Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 29 Maret 2026
Trending
  • Anti Licin! Keramik Garasi Mobil Kasar yang Nyaman Digunakan
  • 10 Gaya Selfie Kekinian Selebgram, Coba Sekarang!
  • Pembalap mengakui bantuan Marc Marquez meski terlihat keras saat balapan
  • Apakah penggunaan audio berlebihan membuat aki mobil cepat rusak?
  • Empat Karakter Berbalas Dendam dalam Siren’s Kiss, Penuh Kekjutan
  • Anies Baswedan Berkunjung ke Cikeas Tanpa Undangan, Jubir: Silaturahmi Lebaran
  • Sinyal Transfer Persija Jakarta: Dua Nama Tak Terduga dan Satu Kejutan Masuk, Jakmania Cek
  • Harry Potter Rilis Perdana Natal 2026 di HBO Max
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»IHSG Melonjak ke 9.075 di Tengah Pelemahan Pasar Asia
Nasional

IHSG Melonjak ke 9.075 di Tengah Pelemahan Pasar Asia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis (15/1/2026) sore berhasil ditutup menguat, meskipun sebagian besar bursa saham di kawasan Asia mengalami pelemahan. IHSG naik sebesar 42,83 poin atau 0,47 persen menjadi 9.075,41. Sementara itu, indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 7,34 poin atau 0,83 persen menjadi 889,43.

Menurut laporan dari Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia, indeks saham di Asia menunjukkan pergerakan yang beragam dengan kecenderungan melemah. Hal ini disebabkan oleh reaksi pasar global terhadap penurunan harga saham di sektor teknologi dan penurunan tajam harga minyak.

Di dalam negeri, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 meningkat sebesar 0,2 persen secara year on year (yoy), lebih lambat dibandingkan laju kenaikan sebesar 0,5 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Penurunan laju pertumbuhan ULN ini dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ULN di sektor publik.

Pada pekan depan, pelaku pasar akan memantau Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan diadakan pada 20-21 Januari 2026. Prediksi yang muncul adalah bahwa BI Rate akan tetap berada di level 4,75 persen karena kondisi kurs Rupiah yang masih melemah.

Selain itu, rilis data pertumbuhan kredit periode Desember 2025 juga akan menjadi perhatian. Data ini diperkirakan akan melambat menjadi 7,6 persen year on year (yoy) dari sebelumnya 7,74 persen (yoy).

Di kawasan Asia, data Producer Price Index (PPI) Jepang mencatatkan inflasi di level produsen sebesar 2,4 persen (yoy) pada Desember 2025, yang merupakan angka tertinggi sejak Mei 2024. Angka ini lebih rendah dibandingkan laju kenaikan sebesar 2,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, Bank of Korea (BOK) mempertahankan suku bunga acuan di level 2,5 persen sesuai ekspektasi pasar. Ini merupakan pemangkasan suku bunga yang telah dilakukan selama lima bulan berturut-turut.

Perdagangan saham di sesi pertama dibuka dengan kondisi menguat dan terus berada di zona positif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona hijau hingga akhir perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor mengalami penguatan. Sektor barang keuangan menjadi yang teratas dengan kenaikan sebesar 1,20 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan konsumen non primer masing-masing naik 1,16 persen dan 0,96 persen.

Sebaliknya, tujuh sektor mengalami pelemahan. Sektor industri menjadi yang terdalam dengan penurunan sebesar 2,17 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan transportasi & logistik masing-masing turun 0,79 persen dan 0,51 persen.

Beberapa saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain ZATA, ESTI, INOV, BELL, dan CHEM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yaitu NICL, SGER, ACST, BNBR, dan JGLE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.373.659 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 50,63 miliar lembar senilai Rp28,25 triliun. Dari total saham tersebut, sebanyak 339 saham mengalami kenaikan, 331 saham mengalami penurunan, dan 113 saham tidak bergerak.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei mengalami penurunan sebesar 202,30 poin atau 0,37 persen menjadi 54.138,89. Indeks Hang Seng turun 76,19 poin atau 0,28 persen menjadi 26.923,81. Sementara itu, indeks Shanghai melemah 13,48 poin atau 0,33 persen menjadi 4.112,60. Di sisi lain, indeks Strait Times menguat 20,83 poin atau 0,47 persen menjadi 4.833,33.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Empat Karakter Berbalas Dendam dalam Siren’s Kiss, Penuh Kekjutan

29 Maret 2026

Anies Baswedan Berkunjung ke Cikeas Tanpa Undangan, Jubir: Silaturahmi Lebaran

29 Maret 2026

Lalu Lintas Arus Balik Lancar, 651.195 Penumpang dan 169 Ribu Kendaraan Menuju Jawa

29 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Anti Licin! Keramik Garasi Mobil Kasar yang Nyaman Digunakan

29 Maret 2026

10 Gaya Selfie Kekinian Selebgram, Coba Sekarang!

29 Maret 2026

Pembalap mengakui bantuan Marc Marquez meski terlihat keras saat balapan

29 Maret 2026

Apakah penggunaan audio berlebihan membuat aki mobil cepat rusak?

29 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?