Gempa Bumi di Kabupaten Gayo Lues dengan Kekuatan Magnitudo 3,2
Pada hari Sabtu (31/1/2026) pukul 14.11 WIB, kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh diguncang gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,2. Pusat gempa berada di darat sejauh 15 kilometer (km) utara Gayo Lues. Dalam laporan yang diterima, kedalaman gempa mencapai 10 km dan lokasi titik gempa berada pada koordinat 4,13 Lintang Utara (LU) dan 97,36 Bujur Timur (BT).
Gempa yang terjadi tersebut dirasakan dalam skala MMI III. Skala ini menunjukkan bahwa getaran gempa dapat dirasakan nyata dalam rumah, seperti terdengar getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Apa Itu Skala MMI?
MMI adalah singkatan dari Modified Mercalli Intensity, yaitu satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi berdasarkan dampaknya terhadap lingkungan dan manusia. Skala ini diciptakan oleh seorang vulkanologis Italia bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.
Skala Mercalli dibagi menjadi 12 tingkat, mulai dari I hingga XII, yang didasarkan pada pengamatan orang-orang yang selamat dari gempa serta kerusakan yang terjadi akibat gempa. Meskipun sangat subjektif dan kurang tepat dibandingkan perhitungan magnitudo lainnya, skala ini masih sering digunakan, khususnya ketika tidak tersedia alat seismometer di lokasi kejadian.
Pada tahun 1931, skala Mercalli dimodifikasi oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann, sehingga lebih umum digunakan dalam penilaian dampak gempa bumi.
Penjelasan Tingkat Skala MMI
Berikut penjelasan arti dari setiap tingkat skala MMI:
MMI I
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.MMI II
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.MMI III
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.MMI IV
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.MMI V
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.MMI VI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.MMI VII
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.MMI VIII
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.MMI IX
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.MMI X
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.MMI XI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.MMI XII
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

