Ketidakpastian Geopolitik Mengancam Finalissima 2026
Ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah kini mulai memengaruhi dunia sepak bola internasional. Salah satu pertandingan besar yang akan digelar, Finalissima, kini berada dalam keraguan. Finalissima adalah laga antarbenua yang mempertemukan juara Eropa dan Amerika Selatan. Awalnya, pertandingan ini direncanakan digelar pada 27 Maret 2026 di Stadion Lusail, Qatar. Namun, situasi darurat regional di kawasan tersebut membuat opsi Doha menjadi tidak menarik lagi.
Finalissima diselenggarakan bersama oleh UEFA dan CONMEBOL sebagai simbol kolaborasi dua konfederasi terbesar di dunia. Edisi terakhirnya berlangsung pada 2022, ketika Argentina mengalahkan Italia di Stadion Wembley, London. Kali ini, laga antara Argentina dan Spanyol seharusnya digelar di Stadion Lusail, yang juga menjadi tempat final Piala Dunia 2022.
Namun, keadaan darurat di kawasan Timur Tengah membuat jaminan keamanan sulit dipastikan. Asosiasi Sepak Bola Qatar telah mengumumkan penundaan semua turnamen, kompetisi, dan pertandingan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini secara efektif menggugurkan kontrak penggunaan Stadion Lusail untuk Finalissima.
Dalam dunia olahraga internasional, keamanan pemain, ofisial, dan suporter menjadi syarat mutlak. Tanpa kepastian itu, penyelenggaraan laga sebesar Finalissima dinilai terlalu berisiko. Oleh karena itu, UEFA dan CONMEBOL akan segera menggelar pertemuan penting untuk menentukan tempat dan tanggal pertandingan.
Alternatif Lokasi Pertandingan
Di tengah ketidakpastian tersebut, beberapa kota muncul sebagai kandidat utama. Madrid menjadi kandidat terkuat, dengan Federasi Kerajaan Spanyol dikabarkan siap menyelenggarakan laga dalam waktu singkat. Dua stadion besar yang menjadi opsi utama adalah Santiago Bernabéu dan Stadion Metropolitano. Keduanya dikenal memiliki infrastruktur kelas dunia dan pengalaman menjadi tuan rumah pertandingan final berskala internasional.
Namun ada pertimbangan teknis. Stadion Metropolitano dinilai lebih siap karena sudah tersedia sejak 14 Maret, sementara Santiago Bernabéu baru bisa digunakan setelah Derby Madrid pada 22 Maret. Dalam kalender sepak bola, ketersediaan stadion menjadi faktor krusial karena menyangkut logistik, penjualan tiket, hingga pengaturan keamanan.
Selain Madrid, London juga sempat masuk dalam opsi utama. Stadion Wembley awalnya menjadi kandidat kuat. Namun jadwal tim nasional Inggris yang menjamu Uruguay pada 27 Maret dan Jepang pada 31 Maret membuat Wembley tersingkir. Sebagai alternatif, panitia mempertimbangkan Tottenham Hotspur Stadium sebagai venue pengganti di Inggris.
Sementara itu, Roma juga masuk dalam pembahasan melalui opsi Stadio Olimpico. Namun situasi di Italia juga tidak sepenuhnya ideal. Tim nasional Italia saat itu fokus pada babak repechage—istilah dalam kompetisi yang merujuk pada jalur playoff atau kesempatan kedua bagi tim yang gagal lolos langsung—dan akan menjamu Irlandia Utara di Bergamo. Hal ini menjadi faktor pertimbangan tambahan.
Amerika Serikat Jadi Alternatif
Di sisi lain, CONMEBOL masih berupaya membawa pertandingan ke Amerika Serikat. Negara tersebut dianggap sebagai pasar yang lebih dekat dengan Amerika Selatan sekaligus memiliki infrastruktur olahraga berstandar tinggi. Secara komersial, Amerika Serikat menawarkan potensi pasar besar, terutama dengan basis suporter Argentina dan komunitas Hispanik yang luas. Namun keputusan akhir tetap menunggu hasil pertemuan resmi antara UEFA dan CONMEBOL.
Duel Messi vs Yamal Terancam Tertunda
Finalissima 2026 diproyeksikan menjadi panggung duel generasi. Dari kubu Argentina, sorotan tertuju pada Lionel Messi yang masih menjadi ikon tim asuhan Lionel Scaloni. Sementara dari Timnas Spanyol, nama Lamine Yamal mencuri perhatian sebagai bintang muda yang tengah bersinar di bawah arahan Luis de la Fuente. Pertandingan ini bukan sekadar laga persahabatan biasa. Statusnya sebagai pertemuan juara benua menjadikannya simbol supremasi antarwilayah sepak bola.
Timnas Argentina datang sebagai juara Copa America, sementara Spanyol sebagai kampiun Piala Eropa. Berikut daftar juara Finalissima dari masa ke masa:
- 1985: Prancis
- 1993: Argentina
- 2022: Argentina


