Penyelamatan Bandung Zoo oleh Gubernur Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah mengambil langkah-langkah konkret untuk menyelamatkan Kebun Binatang Bandung atau yang lebih dikenal dengan Bandung Zoo. Langkah ini diambil setelah dua ekor anak harimau benggala ditemukan mati di kawasan tersebut. Dedi mengekspresikan rasa prihatin atas kejadian tersebut dan berharap tidak ada lagi satwa yang menjadi korban.
“Kami tidak ingin ada korban berikutnya,” ujar Dedi dalam pernyataannya.
Pemprov Jabar siap memberikan dukungan penuh kepada pengelola Bandung Zoo dalam hal pakan dan operasional hewan serta kesejahteraan para petugas. Dedi menjelaskan bahwa bantuan akan diberikan jika memang dibutuhkan, terutama dalam memastikan kelangsungan hidup satwa dan kenyamanan kerja para petugas.
“Jika seluruh hewan memerlukan bantuan logistik untuk kebutuhan pangan mereka dan pegawainya yang penting bisa bekerja, kita bersedia,” katanya.
Selain itu, Pemprov Jabar juga siap membantu kebutuhan rutin bulanan bagi para petugas jika kondisi keuangan pengelola kebun binatang tidak memungkinkan. Misalnya, jika ada beberapa pengurus hewan di situ, Pemprov Jabar akan membantu dalam setiap bulan.
Dedi juga menyampaikan bahwa pihaknya siap membantu kebutuhan pakan hewan, termasuk daging untuk satwa karnivora seperti harimau. Ia bahkan menawarkan solusi alternatif untuk mengurus hewan-hewan di Kebun Binatang Bandung agar tetap mendapatkan pakan dan perawatan optimal.
“Saya sampai menawarkan, kalau mau dititipkan di tempat saya, titipkan dulu. Saya bikinkan, saya kasih makan tiap hari dengan baik,” ucapnya.
Sebagai langkah awal, Dedi meminta dilakukan pendataan menyeluruh terkait kondisi operasional di Bandung Zoo. Pendataan ini mencakup jumlah pegawai, gaji mereka per bulan, dan kebutuhan pakan satwa setiap harinya.
“Pendataan ini sangat penting agar pemerintah dapat menentukan bentuk bantuan yang tepat guna,” tambah Dedi.
Salah satu langkah nyata yang sudah dilakukan adalah memindahkan tanggung jawab pembayaran gaji karyawan. Saat ini, para pekerja di kebun binatang tersebut telah terdaftar sebagai tenaga kerja di bawah Pemerintah Kota Bandung. “Gaji mereka sudah ditanggung Pemkot Bandung, di bawah wali kota. Mulai gajian tanggal 25 April,” jelasnya.
Dedi juga memastikan bahwa gaji yang sempat tertunggak akan diselesaikan secara bertahap oleh Pemprov Jabar. “Untuk gaji yang belum terbayarkan, nanti hari Jumat mulai dicicil oleh Pemprov Jabar,” tambahnya.
Dalam peninjauan tersebut, Dedi juga memastikan kondisi satwa tetap terjaga, termasuk kecukupan pakan dan nutrisi. “Hewannya makanannya cukup? Cukup! Nutrisinya nanti juga dapat dukungan dari Bank Jabar Peduli,” ungkapnya.
Selain itu, tenaga medis dan paramedis yang terdampak akan memperoleh tambahan pendapatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, setelah selama dua bulan terakhir tidak menerima gaji.
Dedi menekankan bahwa kebun binatang memiliki fungsi penting sebagai sarana pembelajaran, khususnya bagi anak-anak. Ia pun berharap Bandung Zoo bisa segera kembali dibuka untuk masyarakat umum.
“Semoga kebun binatang cepat dibuka untuk umum, supaya pengunjung bisa datang lagi dan jadi sarana edukasi,” ujarnya.
Namun sebelum kembali beroperasi, proses penunjukan pengelola baru masih terus berjalan. Pemerintah pun membuka peluang melalui mekanisme seleksi atau lelang bagi pihak-pihak yang tertarik. “Pengelolanya sedang dalam proses kompetisi. Siapa yang berminat silakan, tapi harus punya sertifikasi. Mengelola kebun binatang itu tidak mudah,” ujar Dedi.



