Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 23 Februari 2026
Trending
  • Doa Harian 1 Ramadan 1447 H/2026: Permohonan Puasa dan Sholat Diterima Allah SWT
  • Tiga zodiak yang akan dianugerahi kebahagiaan setelah 19 Februari 2026
  • Pemanggilan VAR Picu Tensi Panas, Safrudin Dikartu Merah dalam Pertandingan Semen Padang vs Malut United
  • Jadwal Imsak dan Sholat Subuh Ramadan 1447 H di Tasikmalaya
  • Jadwal Siaran Malam Ini: Juventus, Persebaya, Persib, Arsenal, MU di SCTV, ANTV, Indosiar, Moji TV, Vidio
  • 10 Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2026 di Trans Jawa, Perjalanan Lebih Lancar
  • Kurma Basah atau Kering: Mana yang Lebih Baik Saat Sahur dan Berbuka?
  • Ramadhan 2026: Negara dengan Puasa Terpanjang dan Tercepat, Indonesia di Posisi 11
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Ical Tanjung Mengupas Makna di Balik Sinematografi Film Legenda Kelam Malin Kundang
Ragam

Ical Tanjung Mengupas Makna di Balik Sinematografi Film Legenda Kelam Malin Kundang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Januari 2026Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penjelasan di Balik Sinematografi Film Legenda Kelam Malin Kundang (2025)

Pagi itu, pada Selasa (9/12/2025), saya duduk di sebuah ruangan di kantor IDN Surabaya dengan perasaan tidak sabar menantikan perbincangan seru di balik sinematografi film Legenda Kelam Malin Kundang (2025). Melalui layar zoom berasio 16:9, tampak Ical Tanjung, ICS, Director of Photography Legenda Kelam Malin Kundang (2025) yang siap menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari saya.

Lewat perbincangan selama 40 menit, saya menemukan fakta-fakta menarik di balik pemilihan sinematografi dari film arahan Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo tersebut. Mulai dari alasan pergerakan kamera yang selalu mengikuti karakter, posisi Alif (Rio Dewanto) sering kali di tengah, hingga minimnya cut to cut saat para aktor berdialog.

Tidak hanya itu, Ical Tanjung juga spill teknis di balik adegan pertama Rio Dewanto di film ini, lho. Simak selengkapnya #COD (Cerita Orang Dalam) bersama Ical Tanjung, ICS, Director of Photography film Legenda Kelam Malin Kundang (2025) berikut ini.

1. Pemilihan Gerak Kamera Mengikuti Karakter, Agar Mereka Bisa Bebas Berekspresi

Setelah Ical Tanjung beberapa kali bekerja sama dengan Joko Anwar, mereka menemukan pemahaman yang sama, bahwa menentukan komposisi dan cara memproduksi di lapangan adalah faktor utama. Bagi mereka, film adalah perjalanan karakter.

“Berusaha si karakter, pemain, aktor atau artis yang memainkan perannya itu, kita bikin mereka sebebas-bebasnya untuk melakukan perannya di lokasi, dengan me-minimize. Kita gak bisa bilang tanpa, tapi kita me-minimize ketergangguan teknis,” ungkap Ical Tanjung yang sesekali membenarkan kacamata berframe hitamnya.

Dengan meminimalisir gangguan, para pemain diharapkan bisa lebih fokus mengembangkan karakter mereka. Hal ini tercermin di beberapa adegan film Pengepungan di Bukit Duri (2025) dan Legenda Kelam Malin Kundang (2025).

“Artinya, oh lampu. Terlalu kelihatan lampu yang ini, terus terlalu banyak distraction yang ada di depan mata mereka. Jadi memang benar kita fokus. Oke, kita ikut sama karakter itu gitu. Itu yang sering saya lakukan,” lanjut peraih penghargaan Pengarah Sinematografi Terbaik di Festival Film Indonesia 2025.

2. Sudut Pengambilan Gambar untuk Karakter Alfi Selalu Di-Center, Agar Ia Memiliki Ruang yang Luas

Kamu sadar gak sih, saat nonton Legenda Kelam Malin Kundang, karakter Alif sering banget diposisikan di tengah frame, baik saat sedang sendirian atau bersama orang lain. Sementara karakter lain, seperti Nadine (Faradina Mufti) hingga Emir (Jordan Omar) cenderung berada di kanan atau kiri frame, baik saat sedang sendirian atau bersama Alif.

“Kenapa di tengah? Karena ya satu center point. Kita gimana pun mengajak penonton, yuk ini kita lihat karakter kita, kita masuk ke dalam karakternya, kita ikuti kisah hidupnya,” tutur Ical Tanjung yang hari itu memakai kemeja dan kaos berwarna hitam.

Pemilihan posisi center di frame juga untuk memberikan ruang bagi karakter. Maka dari itu, Ical Tanjung lebih sering menggunakan kamera yang sedikit agak lebar alias wide angle dan mendekat ke pemain.

“Walaupun dia ada di center, kita selalu kasih ruang, karena buat saya ruang juga penting. Ruang-ruang yang terlihat. Jadi, bagaimana jarak kamera dengan pemain itu tetap, eh jarak emosi sih, kalau menurut saya. Jadi, kita gak bisa yang terlalu jauh, kita juga dekat sama mereka, kita ikut mereka,” tambahnya.

3. Adegan yang Tidak Cut to Cut, Tidak Akan Memotong Emosi Karakter

Menurut pengalaman pribadi Ical Tanjung, teknik cut to cut berpotensi memutuskan emosi yang sudah disalurkan oleh pemain. Maka dari itu, beberapa adegan di Legenda Kelam Malin Kundang (2025), misalnya saat Alif dan Nadine sedang berdialog, jarang menggunakan cut to cut, melainkan kamera berpindah secara cepat dari satu karakter ke karakter lain.

