Peringatan Keras dari AFC terhadap FAM
Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Windsor Paul John, terus memberikan peringatan tajam kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Ia menegaskan bahwa organisasi tersebut harus melakukan reformasi mendalam dan mengakhiri budaya pengambilan keputusan yang sewenang-wenang. Hal ini penting karena FIFA berpotensi memberikan sanksi kapan saja jika tidak ada perubahan signifikan.
Menurut laporan Arena Metro, nasib FAM kemungkinan akan ditentukan pada 28 Januari mendatang. Pada tanggal tersebut, Komite Eksekutif FAM akan mengadakan pertemuan khusus yang dianggap sebagai momen penting untuk memutuskan apakah akan ada transisi atau perubahan besar di badan pengatur sepak bola nasional setelah munculnya skandal naturalisasi ilegal.
Beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan ini termasuk kabar tentang pengunduran diri massal anggota Komite Eksekutif FAM. Namun, menurut beberapa sumber, beberapa anggota masih ragu-ragu apakah akan mengundurkan diri atau tidak. Tanggal 28 Januari akan menjadi penentu apakah akan ada transisi atau titik balik besar di FAM, termasuk pengunduran diri massal dari posisi di Komite Eksekutif.
Tanggal tersebut telah ditetapkan karena akan ada pertemuan khusus atau pertemuan yang melibatkan semua pemimpin senior badan pengatur sepak bola nasional. Meskipun banyak spekulasi, FAM tampaknya mengadopsi pendekatan “tunggu dan lihat” sebelum sesuatu terjadi.
Sebelumnya, ada laporan bahwa Komite Eksekutif FAM ingin mengundurkan diri secara massal untuk menghindari sanksi dari FIFA. Jika hal ini terjadi, maka FAM akan kehilangan semua peluang dalam kasus sanksi FIFA di CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga).
Jika FAM dikenai sanksi oleh FIFA, Timnas Malaysia juga akan dilarang berpartisipasi dalam turnamen internasional dan didiskualifikasi dari Piala Asia 2027. Dalam hal ini, AFC juga akan segera membuat keputusan disipliner dan menyatakan Timnas Malaysia kalah dalam pertandingan di mana mereka menggunakan pemain yang tidak memenuhi syarat.
Situasi tersebut akan memberikan kemenangan dengan skor 3-0 kepada Timnas Vietnam dan Nepal di Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027.
Namun, jika pengunduran diri kolektif Komite Eksekutif FAM hanyalah tindakan reaktif tanpa menerapkan reformasi apa pun atau mengadakan pemilihan umum luar biasa untuk mewujudkan perubahan signifikan, maka tidak ada jaminan bahwa hal itu dapat mencegah terjadinya sanksi dari FIFA. Menurut jurnalis Fina Nasrom dari Astro Arena, ini adalah risiko yang sangat nyata.
Fina Nasrom juga menyatakan bahwa AFC telah berulang kali menyuarakan keprihatinan tentang masalah-masalah yang dihadapi FAM. Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, belum menerima keputusan apa pun dari FAM mengenai apakah perlu meminta semua anggota Komite Eksekutif untuk mengundurkan diri.
Namun, Windsor menegaskan bahwa beliau berada dalam mode “tunggu dan lihat” menjelang pertemuan Komite Eksekutif FAM minggu depan (28 Januari). Yang terbaru, Windsor memberikan peringatan keras kepada FAM untuk mengakhiri budaya pengambilan keputusan diskresioner.
Pernyataan berulang Windsor mengenai masalah FAM menunjukkan keseriusan situasi dan memerlukan tindakan serius dari badan pengatur sepak bola Malaysia, bukan respons reaktif seperti yang diperkirakan baru-baru ini. Jika tidak, FIFA bisa menjatuhkan larangan yang akan melumpuhkan semua aktivitas sepak bola di Malaysia.
Arena Metro kabarnya telah menghubungi pelaksana tugas Presiden FAM, Yusoff Mahadi, mengenai perkembangan ini. Namun, ia menolak untuk berkomentar tentang masalah atau rumor apa pun yang terkait dengan pengunduran diri Komite Eksekutif FAM.
Yusoff Mahadi menyatakan bahwa semua pihak diminta untuk menunggu pertemuan berikutnya (28 Januari) untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai posisi sebenarnya dari kepemimpinan FAM.



