Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 30 Januari 2026
Trending
  • FA Pantau Insiden Selebrasi Matheus Cunha Usai Kemenangan MU atas Arsenal
  • Rumah Kos Fasilitas Modern dengan Taman dan Lapangan Olahraga Kian Digemari
  • Tanda-tanda karir stagnan dan cara keluar dari situasi itu
  • Pengaruh Tavares: Tetap Rendah Hati Usai Kalahkan PSIM Yogyakarta
  • KIC Jadi Ikon Kuliner dan Olahraga Sehat, Destinasi Akhir Pekan Favorit Kuningan
  • Reuni Gelap Conte: Juventus Hancurkan Napoli 3-0 di Allianz Stadium
  • Kunci Gitar dan Lirik Lagu Batamu Mangko Bapisah – Anyqu feat Aprilian : Cinta Tinggal Kenangan
  • Gresik United Tetap di Liga 3 Nusantara, Kalahkan Perseden 1-0
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Defisit APBN 2025 Berpeluang Lampaui 3 Persen
Ekonomi

Defisit APBN 2025 Berpeluang Lampaui 3 Persen

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Maret 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Defisit APBN 2025 Berpeluang Lampaui 3 Persen
Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda.(Dok. Antara)

DEFISIT Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diproyeksikan bakal melampaui 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun ini. Defisit APBN 2025 itu akan terjadi jika pemerintah berkukuh untuk melaksanakan sejumlah program unggulan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“CELIOS sudah menyampaikan ketika program makan bergizi gratis direncanakan. Kita sampaikan saat itu, bahwa jika pemerintah memaksa untuk melakukan implementasi program MBG secara penuh (100%), rasio defisit anggaran terhadap PDB bisa lebih dari 3%,” ujar Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, Jumat  (14/3).

Sejatinya peluang defisit anggaran menyentuh 3% sudah terbuka ketika pemerintah mendorong sisi belanja secara kuat di saat pendapatan negara tengah terseok-seok. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir kinerja pendapatan negara sudah memiliki kecenderungan penurunan.

Baca juga : Cuma Raup Rp76,4 triliun, PNBP Februari 2025 Turun 4,5%

Situasi itu dinilai bertolak belakang dengan ambisi Presiden Prabowo yang menginginkan eksekusi program unggulannya secepat mungkin. “Belum lagi masih ada pembangunan era Jokowi yang ingin dilanjutkan di era Prabowo. Fiskal kita tidak sebagus yang dibayangkan Prabowo,” terang Huda.

Dia juga menyayangkan adanya langkah realokasi anggaran belanja negara ke pos yang sampai saat ini belum dijelaskan oleh pemerintah. Padahal dana tersebut dapat digunakan untuk memberikan stimulus kepada perekonomian.

“Terlebih di saat daya beli masyarakat melemah. Anggaran dari pemerintah bisa mendongkrak konsumsi rumah tangga untuk menjadi stimulus seperti bantuan sosial ataupun bantuan lainnya,” jelas Huda.

Baca juga : APBN Defisit Rp31,2 Triliun di Februari 2025

“Jika kekuatan APBN berkurang, ya stimulus ekonomi juga akan terhambat. Dampaknya dapat menyasar kepada konsumsi rumah tangga,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Analis Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) Reyhan Noor menyatakan, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah bakal mengurangi kontribusi APBN terhadap perekonomian nasional. Kendati ada efisiensi, defisit anggaran justru berpotensi melebar.

Hal itu, imbuh Reyhan, menimbulkan pertanyaan mengenai stabilitas dan pengelolaan kebijakan fiskal ke depan.0″Salah satu yang menjadi kekhawatiran adalah jatuh tempo utang yang tinggi bukan hanya tahun ini, melainkan lima tahun ke depan. Di sisi lain, pemerintah daerah juga semakin terbatas untuk memberikan dampak ekonomi secara langsung,” kata Reyhan.

Baca juga : 400 UMKM di Jabodetabek Akan Mendapat Edukasi tentang Keamanan Pangan

Berkaitan dengan hal itu, lanjutnya, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan agar ekonomi tidak semakin buruk. Pertama, independensi bank sentral perlu dijaga agar tidak mengurangi kepercayaan investor.

BI, kata Reyhan, tetap perlu sesuai dengan mandatnya saat ini agar sesuai dengan kemampuan serta objektifnya. Kedua, norma defisit APBN sebesar 3% dan utang sebesar 60% terhadap PDB tidak boleh diubah tanpa ada penjelasan dan komunikasi kebijakan yang baik.

“Kedua poin tersebut perlu benar-benar menjadi perhatian agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” pungkasnya. (H-3)

APBN Berpeluang Defisit Lampaui persen
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Meikarta jadi rusun subsidi, dekatkan hunian ke pusat ekonomi

27 Januari 2026

Risiko fiskal mengancam pasar SBN, yield melonjak

27 Januari 2026

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 25 Januari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

27 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

FA Pantau Insiden Selebrasi Matheus Cunha Usai Kemenangan MU atas Arsenal

30 Januari 2026

Rumah Kos Fasilitas Modern dengan Taman dan Lapangan Olahraga Kian Digemari

29 Januari 2026

Tanda-tanda karir stagnan dan cara keluar dari situasi itu

29 Januari 2026

Pengaruh Tavares: Tetap Rendah Hati Usai Kalahkan PSIM Yogyakarta

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?