“Bagaimana kita membuat dan merekam itu tanpa terputus emosinya. Itu yang kita tetap pelajari. Biarin. Jadi kadang gerakan kameranya dari karakter satu ke karakter B itu diusahakan, bagaimana itu emosinya tetap nyambung gitu,” ucap Ical Tanjung sesekali menggerakkan tangannya sesuai intonasi.

Selain itu, lebih banyak menampilkan cut to cut justru lebih sulit untuk tim kamera, karena harus menyiapkan ruang yang lebih luas. Di sisi lain, karena emosi yang ditampilkan tidak terputus, maka pesan dan perasaan karakter akan lebih mudah tersampaikan ke penonton.

“Saya dan tim yang lain membuat suasana ruangnya, membuat ruang hidupnya, membuat karakter, membuat pencahayaannya. Tapi setelah itu, biar mereka dengan leluasa memainkan karakternya, tanpa terputus emosi yang harus mereka bawain,” ujar Ical Tanjung yang beberapa kali tertawa saat menjelaskan jawabannya.

4. Teknis di Balik Adegan Rio Dewanto Nyetir Mobil di Awal Film

Di adegan pertama Legenda Kelam Malin Kundang (2025), karakter Alif diceritakan sedang menyetir di tengah hujan lebat. Uniknya, kita sebagai penonton seakan menjadi mata Alif. Kamu penasaran gak sih sama teknis dari adegan tersebut?

“Kita pakai screen proyektor. Kita memposisikan kamera di laptonya Alif. Terus emang itu solusi, karena ruangan sempit. Jadi tetap Alif pegang setir, kamera di badannya diusahakan se-compact mungkin, sekecil mungkin, agar Rio tidak terganggu,” jelas Sinematografer dari film Siksa Kubur (2024) ini.

Ternyata sebelum syuting, tim VFX sudah menyiapkan tayangan sebuah mobil mendekat ke arah Alif di tengah hujan, yang disempurnakan lagi pada tahap editing. Sementara untuk efek hujan, dilakukan secara praktikal alias manual di studio, lho. Lalu, kok bisa saat tubuh Alif bergetar atau setir berkelok-kelok penonton seakan mengalami hal itu beneran?

“Kita putusin teknis kapan kita dekat Alif, kapan kita jauh dari Alif, kapan kita diam gitu, kan? (Bersama) director-nya, Rafki dan Hardjo, Kevin Rahardjo, itu sebenarnya kita sudah bikin sedemikian simulasi sebelum kita syuting,” cerita Ical Tanjung yang semakin bersemangat.

Pergerakan kamera juga mengikuti seberapa besar emosi yang Rio Dewanto sampaikan sebagai Alif. Saat emosi Alif sudah mulai muncul, kamera dibuat sedikit bergetar. Sedangkan ketika Alif bernafas, kamera diusahakan diam. Uniknya, khusus adegan ini, Alif dibuat seperti terkekang, sehingga tidak banyak ruangan di frame-nya.

“Kita kasih ruang terkungkung. Dunia kiri (dan) kanannya mengekang,” lanjutnya yang menjelaskan teknis mengapa adegan itu bisa terasa sangat mencekam bagi penonton.

5. Konsep Warna Legenda Kelam Malin Kundang Cenderung Gloomy dan Cool

Lighting untuk film Pengepungan di Bukit Duri (2025) cenderung warm dengan palet warna merah untuk menegaskan kemarahan. Sementara Legenda Kelam Malin Kundang (2025) justru tampak gloomy dan cool dengan warna dominan abu-abu hingga biru.

“Karakter Ali butuh itu, dia bertanya tentang hal yang hitam atau putih. Terus bertanya karena dia juga gak tahu siapa dia. Jadi sebenarnya dia hitam atau putih. Terus kita coba kasih dingin juga, (karena) ada misteri,” jawab Ical Tanjung sembari tertawa.

Meski adegan yang disajikan konteksnya adalah kehangatan keluarga, tapi suasana di sekitar Alif tetap dingin. Pasalnya, karakter Alif sendiri memang masih abu-abu dan seakan sulit menerima kehangatan tersebut.

“Keluarga mencoba memberi kehangatan dengan kita kasih lampu-lampu warm di dalam rumah, supaya ada kehangatan, tapi atmosfernya tetap dingin. Bahkan ketika bergeser ke Alif sendiri, kadang cenderung lebih dingin,” ujar Ical Tanjung yang membuat saya berulang kali mengangguk tanda setuju.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

CITO Laboratorium Medis dan Klinik Luncurkan Aplikasi Modern Laboratory di Surabaya

23 Februari 2026

Doa Harian 1 Ramadan 1447 H/2026: Permohonan Puasa dan Sholat Diterima Allah SWT

23 Februari 2026

Kurma Basah atau Kering: Mana yang Lebih Baik Saat Sahur dan Berbuka?

23 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Doa Harian 1 Ramadan 1447 H/2026: Permohonan Puasa dan Sholat Diterima Allah SWT

23 Februari 2026

Tiga zodiak yang akan dianugerahi kebahagiaan setelah 19 Februari 2026

23 Februari 2026

Pemanggilan VAR Picu Tensi Panas, Safrudin Dikartu Merah dalam Pertandingan Semen Padang vs Malut United

23 Februari 2026

Jadwal Imsak dan Sholat Subuh Ramadan 1447 H di Tasikmalaya

23 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?