PSM Makassar Kembali Dikritik Akibat Banyaknya Kartu yang Diterima
PSM Makassar kembali menjadi sorotan setelah mengoleksi 13 kartu kuning dan dua kartu merah dalam tiga pertandingan terakhir Super League 2025/2026. Hal ini menunjukkan bahwa performa tim dalam beberapa laga terakhir tidak stabil, baik secara teknis maupun disiplin.
Pelatih Menilai Agresivitas Berlebihan sebagai Penyebab
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menyatakan bahwa banyaknya kartu yang diterima pemain bukan disebabkan oleh masalah disiplin, melainkan karena tingginya semangat untuk memenangkan pertandingan. Ia mengakui bahwa agresivitas berlebihan bisa menjadi penyebab utama.
“Mungkin kami terlalu agresif di pertandingan. Itu yang terjadi,” ujar Tomas Trucha saat konferensi pers usai laga PSM Makassar vs Bali United di Ruang Media Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Jumat (9/1/2026).
Ia menegaskan bahwa dirinya akan memberikan penekanan kepada pemain, khususnya Yuran Fernandes, agar lebih mampu mengontrol situasi di lapangan. Trucha menilai pemain perlu memahami kapan harus menekan bola, kapan berduel dengan lawan, serta kapan harus menahan diri.
“Pemain harus berpikir dan mengontrol diri. Ini yang akan kami tekankan pada pertandingan berikutnya,” ucapnya.
Dua Kartu Merah dalam Satu Laga
Dalam pertandingan melawan Bali United, PSM Makassar kehilangan dua pemain akibat kartu merah. Syahrul Lasinari dan Ananda Raehan mendapat sanksi tersebut.
Syahrul Lasinari diganjar kartu merah tidak langsung saat PSM Makassar kalah 0-2 dari Bali United pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Bek bernomor punggung 13 itu harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima dua kartu kuning dalam waktu 23 menit pertandingan.
Kartu kuning pertama diterima pada menit ke-14 akibat melanggar Jordy Bruijn. Sementara kartu kuning kedua diberikan wasit pada menit ke-23 setelah Syahrul menarik Mirza Mustafic.
Sementara itu, Ananda Raehan mendapat kartu merah langsung. Gelandang berusia 22 tahun tersebut tertangkap Video Assistant Referee (VAR) melakukan pelanggaran dengan menyikut Made Tito.
Pengamat Sepak Bola Menyoroti Kontrol Emosi
Pengamat sepak bola nasional, Syamsuddin Umar, menilai banyaknya kartu yang diterima pemain PSM Makassar dipicu lemahnya kontrol emosi di tengah tekanan pertandingan. Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan kesiapan fisik pemain dalam mengantisipasi serangan lawan.
“Ketika kemampuan fisik tidak maksimal untuk mengantisipasi tekanan, yang muncul adalah emosi. Itu yang terjadi,” kata Syamsuddin saat dihubungi Indonesiadiscover.com, Minggu (11/1/2026).
Ia menyarankan Tomas Trucha memanfaatkan masa jeda kompetisi sebelum putaran kedua untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental pemain. “Pemain harus lebih sabar dan mampu mengontrol emosi. Waktu jeda ini harus dimaksimalkan untuk evaluasi,” tegas pelatih yang pernah membawa PSM Makassar meraih dua gelar juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut.
Rekomendasi untuk Masa Depan
Dari segi strategi, Trucha perlu memastikan bahwa para pemain dapat menjaga emosi mereka selama pertandingan. Ini penting untuk menghindari sanksi yang bisa mengganggu performa tim. Selain itu, pengembangan fisik dan mental pemain juga menjadi prioritas utama.
Selama masa jeda, pelatih dan staf medis PSM Makassar harus bekerja sama untuk memperbaiki kondisi pemain. Dengan begitu, tim bisa kembali tampil lebih stabil dan efektif di pertandingan-pertandingan berikutnya.



