menang
  • Terbongkar! Tugas Rahasia Pedro Matos yang Bantu Persebaya Kalahkan PSIM Yogyakarta 3-0
  • Pembaruan kasus kematian Lula Lahfa: Polisi periksa Reza Arap pada Senin 26 Januari 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Ilmuan Sebut Gigi Manusia Berevolusi dari Baju Zirah Ikan Purba
Nasional

Ilmuan Sebut Gigi Manusia Berevolusi dari Baju Zirah Ikan Purba

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Ilmuan Sebut Gigi Manusia Berevolusi dari 'Baju Zirah' Ikan Purba
Pemindaian CT dari struktur seperti gigi dari ikan tanpa rahang kuno Astraspis menunjukkan tubulus yang diisi dengan dentin berwarna hijau. Area merah mewakili sistem pembuluh darah yang menampung pada saraf. (Doc Yara Haridy)

PARA ilmuwan mengatakan bahwa gigi manusia berevolusi dari “Baju Zirah” ikan yang punah dan pernah hidup selama 465 juta tahun lalu.

Sebuah studi baru mengatakan hal ini menunjukan bagaimana jaringan sensorik yang ditemukan pada eksoskeleton ikan purba berkaitan dengan “perangkat genetik” yang menghasilkan gigi manusia. 

“Ini mengindikasikan bahwa ‘gigi’ bisa berfungsi sebagai alat sensorik meskipun tidak berada di dalam mulut,” ujar Yara Haridy, seorang paleontolog dan ilmuwan biologi evolusi di Universitas Chicago. 

Baca juga : Asal Usul Gigi Sensitivitas Manusia Berasal dari Jaringan Sensorik Ikan Purba

Awalnya, para ilmuwan berusaha untuk menemukan vertebrata tertua dalam catatan fosil, dengan meneliti spesimen dari periode Kambrium dan Ordovisium yang berkisar antara 541 juta sampai 443 juta tahun yang lalu. 

Ciri khas dari spesies vertebrata adalah keberadaan saluran internal untuk dentin, yaitu jaringan kalsifikasi yang terletak tepat di bawah enamel pada gigi manusia, namun dapat ditemukan pada tonjolan luar dari pelindung ikan kuno.

Saat melakukan CT scan dengan berkualitas tinggi untuk menyelidiki spesies “ikan pertama” yang disebut Anatolepis heintzi, para ilmuwan menemukan apa yang tampak sebagai lubang-lubang yang terisi dentin.

Untuk membuktikan temuan ini, mereka membandingkan A. heintzi dengan sejumlah fosil kuno serta organisme laut masa kini.

Namun, saat mereka mengamati dengan lebih cermat, mereka memahami bahwa pori-pori yang diharapkan terlapisi dentin justru berfungsi lebih sebagai organ indera pada cangkang kepiting. Dengan demikian, A. heintz merupakan arthropoda tanpa tulang belakang yang kuno bukan ikan bertulang.

Kategori A. heintz mengarah pada wawasan baru yang penting yaitu vetebrata purba seperti ikan dan arthropoda kuno membuat jaringan mineral yang sama untuk membantu mereka merasakan lingkungan mereka. Akhirnya, jaringan mineral itu berevolusi menjadi dentin dan menjadi gigi sensitif manusia. 

Dilihat dari sudut pandang evolusi, kepekaan yang tinggi pada gigi di mulut tidak menjadi sebuah teka-teki, melainkan merupakan cerminan dari latar belakang evolusi mereka dalam sistem sensorik vertebrata purba. 

Hal ini juga didukung oleh studi baru bahwa gagasan struktur sensorik berevolusi pada eksoskeleton setidaknya berusia 460 juta tahun lalu. 

Sumber: Livescience

Baju Berevolusi dari Gigi ikan Ilmuan Manusia purba Sebut Zirah
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pemkab Basel Pastikan Pasokan Gas Melon Lancar, Ribuan Tabung Didistribusikan Harian

29 Januari 2026

Pembaruan kasus kematian Lula Lahfa: Polisi periksa Reza Arap pada Senin 26 Januari 2026

29 Januari 2026

Keberuntungan menghampiri! 6 shio ini bersinar di tahun 2026

29 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi Pertandingan Arsenal vs Manchester United di Liga Inggris

29 Januari 2026

Mental Juara dan Comeback Mengagumkan: Lima Gol di Emirates, United Kalahkan Arsenal

29 Januari 2026

Pemkab Basel Pastikan Pasokan Gas Melon Lancar, Ribuan Tabung Didistribusikan Harian

29 Januari 2026

Ter Stegen bantu Girona raih poin pertama di laga debut vs Getafe

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?