Perilaku Konsumen yang Semakin Kritis dalam Membeli Smartphone
Di tengah kenaikan harga smartphone akibat terbatasnya pasokan semikonduktor, khususnya chipset dan RAM, perilaku konsumen di Indonesia diprediksi semakin kritis. Pecinta gawai pada tahun ini lebih memperhatikan nilai dari produk yang akan dimiliki, bukan sekadar merek atau fitur tambahan.
Analis Pasar Gawai Reasense, Aryo Meidianto Aji, menjelaskan bahwa pola konsumen Indonesia semakin rasional. Mereka mencari ponsel yang bisa bertahan selama 3-4 tahun dengan performa memadai. Selain itu, terdapat perubahan signifikan pada siklus penggantian perangkat. Jika sebelumnya konsumen mengganti ponsel dalam rentang satu hingga dua tahun, kini periode tersebut bergeser menjadi lebih dari tiga tahun.
Perpanjangan usia pakai ini didorong oleh komitmen produsen dalam menyediakan pembaruan sistem operasi dan keamanan hingga empat sampai lima tahun. Selain itu, kematangan teknologi membuat peningkatan performa antar-generasi tidak lagi terasa drastis. “Konsumen tidak lagi merasa ketinggalan jika menggunakan ponsel berusia tiga tahun. Mereka memilih investasi di perangkat yang tahan lama daripada mengganti setiap kali ada model baru,” ujar Aryo.
Faktor Utama dalam Pengambilan Keputusan
Dalam proses pengambilan keputusan, harga dan value for money tetap menjadi faktor utama. Konsumen semakin kritis dalam membandingkan spesifikasi per rupiah, dengan perhatian besar pada daya tahan baterai, kualitas kamera, serta stabilitas performa. Seiring meningkatnya penggunaan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), kapasitas baterai 5.000 mAh diperkirakan menjadi standar baru. Bahkan mulai muncul perangkat dengan baterai hingga 7.000 mAh.
Kualitas kamera baik foto maupun video tetap menjadi faktor krusial, didukung integrasi AI sebagai kebutuhan dasar. Kepercayaan terhadap merek dan kemudahan akses pusat layanan purnajual juga sangat mempengaruhi keputusan, terutama di luar kota besar.
Kesadaran Lingkungan yang Masih Awal
Dari sisi keberlanjutan, kesadaran konsumen Indonesia dinilai masih berada pada tahap awal. Aspek yang paling dipahami adalah daya tahan perangkat, seperti bodi kokoh, baterai awet, dan dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang. Efisiensi energi masih dipersepsikan sebatas penghematan baterai dan biaya listrik, bukan sebagai kontribusi terhadap lingkungan.
Adapun program tukar tambah dan daur ulang sudah dikenal, tetapi partisipasi massal masih rendah karena nilai tukar yang dianggap belum menarik.
Kecerdasan Buatan sebagai Kebutuhan Terselubung
Aryo menambahkan bahwa fitur kecerdasan buatan (AI) telah bergeser dari sekadar nilai tambah menjadi kebutuhan terselubung. Konsumen mungkin tidak secara eksplisit mencari ponsel berbasis AI, namun mengharapkan hasil akhir seperti foto yang otomatis optimal, manajemen baterai cerdas, dan performa yang tetap lancar. “Sementara fitur AI generatif masih dipandang sebagai nilai tambah yang keren, ketiadaan membuat produk terasa ketinggalan zaman,” imbuhnya.
Konektivitas 5G sebagai Pendorong Baru
Dari sisi konektivitas, ekspansi layanan 5G yang mulai merambah kota-kota di luar Jakarta diperkirakan menjadi pendorong baru permintaan smartphone. Hampir seluruh ponsel mid-range ke atas kini wajib membawa dukungan 5G, sementara perangkat 4G murni akan tersisa di segmen entry-level terbawah.
Di wilayah urban, 5G berpotensi menjadi alasan langsung untuk mengganti ponsel. Sementara di daerah suburban dan rural, fitur ini lebih dipandang sebagai investasi jangka panjang agar perangkat tetap relevan ketika jaringan tersedia. “5G menjadi purchase driver baru, mirip transisi dari 3G ke 4G dulu, meski dampaknya masih bertahap,” sebut Aryo.
Segmen Mid-Range sebagai Motor Penjualan
Lantas segmen ponsel mana yang akan diminati pasar pada tahun ini? Aryo menilai smartphone mid-range dengan rentang harga Rp2,5 juta hingga Rp7 juta akan menjadi motor utama penjualan smartphone di Indonesia. Segmen ini dinilai menawarkan nilai terbaik bagi konsumen, dengan spesifikasi yang mendekati flagship.
“Seperti kamera berkualitas, performa chipset yang solid, desain premium, dan dukungan 5G yang kini menjadi standar baru,” tambahnya.



