Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 28 Januari 2026
Trending
  • Peluang Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra
  • Herdman Ungkap Dua Pemain Baru Usai Pantau Super League
  • Prabowo cabut izin 28 perusahaan penyebab banjir Sumatra, nasib karyawan?
  • 9 wakil Indonesia mulai perjuangan di hari pertama Thailand Masters 2026
  • Di Pengadilan Ambon, Petrus Fatlolon Siap Ungkap Dugaan Pemerasan di Balik Penegak Hukum
  • Nutrijell Perkenalkan ‘House of Jelly’ di KidZania Jakarta, Edukasi Profesi Chef Kue untuk Anak dan Keluarga
  • Basarnas: Pergerakan Smartwatch Buktikan Farhan Masih Hidup
  • Shin Tae Yong Bocorkan Tekanan dan Konflik di Balik Layar Timnas dalam Podcast
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Cara mengatur ulang algoritma TikTok dan Instagram untuk rekomendasi yang lebih akurat
Teknologi

Cara mengatur ulang algoritma TikTok dan Instagram untuk rekomendasi yang lebih akurat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Januari 2026Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Fenomena FYP dan Explore yang Terlalu Banyak Drama

Fenomena For You Page (FYP) TikTok dan halaman Explore Instagram yang tiba-tiba dipenuhi drama China pendek atau dracin, gosip artis, hingga skandal selebriti belakangan menjadi keluhan banyak pengguna media sosial. Awalnya, konten-konten tersebut mungkin terasa menghibur dan seru untuk ditonton sekilas. Namun, ketika setiap membuka aplikasi yang muncul selalu tema serupa, pengalaman berselancar di media sosial justru berubah menjadi membosankan dan melelahkan.

Banyak orang merasa seolah tidak lagi memiliki kendali atas apa yang muncul di beranda mereka. Padahal, kenyataannya sistem rekomendasi di TikTok maupun Instagram bekerja berdasarkan perilaku pengguna itu sendiri. Artinya, apa yang sering kita tonton, like, komentari, atau bahkan sekadar berhenti beberapa detik untuk melihat, akan dianggap sebagai minat utama oleh algoritma.

Kabar baiknya, kondisi FYP yang “terjebak” di satu jenis konten bukan sesuatu yang permanen. Baik TikTok maupun Instagram telah menyediakan fitur resmi untuk mereset algoritma, sehingga rekomendasi konten bisa kembali lebih segar dan relevan dengan minat pengguna saat ini. Selain itu, ada juga langkah-langkah manual yang bisa dilakukan untuk “mendidik ulang” algoritma agar tidak lagi memprioritaskan konten yang membuat jenuh.

Bagaimana Algoritma Media Sosial Bekerja?

Untuk memahami kenapa FYP bisa berubah drastis, penting mengetahui cara kerja algoritma. Algoritma adalah sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bertugas menganalisis perilaku pengguna. Setiap interaksi di aplikasi akan dicatat sebagai sinyal minat. Misalnya, jika seseorang sering menonton video drama China sampai selesai, meskipun hanya karena penasaran, algoritma akan menganggap konten tersebut sebagai sesuatu yang disukai.

Begitu pula dengan like, komentar, share, atau follow akun tertentu. Semua aktivitas ini membentuk profil minat digital pengguna. Masalahnya, algoritma tidak bisa membedakan apakah kita menonton karena benar-benar suka atau sekadar iseng. Akibatnya, konten yang sebenarnya tidak terlalu diminati justru terus bermunculan. Inilah yang membuat FYP TikTok dan Explore Instagram sering terasa monoton, penuh dengan tema yang sama berulang-ulang.

Dalam jangka panjang, algoritma akan semakin “yakin” bahwa pengguna menyukai topik tersebut, sehingga porsi konten sejenis makin mendominasi. Pada titik inilah banyak orang merasa FYP mereka “rusak” atau tidak sesuai lagi dengan minat sebenarnya.

Reset Algoritma Instagram: Fitur Resmi dari IG

Instagram menyediakan fitur bawaan bernama Reset suggested content yang bisa digunakan untuk menyegarkan rekomendasi konten di Reels, Feed, dan Explore. Fitur ini pada dasarnya menghapus pola minat lama, sehingga algoritma memulai dari awal. Setelah reset dilakukan, Instagram akan menampilkan campuran konten umum yang sedang populer. Dari sinilah sistem akan belajar kembali berdasarkan interaksi terbaru pengguna.

Konten yang sering di-like, ditonton lama, atau di-follow akan kembali membentuk preferensi baru. Selain reset otomatis, pengguna juga bisa memanfaatkan fitur Your Algorithm. Fitur ini didukung oleh AI dan berfungsi merinci topik-topik yang sering muncul di rekomendasi. Di sini, pengguna bisa memilih topik apa yang ingin lebih banyak dilihat dan apa yang ingin dikurangi.

Misalnya, jika sudah jenuh dengan dracin atau gosip artis, pengguna bisa menandai topik tersebut sebagai “What you want to see less”. Dengan begitu, Instagram akan mengurangi intensitas konten serupa di timeline. Langkah manual lain yang bisa dilakukan di Instagram antara lain dengan unfollow akun yang tidak relevan, menghapus riwayat pencarian, serta menggunakan opsi “Not Interested” pada postingan yang tidak ingin dilihat.

