Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Mental Juara dan Comeback Mengagumkan: Lima Gol di Emirates, United Kalahkan Arsenal
  • Pemkab Basel Pastikan Pasokan Gas Melon Lancar, Ribuan Tabung Didistribusikan Harian
  • Ter Stegen bantu Girona raih poin pertama di laga debut vs Getafe
  • Datangkan Kurzawa, Persib Puncaki Daftar Pemain Termahal Super League
  • Pekan Ini: MU Kalahkan Arsenal, Chelsea Menang
  • Terbongkar! Tugas Rahasia Pedro Matos yang Bantu Persebaya Kalahkan PSIM Yogyakarta 3-0
  • Pembaruan kasus kematian Lula Lahfa: Polisi periksa Reza Arap pada Senin 26 Januari 2026
  • Klasemen Liga Inggris 2025-26: Man United Masuk Empat Besar Usai Kalahkan Arsenal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Ekonomi dan Sektor Jasa Keuangan Berkinerja Baik di 2024
Ekonomi

Ekonomi dan Sektor Jasa Keuangan Berkinerja Baik di 2024

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 Februari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Ekonomi dan Sektor Jasa Keuangan Berkinerja Baik di 2024
Ilustrasi(BNI)

Pertumbuhan ekonomi dan kondisi sektor jasa keuangan Indonesia pada 2024 terjaga dengan baik serta memiliki kinerja yang positif. Itu merupakan pencapaian di tengah ketidakpastian dunia yang berlangsung, bahkan hingga saat ini. Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar dalam Pertemuan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2025 di Jakarta, Selasa (11/2) 

“Perekonomian dan sektor jasa keuangan Indonesia menunjukkan resiliensi dan tetap tumbuh baik,” kata Mahendra Siregar. 

Pada 2024, perekonomian Indonesia mampu tumbuh 5,03% secara tahunan (year on year/yoy). Itu diikuti dengan kinerja sektor jasa keuangan yang positif, didukung dengan fondasi permodalan solid, likuiditas yang mencukupi, dan profil risiko yang terkelola dengan baik.

Baca juga : OJK Terbitkan Aturan untuk Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal

Dari aspek intermediasi, kata Mahendra, perbankan telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp7.827 triliun, tumbuh double digit sesuai target dan mencapai 10,39% dengan disertai risiko kredit yang terjaga. Sementara itu, piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 6,92% menjadi Rp503,43 triliun. Di sisi lain, intermediasi non-konvensional seperti outstanding pembiayaan pinjaman dalam jaringan atau pinjaman daring, fintech peer-to-peer lending tercatat Rp77,02 triliun, tumbuh 29,14%.

Pembiayaan produk buy now pay later (BNPL) yang dilakukan oleh perbankan dan perusahaan pembiayaan masing-masing tercatat Rp22,12 triliun dan Rp6,82 triliun, atau tumbuh masing-masing Rp43,76 dan Rp37,6%. Sementara industri pergadaian tercatat sebesar Rp88,05 triliun, atau tumbuh Rp26,9%. 

Selain itu, penghimpunan dana di pasar modal berhasil melampaui target di atas Rp200 triliun mencapai Rp259,24 triliun dari Rp199 penawaran umum yang secara nominal didominasi oleh penawaran umum sektor keuangan sebesar 36%.

Baca juga : Pertumbuhan Kredit Melambat, Perbankan Masih Yakin Capai Target?

Di sisi permintaan, jumlah investor pasar modal tumbuh 6 kali lipat dalam 5 tahun terakhir menjadi Rp14,87 juta investor per akhir Desember 2024. “Indikator likuiditas berada di atas threshold dengan solvabilitas industri jasa keuangan terpantau solid,” kata Mahendra. 

“Bahkan untuk sektor perbankan yang mencatat capital adequacy ratio (CAR) Rp26,69% bisa dikatakan tertinggi di antara negara-negara kawasan,” tambahnya.

Kondisi itu menurutnya, merupakan modalitas bagi sektor jasa keuangan untuk tetap berdaya tahan dalam menghadapi kerentanan dan guncangan eksternal. 

“Dukungan sinergi yang baik dengan kementerian dan lembaga pemerintah dan non-pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan LPS sebagai lembaga-lembaga otoritas keuangan dalam KSSK serta industri jasa keuangan secara keseluruhan telah berkontribusi signifikan terhadap pencapaian itu,” pungkas Mahendra. (Z-11)

 

baik Berkinerja dan Ekonomi Jasa Keuangan Sektor
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Meikarta jadi rusun subsidi, dekatkan hunian ke pusat ekonomi

27 Januari 2026

Risiko fiskal mengancam pasar SBN, yield melonjak

27 Januari 2026

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 25 Januari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

27 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mental Juara dan Comeback Mengagumkan: Lima Gol di Emirates, United Kalahkan Arsenal

29 Januari 2026

Pemkab Basel Pastikan Pasokan Gas Melon Lancar, Ribuan Tabung Didistribusikan Harian

29 Januari 2026

Ter Stegen bantu Girona raih poin pertama di laga debut vs Getafe

29 Januari 2026

Datangkan Kurzawa, Persib Puncaki Daftar Pemain Termahal Super League

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?