Matheus Cunha Terancam Denda atau Larangan Bermain Usai Selebrasi yang Tidak Terkendali
Pemain depan Manchester United, Matheus Cunha, berpotensi mendapat sanksi dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) setelah mengeluarkan emosi di tengah perayaan gol pentingnya dalam pertandingan melawan Arsenal. Gol yang dicetak oleh Cunha menjadi penentu kemenangan 3-2 bagi tim asuhan Michael Carrick. Meski berhasil membawa timnya meraih tiga poin, selebrasi pemain tersebut kini menjadi sorotan karena dianggap tidak pantas.
Matheus Cunha masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti dan langsung menunjukkan dampak besar pada pertandingan. Setelah Mikel Merino menyamakan skor menjadi 2-2, Cunha mencetak gol yang memastikan kemenangan Manchester United. Gol ini tercipta setelah kerja sama apik antara Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo. Namun, setelah mencetak gol, Cunha melakukan selebrasi yang menarik perhatian banyak orang.
Saat berlari menuju sudut lapangan tempat para pendukung Manchester United berada, Cunha terlihat meraih kamera televisi dan meneriakkan sesuatu langsung ke arah lensa. Meskipun tidak jelas apa yang dikatakannya, beberapa pihak menduga bahwa selebrasi itu mengandung kata-kata kasar yang tertangkap dalam siaran langsung. Peter Drury, komentator Sky Sports, bahkan harus meminta maaf kepada penonton karena adanya ucapan yang tidak pantas.
Aturan FA yang Mengatur Selebrasi Pemain
Berdasarkan aturan FA, penggunaan bahasa atau gestur yang menyinggung, menghina, atau kasar dapat berujung pada hukuman larangan bermain. Aturan ini juga memberi wewenang kepada FA untuk menjatuhkan sanksi secara retrospektif jika insiden tersebut terekam dan disiarkan ke publik. Oleh karena itu, tindakan Cunha bisa saja dianggap sebagai pelanggaran yang disengaja dan berpotensi merusak citra olahraga sepak bola.
Jika FA menilai selebrasi Cunha memenuhi kriteria pelanggaran, maka kemungkinan besar sang pemain akan menghadapi sanksi berupa larangan bermain. Hal ini bukanlah hal baru dalam sejarah sepak bola Inggris. Pernah terjadi pada tahun 2011 ketika Wayne Rooney dijatuhi larangan bermain selama dua pertandingan setelah mengumpat ke arah kamera saat laga melawan West Ham United.
Pengalaman Rooney yang Mirip
Insiden Rooney terjadi dalam kemenangan 4-2 Manchester United atas West Ham United. Meskipun dia baru saja mencetak hattrick, dia dikenai sanksi karena menggunakan bahasa yang tidak sopan. Dalam pernyataan resmi, Rooney menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan FA.
”Saya sangat kecewa karena harus absen dalam dua pertandingan, salah satunya adalah semifinal Piala FA di Wembley,” ujarnya. ”Saya bukan pemain pertama yang mengucapkan kata-kata kasar di televisi dan saya juga bukan yang terakhir.”
Meski telah meminta maaf, Rooney tetap dihukum karena dianggap sebagai satu-satunya pemain yang di-banned akibat ucapan kasar. Ia menyatakan bahwa keputusan FA tidak adil, tetapi tetap menerima konsekuensinya.
Kini, Semua Mata Tertuju pada Keputusan FA
Kini, semua mata tertuju pada keputusan FA terkait insiden Matheus Cunha. Meskipun golnya memang membawa kemenangan besar bagi Manchester United, luapan emosinya di depan kamera bisa saja meninggalkan konsekuensi yang tidak ringan. Bagaimanapun, FA akan mengevaluasi apakah tindakan Cunha layak dihukum atau tidak.
Dalam situasi seperti ini, pemain sepak bola harus lebih waspada dengan selebrasi mereka, terlebih jika dilakukan di depan kamera. Karena, setiap tindakan yang dianggap tidak pantas bisa berujung pada sanksi serius.



