Pelatih John Herdman Akan Mengarungi Tugas Baru Bersama Timnas Indonesia
Pelatih asal Inggris, John Herdman, akan segera memulai perannya sebagai pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia mulai Januari 2026. Meski belum diumumkan secara resmi oleh PSSI, beberapa anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI telah membenarkan rencana ini. Salah satunya adalah Ahmad Riyadh, yang mengonfirmasi bahwa Herdman akan menangani baik Timnas Indonesia senior maupun U-23.
“Benar (Herdman melatih tim senior dan U-23),” ujar Ahmad Riyadh, dikutip dari sumber berita terkait. Hal ini juga disampaikan oleh anggota Exco lainnya, Arya Sinulingga, yang menjelaskan bahwa kontrak antara PSSI dan Herdman akan berlangsung selama dua tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2030.
Jika kontrak resmi ditandatangani pada 2026 nanti, maka John Herdman akan melatih Timnas Indonesia hingga tahun 2030. Nantinya, ia tidak hanya bertugas untuk memimpin Timnas Indonesia senior, tetapi juga akan menangani Timnas U-23. “Kemarin sudah sepakat kontraknya itu dua tahun plus dua,” kata Arya Sinulingga. Ia juga menambahkan bahwa kemungkinan besar Herdman akan mengambil alih tanggung jawab untuk U-23 agar ada kesinambungan dalam pengelolaan tim.
Alasan John Herdman Memilih Indonesia
Menurut laporan media, John Herdman akan menandatangani kontrak berdurasi 2+2 tahun yang mulai berlaku pada 2026. Kontrak jangka panjang ini menjadi salah satu alasan utama PSSI dinilai serius dalam membangun fondasi kuat bagi Timnas Indonesia, terutama untuk menghadapi agenda besar seperti Piala Asia dan kualifikasi Piala Dunia.
Selain itu, Herdman juga dilaporkan menerima tawaran dari Federasi Sepak Bola Honduras (FFH). Namun, ia memilih Indonesia karena dua faktor utama: kontrak jangka panjang dan gaji bulanan sebesar USD 40.000 atau sekitar Rp670 juta. Gaji tersebut dianggap sangat kompetitif dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelatih berusia 50 tahun ini.
Pandangan Jordi Amat tentang Regenerasi Timnas
Bek Persija Jakarta, Jordi Amat, memberikan pandangannya mengenai langkah Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030. Menurutnya, proses ini masih panjang dan membutuhkan pendekatan bertahap. Ia menyampaikan pernyataan ini saat ditemui awak media usai sesi latihan Persija di Persija Training Ground, Bojongsari, Kota Depok, Kamis (18/12/2025).
“Saya tahu Piala Dunia 2030 itu masih cukup jauh,” ujar Jordi Amat. “Kami ingin melangkah selangkah demi selangkah, tapi yang paling penting adalah kami punya pelatih yang bagus, semua orang percaya padanya dan berada di belakangnya,” tambahnya.
Jordi menilai keberadaan pelatih dengan dukungan penuh menjadi faktor penting dalam membangun arah tim nasional. Dukungan tersebut dinilai membantu pelatih menjalankan tugas dan rencana jangka panjang bersama Timnas Indonesia.
Fokus pada Regenerasi dan Pembinaan Pemain
Menurut Jordi, keberadaan pelatih yang tepat dan dukungan menyeluruh menjadi kunci dalam membangun fondasi kuat untuk periode mendatang. Ia menekankan bahwa pembinaan pemain secara berkelanjutan menjadi hal yang perlu diperhatikan, termasuk menyiapkan generasi berikutnya.
“Dengan begitu, kami bisa mempersiapkan generasi berikutnya dengan baik,” kata Jordi menambahkan. Ia juga menilai bahwa pengalaman pada siklus sebelumnya menjadi pembelajaran bagi semua pihak dalam mempersiapkan langkah ke depan.



