Pencurian di Ballroom Hotel Tanah Abang, Jakarta
Seorang pria berkacamata terekam kamera pengawas (CCTV) mencuri tas berisi laptop dan handphone di ballroom hotel bintang lima yang terletak di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/2/2026). Aksi pencurian tersebut terjadi saat korban meninggalkan ruangan rapat selama sekitar 50 menit. Video rekaman CCTV yang menunjukkan aksi pelaku viral di media sosial.
Pencurian adalah tindakan mengambil barang milik orang lain tanpa izin dan dengan niat untuk memiliki secara melawan hukum. Dalam hukum pidana Indonesia, pencurian diatur dalam KUHP dan dapat dikenai sanksi pidana, tergantung pada cara, nilai barang, dan keadaan saat dilakukan.
Berdasarkan rekaman video CCTV yang beredar di media sosial, pelaku tampak datang melalui pintu depan. Bahkan seorang petugas hotel pun tampak membukakan pintu. Terduga pelaku berjalan cepat seperti orang sibuk. Ia tampak memegang handphone di tangan kanannya dan arah penglihatannya ke arah handphone.
Selanjutnya ia membenarkan posisi kacamatanya dan berjalan menuju lantai dua hotel melewati sejumlah orang. Begitu berada di lorong, ia kemudian berhenti dan memperhatikan gerak-gerik orang dengan berpura-pura seperti sedang menelepon menggunakan handphone. Melihat ada kesempatan, matanya melirik ke sebuah ruangan kemudian ia berdiri sesaat di pintu ruangan memperhatikan keadaan sekitar.
Setelah memastikan kondisi aman, ia masuk ke dalam ruangan. Sambil berpura-pura teleponan, pelaku yang tadinya tak membawa apa-apa kemudian keluar dengan menggendong tas ransel hitam. Ia lantas berjalan kaki menelusuri lorong dan melewati sejumlah orang seperti tak terjadi apa-apa. Ia pun langsung meninggalkan hotel. Di luar hotel, ia tampak seperti sedang menelepon berjalan keluar hotel.
Detik-Detik Aksi Pelaku
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra mengatakan peristiwa terjadi pada Selasa (10/2/2026). Peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat korban tiba di Ruang Candi Kalasan Lantai 2 Hotel Sahid untuk mengikuti rapat yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Korban kemudian meletakkan tas hitam berisi satu unit laptop dan satu unit handphone di atas meja kerja. Kondisi mulai berubah saat memasuki jam istirahat siang. Sekira pukul 12.00 WIB, korban meninggalkan ruangan untuk makan siang. Namun, barang berharga tersebut tetap ditinggal di meja.
“Pukul 12.50 WIB, korban kembali, barang-barang tersebut sudah tidak ada. Jadi barang ditinggal selama kurang lebih 50 menit,” jelas Roby. Meski video wajah pelaku sudah viral di media sosial, polisi tidak ingin gegabah. Fokus utama saat ini adalah memetakan apakah pelaku beraksi seorang diri atau memiliki rekan yang membantu di lapangan.
“Kami mau lihat dia interaksi dengan siapa saja (lewat CCTV),” tegasnya. Terkait kerugian, Roby meluruskan korban melaporkan kehilangan satu unit handphone dan satu unit laptop dengan total nilai kerugian sekitar belasan juta rupiah. Sejauh ini, pihak kepolisian telah menerima satu laporan resmi dari korban perorangan yang ikut dalam agenda rapat Kemenhub tersebut.
Polisi pun memberikan peringatan keras meskipun lokasi berada di kawasan bisnis Sudirman yang tergolong elite, kewaspadaan pribadi terhadap barang bawaan tetap menjadi hal yang utama. “Nggak ada hubungan di tempat yang bagus tidak akan ada pencurian. Kalau lalai menaruh atau menyimpan barang, (pencurian bisa terjadi),” ucapnya.
Pelaku Beraksi di 3 Tempat
Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat kini tengah memburu pelaku. Polisi telah mengantongi rekaman CCTV yang menunjukkan wajah pelaku dengan sangat jelas. Saat ini, penyidik sedang melakukan pendalaman untuk melacak pergerakan dan interaksi pelaku di area hotel.
“Kami masih mintakan CCTV yang kemudian selain yang di media itu. Kita kan mau lihat dia (pelaku) interaksi dengan siapa saja,” ujar AKBP Roby. Polisi mengungkapkan telah mengantongi identitas terduga pelaku. “Sudah (mengantongi identitas). Ada dugaan kuat terhadap Terduga,” katanya.
Roby mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diketahui sempat terlihat berada di tiga hotel berbeda. Dia juga menyebut pelaku diduga beraksi tidak sendirian. “Hasil pemeriksaan kita, pelaku sudah beberapa kali berada di beberapa hotel berbeda. Yang kita ketahui ada di tiga hotel. Dan ada kemungkinan tidak sendiri,” jelas Roby.



