Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 5 April 2026
Trending
  • Miley Cyrus Dapat Penghargaan di iHeartRadio Music Awards
  • Catat! Aturan Pembayaran UTBK-SNBT 2026 dan Batas Waktu
  • Jadwal Kapal Pelni KM Dorolonda Maret-April 2026: Hari Ini Surabaya ke Balikpapan, Cek Sorong
  • Bulgaria Diserbu Suporter Timnas Indonesia Usai Kalahkan Jay Idzes, Dianggap Menohok Ini
  • Jadwal Live Jam Pertandingan Irak vs Bolivia dan Kongo vs Jamaika Playoff Piala Dunia 2026
  • Ahli Hukum Binus: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Pengadilan Umum
  • Hasil MotoGP Amerika Serikat 2026: Kemenangan Jorge Martin di COTA
  • Film April 2026 yang Harus Ditonton, Termasuk The Super Mario Galaxy Movie
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Huawei Kembangkan Baterai Solid-State Ultra Canggih: Jarak Tempuh 3.000 Km, Isi Ulang 5 Menit!
Otomotif

Huawei Kembangkan Baterai Solid-State Ultra Canggih: Jarak Tempuh 3.000 Km, Isi Ulang 5 Menit!

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Huawei Kembangkan Baterai Solid-State Ultra Canggih: Jarak Tempuh 3.000 Km, Isi Ulang 5 Menit!
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Huawei semakin serius merambah dunia otomotif dengan teknologi mutakhir. Perusahaan teknologi asal Tiongkok tersebut baru saja mematenkan baterai solid-state berbasis sulfida yang diklaim memiliki daya jelajah hingga 3.000 km dan mampu diisi ulang hanya dalam 5 menit—sebuah terobosan yang bisa merevolusi industri kendaraan listrik global.

Paten yang diajukan mencatat bahwa baterai ini memiliki kepadatan energi antara 400 hingga 500 Wh/kg, dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Artinya, baterai ini menjanjikan performa dan efisiensi jauh lebih tinggi bagi kendaraan listrik di masa depan.

Huawei juga menawarkan pendekatan inovatif terhadap stabilitas elektrokimia, salah satu tantangan utama pada baterai solid-state. Mereka menambahkan elemen nitrogen pada elektrolit sulfida untuk meminimalisasi reaksi samping di antarmuka lithium, yang selama ini menghambat adopsi massal teknologi ini. Pendekatan ini diklaim meningkatkan keamanan dan umur pakai baterai.

Baterai solid state Foto: Carnewschina

Meski tidak memproduksi baterai secara langsung, Huawei aktif dalam riset material hulu, termasuk paten baru untuk sintesis elektrolit sulfida, bahan konduktif yang harganya bahkan melebihi emas. Langkah ini menunjukkan strategi jangka panjang Huawei untuk memperkuat posisi dalam ekosistem kendaraan listrik.

Tak hanya Huawei, geliat pengembangan baterai solid-state di Tiongkok memang tengah gencar. Upaya ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pemasok besar seperti CATL dan BYD. Pasalnya, biaya baterai menyumbang lebih dari 50% dari harga mobil listrik, sehingga efisiensi dan kontrol produksi menjadi kunci keberhasilan di masa depan.

Meski spesifikasi seperti jarak 3.000 km dan charging 5 menit masih bersifat teoritis, inovasi ini memperlihatkan arah perkembangan industri ke depan. Infrastruktur pendukung dan biaya produksi masih menjadi tantangan besar, namun langkah Huawei bisa mempercepat komersialisasi teknologi baterai solid-state yang lebih terjangkau.

Sebagai perbandingan, Toyota pada 2023 menghadirkan prototipe solid-state dengan klaim jarak 1.200 km dan pengisian 10 menit. Namun, kecepatan dan volume paten yang diajukan perusahaan Tiongkok membuat banyak pihak menilai bahwa mereka sedang memimpin perlombaan teknologi ini.

Data menunjukkan, perusahaan asal Tiongkok menyumbang sekitar 36,7% dari total paten baterai solid-state global, dengan lebih dari 7.600 paten diajukan setiap tahunnya. Sementara CATL menargetkan produksi hybrid solid-state pada 2027, dan WeLion sudah mulai memproduksi sel all-solid state 50 Ah bersertifikat nasional.

Dengan segala potensi ini, inovasi Huawei bisa menjadi katalis penting dalam mengubah wajah kendaraan listrik global dalam dekade mendatang. (HFD/TOM)

Sumber: Carnewschina

Baca juga:

Toyota Gandeng Huawei, Xiaomi, dan Momenta: Dorong Inovasi Mobil Listrik dan AI di Cina

Xpeng G7 Resmi Meluncur: SUV Listrik Canggih Kolaborasi Huawei dan Cip AI Turing

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Hasil MotoGP Amerika Serikat 2026: Kemenangan Jorge Martin di COTA

5 April 2026

Honda Brio 2026 Menggegerkan Pasar! City Car Favorit Kini Dilengkapi Fitur Mewah yang Membuat Kompetitor Khawatir

5 April 2026

Jangan Lupa Periksa Ban Setelah Mudik Lebaran

5 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Miley Cyrus Dapat Penghargaan di iHeartRadio Music Awards

5 April 2026

Catat! Aturan Pembayaran UTBK-SNBT 2026 dan Batas Waktu

5 April 2026

Jadwal Kapal Pelni KM Dorolonda Maret-April 2026: Hari Ini Surabaya ke Balikpapan, Cek Sorong

5 April 2026

Bulgaria Diserbu Suporter Timnas Indonesia Usai Kalahkan Jay Idzes, Dianggap Menohok Ini

5 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?