Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 24 Maret 2026
Trending
  • Marc Marquez bangkit di MotoGP 2026 Brasil, lomba sprint jadi kesempatan pulih
  • 25 desain ruang tamu minimalis yang instagenik
  • Artis Rayakan Lebaran Pertama sebagai Pasangan, Luna Maya hingga Al Ghazali
  • 5 Langkah Cepat Pulihkan Dompet dalam 14 Hari Pasca-Lebaran
  • Iran Gantung 3 Demonstran di Qom, Dunia Kecam Penindasan dan Pelanggaran HAM
  • Kemeriahan Idul Fitri
  • Kalender Liturgi Katolik: Perayaan St Turibius Mogrovejo, Senin 23 Maret 2026
  • Liga Inggris Tertarik Pemain Timnas Indonesia? 2 Nama Masuk Daftar Target John Herdman
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Danantara pastikan PLTSa lebih canggih tanpa dioksin
Teknologi

Danantara pastikan PLTSa lebih canggih tanpa dioksin

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) yang Lebih Canggih dan Ramah Lingkungan

Dalam rangka menghadapi tantangan pengelolaan sampah di Indonesia, Danantara memastikan bahwa teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) yang akan diterapkan di beberapa wilayah menggunakan standar terbaru. Teknologi ini dirancang agar lebih canggih, ramah lingkungan, serta tidak menghasilkan senyawa berbahaya seperti dioksin.

Lead of Waste Energy Danantara, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa empat kota dan kabupaten telah menyiapkan proyek PLTSA yang rencananya akan dimulai pada Maret 2026. Empat wilayah tersebut adalah Kota dan Kabupaten Bogor, Denpasar dan sekitarnya, Yogyakarta dan sekitarnya, serta Kota Bekasi. Keempat daerah ini sudah menyatakan kesiapan penuh sejak akhir 2025.

Fadli menegaskan bahwa teknologi yang digunakan bukanlah peralatan lama, melainkan teknologi baru yang lebih canggih dibandingkan 80 persen sistem yang sudah diterapkan di China. Ia juga menekankan bahwa teknologi ini berbeda dengan insinerator konvensional yang sering dikaitkan dengan produksi dioksin.

Perbedaan Teknologi Insinerator Konvensional dan PLTSA

Insinerator merupakan teknologi tungku pembakaran dalam Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Fadli menjelaskan bahwa insinerator lama menghasilkan dioksin karena proses pembakarannya tidak sempurna. “Insinerasi yang dulu dipakai dan sekarang dilarang itu pembakarannya tidak sempurna. Dioksin muncul karena pembakaran yang tidak optimal,” jelasnya.

Sementara itu, teknologi PLTSA yang akan diterapkan Danantara menggunakan sistem pembakaran termal dengan suhu tinggi, berkisar antara 800 hingga 1.000 derajat Celsius. Dengan tingkat panas tersebut, proses pembakaran berlangsung sempurna sehingga mencegah terbentuknya gas beracun. Selain itu, sistem PLTSA juga dilengkapi teknologi penyaringan berlapis untuk menangkap sisa gas berbahaya.

Standar Emisi yang Lebih Ketat

Fadli menegaskan bahwa emisi yang dilepaskan ke udara telah memenuhi standar lingkungan yang bahkan lebih ketat dibandingkan regulasi Uni Eropa, serta melampaui standar nasional yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan SNI. “Teknologi yang kita pakai, itu adalah teknologi dengan pembakaran yang sempurna ditambah dengan beberapa filtering untuk memastikan gas-gas atau gas residu yang beracun itu ditangkep,” ujarnya.

“Asap yang keluar adalah asap bersih. Standarnya lebih ketat dari standar Eropa dan lebih ketat dari standar yang kita miliki saat ini,” tambah dia. Seluruh spesifikasi teknologi ini telah ditetapkan dan hanya teknologi yang memenuhi kriteria tersebut yang diperbolehkan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Kolaborasi dengan Penyedia Teknologi Lokal

Menurut Fadli, mayoritas penyedia teknologi berasal dari China, namun hal tersebut tidak membuat teknologi yang digunakan sama dengan teknologi lama yang selama ini menuai kritik. Seluruh penyedia teknologi diwajibkan bekerja sama dengan perusahaan lokal Indonesia sebagai bagian dari skema alih teknologi (technology transfer).

Percepatan proyek PLTSA menuntut seluruh tahapan berjalan secara paralel dan terkoordinasi. Pada 2 dan 12 Januari 2026, Danantara telah menerima proposal feasibility study dari berbagai anggota Daftar Penyedia Teknologi (DPT) yang sebelumnya telah melalui proses seleksi. “Ini penting karena kita tidak hanya membangun fasilitas, tapi juga membangun kapasitas nasional. Mereka punya teknologinya, tapi diwajibkan berkolaborasi dengan perusahaan lokal,” tegas Fadli.

Kritik terhadap Penggunaan Insinerator

Namun, Senior Advisor Nexus3 Foundation, Yuyun Ismawati, menyampaikan pandangan berbeda. Menurutnya, sampah di Indonesia tidak layak untuk penggunaan insinerator. “Sampah Indonesia tidak layak untuk insinerator, pengeringan perlu waktu dan dana, leachate-nya juga harus diolah di Indonesia, tapi aturannya gak ada, lokasi insinerator juga tidak ada SNI,” ungkap dia.

Ia menegaskan penggunaan insinerator atau proses pembakaran dalam proses PLTSa justru akan menambahkan polusi baru dan tidak sesuai dengan tujuan PLTSa untuk mencapai target energi bersih. “Sampahnya tidak sesuai, dan kalau tidak layak bakar harus didorong pake batubara, ini akan menghasilkan abu lebih banyak lagi karena temperaturnya tidak bisa mencapai 1.000 (derajat Celcius),” jelasnya.

“Kalau pembakaran tidak mencapai 1.000 artinya pembakaran tidak sempurna, maka racun yang terbentuk. Racun yang paling berbahaya ada racun dioksin. Itu adalah sumber racunnya,” tegas dia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Tidak akan menyesal membeli Xiaomi Pad 8 di Blibli dengan harga promo karena 4 fitur produktivitas hebat

24 Maret 2026

Samsung A05s Kamera 50MP, Harga Rp2 Juta di Lebaran 2026

24 Maret 2026

HP Samsung A36 5G, A56 5G, dan A55 5G: Harga Spesial Lebaran 2026

23 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Marc Marquez bangkit di MotoGP 2026 Brasil, lomba sprint jadi kesempatan pulih

24 Maret 2026

25 desain ruang tamu minimalis yang instagenik

24 Maret 2026

Artis Rayakan Lebaran Pertama sebagai Pasangan, Luna Maya hingga Al Ghazali

24 Maret 2026

5 Langkah Cepat Pulihkan Dompet dalam 14 Hari Pasca-Lebaran

24 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?