Masuknya Mobil Listrik China ke Pasar Mobil Bekas
Pasar mobil bekas di Indonesia semakin beragam dengan masuknya berbagai produk dari Tiongkok. Salah satu yang menarik perhatian adalah mobil listrik BYD M6. Model ini menjadi salah satu pilihan populer bagi keluarga karena memiliki tiga baris kursi dan jarak tempuh yang cukup jauh, yaitu di atas 400 km dari baterai penuh.
BYD M6 telah hadir di pasar mobil bekas dalam beberapa waktu terakhir. Namun, dari segi harga, mobil ini masih relatif dekat dengan model baru yang dikeluarkan oleh pabrikan. Hal ini membuat banyak orang mempertimbangkan untuk membeli mobil bekas karena harganya yang tidak terlalu jauh dari varian baru.
Agus Focus, Kepala Bursa Otomotif Mangga Dua Square, mengatakan bahwa BYD menjadi salah satu merek mobil Tiongkok yang sedang diminati di pasar mobil bekas. Ia menyebutkan bahwa model seperti Seal, Sealion, dan M6 sangat laku di pasaran.
“Harga mobil bekas BYD dan mobil baru tidak terlalu jauh. Model seperti M6, Seal, dan Sealion selalu laku,” ujar Agus.
Menurut Agus, harga mobil bekas BYD M6 saat ini berada di kisaran Rp 300 juta. Meski mobil ini sudah diluncurkan sejak 2024, harga bekasnya belum mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini bisa disebabkan oleh permintaan yang tinggi dan kurangnya saingan di pasar mobil bekas.
Andi, pemilik showroom Jordy Motor di MGK Kemayoran, juga memberikan informasi serupa. Ia menyebutkan bahwa harga bekas BYD M6 masih berkisar pada angka Rp 300 juta untuk versi tahun 2024.
“Sampai saat ini, penurunan harganya belum begitu signifikan. Mungkin karena belum ada pesaing yang cukup kuat,” ujar Andi.
Untuk gambaran lebih jelas, harga baru dari BYD M6 varian Standard dibanderol sekitar Rp 383 juta, sementara varian Superior captain seat mencapai Rp 433 juta. Dengan demikian, perbedaan harga antara mobil baru dan bekas tidak terlalu besar.
Keunggulan BYD M6
BYD M6 menawarkan beberapa keunggulan yang membuatnya diminati. Pertama, mobil ini merupakan MPV listrik yang memiliki tiga baris kursi, cocok untuk penggunaan harian dan liburan bersama keluarga. Kedua, jarak tempuh yang cukup jauh dari baterai penuh membuat mobil ini menjadi pilihan yang efisien dan ramah lingkungan.
Selain itu, desain interior yang nyaman dan fitur keselamatan yang lengkap juga menjadi nilai tambah bagi mobil ini. Dengan kombinasi performa dan kemudahan penggunaan, BYD M6 mampu bersaing dengan mobil-mobil lain di pasar mobil bekas.
Tren Pasar Mobil Bekas
Tren masuknya mobil listrik Tiongkok ke pasar mobil bekas menunjukkan adanya perubahan dalam preferensi konsumen. Banyak orang mulai mempertimbangkan mobil listrik sebagai alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Selain itu, harga yang relatif kompetitif membuat mobil bekas dari Tiongkok semakin diminati.
Meskipun masih ada tantangan dalam hal penyebaran infrastruktur pengisian daya dan kepercayaan konsumen, mobil listrik seperti BYD M6 tetap menunjukkan potensi besar di pasar mobil bekas. Dengan perkembangan teknologi dan peningkatan kesadaran akan lingkungan, mobil listrik bisa menjadi bagian dari solusi transportasi masa depan.
Kesimpulan
Masuknya mobil listrik Tiongkok ke pasar mobil bekas membuka peluang baru bagi konsumen. BYD M6 menjadi salah satu contoh sukses dengan penawaran yang menarik baik dari segi harga maupun performa. Meski harga bekasnya belum turun secara signifikan, mobil ini tetap menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Dengan tren yang terus berkembang, mobil listrik bisa menjadi bagian penting dari industri otomotif di Indonesia.