Reset Algoritma TikTok: Segarkan For You Page

TikTok juga menyediakan fitur resmi bernama Refresh your For You feed. Fitur ini berfungsi untuk menyegarkan halaman FYP agar kembali menampilkan konten umum dan populer. Setelah fitur ini diaktifkan, TikTok tidak lagi mengandalkan data interaksi lama. Algoritma akan membangun ulang rekomendasi berdasarkan aktivitas terbaru pengguna, seperti video yang ditonton, disukai, atau dicari.

Untuk hasil maksimal, TikTok menyarankan pengguna juga melakukan beberapa langkah tambahan. Salah satunya dengan menghapus riwayat tontonan dan pencarian di menu Activity center. Ini membantu menghilangkan jejak minat lama yang mungkin sudah tidak relevan. Selain itu, pengguna bisa menggunakan tombol “Not interested” pada video yang tidak disukai. Fitur ini adalah sinyal eksplisit kepada algoritma bahwa konten tersebut tidak sesuai minat.

Membersihkan cache aplikasi melalui menu Cache & cellular data juga dapat membantu mempercepat proses penyegaran.

Reset Bukan Sulap, Algoritma Tetap Bisa “Belajar Salah”

Perlu dipahami bahwa reset algoritma bukanlah solusi instan yang langsung membuat FYP sempurna. Algoritma tetap akan membaca perilaku pengguna setelah reset. Jika seseorang masih sering berhenti menonton video gosip atau dracin, sistem akan kembali menganggap itu sebagai minat. Karena itu, beberapa hari pertama setelah reset menjadi fase paling penting.

Pada periode ini, pengguna sebaiknya benar-benar selektif dalam berinteraksi dengan konten. Like, follow, dan tonton sampai habis konten yang memang diinginkan, misalnya olahraga, buku, traveling, edukasi, atau hobi tertentu. Sebaliknya, konten yang membuat jenuh sebaiknya langsung dilewati atau ditandai tidak tertarik. Dengan cara ini, algoritma akan mendapat sinyal yang jelas tentang preferensi baru pengguna.

Dalam konteks ini, algoritma sebenarnya bersifat netral. Ia hanya merefleksikan kebiasaan pengguna. Jika FYP dipenuhi konten yang tidak diinginkan, besar kemungkinan itu karena sinyal yang tidak disengaja dari perilaku kita sendiri.

Mendidik Algoritma agar Kembali Sehat

Istilah “mendidik algoritma” sering digunakan untuk menggambarkan proses mengarahkan sistem rekomendasi agar sesuai dengan minat pribadi. Konsep ini berarti pengguna harus aktif mengelola interaksi digitalnya, bukan sekadar pasif menerima konten. Di Instagram, fitur Your Algorithm memungkinkan pengguna melihat secara transparan topik-topik yang sering muncul. Ini membantu pengguna lebih sadar terhadap pola konsumsi konten mereka.

Sementara di TikTok, tombol Not interested dan refresh feed menjadi alat utama untuk mengontrol FYP. Dengan memanfaatkan fitur-fitur ini, pengguna sebenarnya bisa menjadikan media sosial sebagai ruang yang lebih sehat dan bermanfaat. FYP tidak lagi hanya berisi drama, gosip, atau konten sensasional, tetapi bisa diisi dengan topik yang mendukung produktivitas, kreativitas, dan pengembangan diri.

FYP sebagai Cermin Kebiasaan Digital

Pada akhirnya, FYP TikTok dan Explore Instagram adalah cermin dari kebiasaan digital kita sendiri. Algoritma hanya memproses data yang diberikan pengguna, lalu menyajikannya kembali dalam bentuk rekomendasi. Reset algoritma memang membantu menghapus pola lama, tetapi yang lebih penting adalah kesadaran dalam menggunakan media sosial.

Jika pengguna lebih selektif dalam menonton, menyukai, dan mengikuti akun, maka FYP pun akan ikut berubah. Dengan kata lain, bukan hanya algoritma yang perlu di-reset, tetapi juga kebiasaan kita dalam mengonsumsi konten. Ketika interaksi digital lebih terarah, media sosial bisa kembali menjadi ruang hiburan yang menyenangkan, informatif, dan tidak lagi membosankan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Laptop Toshiba Terbaik 2026 untuk Mahasiswa Desain: Kreativitas Tak Terbatas, Harga Cerdas

26 Januari 2026

Tampil Mewah! Yamaha NMAX Turbo Texmax 2026, Skutik Hitam Sporty

26 Januari 2026

Yamaha Perkenalkan TMAX Edisi Spesial dengan Jajaran Maxi Elegan dari XMax hingga NMax

26 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Peluang Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra

28 Januari 2026

Herdman Ungkap Dua Pemain Baru Usai Pantau Super League

28 Januari 2026

Prabowo cabut izin 28 perusahaan penyebab banjir Sumatra, nasib karyawan?

28 Januari 2026

9 wakil Indonesia mulai perjuangan di hari pertama Thailand Masters 2026

28 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?