Emak-Emak Korban Penipuan Penukaran Uang Baru di Batam Datangi Polsek Sekupang
Sejumlah emak-emak korban penipuan penukaran uang baru di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mendatangi kantor Polsek Sekupang pada Senin (30/3) sore. Mereka menuntut agar uang yang telah mereka serahkan kepada pelaku dapat dikembalikan.
Para korban datang mencari kejelasan mengenai nasib uang yang telah mereka serahkan kepada pelaku yang kini sudah diamankan oleh Polsek Sekupang. Wajah-wajah cemas dan kecewa tampak memenuhi kantor polisi tersebut.
“Kami mau nuntut uang kami kembali. Uang kami sudah digelapkan sama korban itu, kami ini semua korban,” ujar Febri, salah satu korban.
Warga Karimun Jadi Korban Penikaman di Medan
Sementara itu, seorang warga Tanjungbalai Karimun menjadi korban penikaman di Kota Medan saat berkunjung ke rumah keluarganya. Dia adalah Swita Didebang (30) yang berniat menjaga adiknya yang sedang sakit. Namun sayang, malah menjadi korban penikaman.
Tragedi ini dialami oleh Swita Sidebang (30), seorang wanita asal Tanjung Balai Karimun yang datang ke Medan dengan niat mulia untuk menjenguk dan menjaga adiknya yang sakit. Namun, ia justru menjadi korban penikaman oleh seorang pria yang merupakan tetangga kakaknya di Jalan Asrama By Pass, Medan Helvetia, pada Kamis (19/3/2026) sore.
Kakak korban, Hotner Sidebang, menceritakan bahwa adiknya baru sekitar satu minggu berada di rumahnya di Medan. Ia menyebutkan bahwa informasi terkait peristiwa ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Batam Tahun 2025
Walikota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batam, Senin (30/3/2026). Dalam laporan tersebut, ia menyebutkan bahwa pendapatan daerah sepanjang 2025 tercatat meningkat signifikan hingga menembus Rp4,29 triliun. Angka ini naik sekitar Rp331,24 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,96 triliun.
Rapat yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Batam itu dipimpin Ketua DPRD Muhammad Kamaluddin, serta dihadiri unsur Forkopimda, pejabat Badan Pengusahaan Batam, Sekretaris Daerah, dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemko Batam.

PPPK Lingga Belum Dengar Isu Dirumahkan
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga belum mendengar adanya isu terkait rencana perumahan atau penghentian sementara tenaga PPPK seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain. Salah seorang PPPK di Lingga berinisial M, mengatakan hingga saat ini mereka masih bekerja seperti biasa.
Bahkan, kontrak kerja mereka baru saja diperpanjang pada Maret 2026 untuk jangka waktu satu tahun ke depan. “Kalau isu dirumahkan di Lingga tidak ada. Maret tadi kontrak kami justru baru diperpanjang satu tahun,” ujar seorang PPPK kepada Indonesiadiscover.com, Senin (30/3/2026).
Ia menyebutkan, informasi terkait PPPK yang dirumahkan justru lebih banyak mereka dengar dari daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau, seperti Kabupaten Karimun dan Bintan.

Jenazah Misterius di Perairan Karimun
Jenazah ditemukan mengapung di perairan Pulau Asam, Karimun, dan telah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Diduga kuat korban merupakan kru kapal yang hilang (Man Overboard) di perairan West Keppel Fairway, Singapura sejak 27 Maret 2026.
Saat ini jenazah berada di RSUD M. Sani Karimun untuk identifikasi, sambil menunggu koordinasi lanjutan dengan otoritas Singapura. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang melalui Pos SAR Tanjung Balai Karimun melakukan evakuasi terhadap sesosok jenazah yang ditemukan mengapung di perairan Pulau Asam, Kabupaten Karimun, Senin (30/03/2026) siang.

Anggota DPRD Kepri Angkat Bicara Soal Nasib PPPK di Kepri
Anggota DPRD Kepri Rudy Chua menanggapi isu yang beredar soal aturan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022. Dia mengatakan wacana itu belum terjadi di Kepri, namun itu merupakan isu nasional di daerah lain.
Sebab sampai dengan saat ini DPRD Kepri dan Pemprov Kepri belum pernah membahas persoalan ini. “Saya rasa teman-teman di DPRD Kepri tidak setuju dengan pemberhentian PPPK di Pemprov Kepri,” kata Rudy, Senin (30/3/2026). Kendati demikian, pihaknya tetap memantau perkembangan lewat pembahasan APBD Kepri antara Juni – Juli 2026 mendatang.

Kisah Mariani, Perempuan Batam yang Sukses dari Kerupuk Ikan
Aroma ikan tenggiri yang digoreng hangat tercium setiap pagi dari sebuah rumah sederhana di Bengkong, Batam. Di tempat inilah Mariani, perantau asal Karimun, memulai langkah kecilnya, menakar adonan, mengolah ikan hingga menjadi camilan renyah dan bergizi.
Dari rumah ini pula lahir Azzuri Snack, usaha kecil yang dirintis di tengah himpitan ekonomi, yang perlahan tumbuh dalam ekosistem ekonomi syariah, menjadi salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) olahan laut unggulan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Mariani bukanlah lulusan tata boga. Ia datang ke Batam tahun 1995 sebagai pekerja pabrik. Di kota ini pula perempuan kelahiran 1980 itu menemukan tambatan hati dan menikah. Kehidupannya berjalan sederhana hingga satu fase sulit datang. Sang suami terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).




