Persija Jakarta Kembali Kalah dari Persib Bandung
Persija Jakarta kembali menelan kekalahan dalam pertandingan melawan Persib Bandung. Kekalahan ini terjadi pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Macan Kemayoran harus menerima kekalahan dengan skor 0-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Bandung, pada Minggu (11/1). Gol tunggal yang tercipta dalam laga ini dicetak oleh Beckham Putra Nugraha.
Beckham Putra Nugraha mencatatkan namanya di papan skor saat laga belum berjalan lima menit. Gol tersebut tercipta setelah dia memanfaatkan kesalahan Van Basty Sousa yang gagal menyapu bola hasil umpan Berguinho dari sisi kanan penyerangan.
Setelah gol tersebut, Persija Jakarta berusaha keras untuk mencetak gol penyama kedudukan. Namun, pada babak kedua, Bruno Tubarao justru melakukan tindakan yang sangat merugikan timnya.
Pada menit ke-53, Bruno Tubarao harus menerima kartu merah dari wasit Ko Hyung-Jin. Pemain berusia 30 tahun itu diusir pengadil lapangan asal Korea Selatan tersebut setelah kedapatan menginjak tangan Beckham Putra Nugraha.
Aksi Tubarao ini sangat tidak perlu. Meski sebelum insiden sempat terlibat duel dengan Beckham Putra, tapi pelanggarannya termasuk ringan dan tak dapat kartu kuning. Tapi gerakan tambahannya membuat dia dapat kartu merah.
Hukuman yang didapat Bruno Tubarao ini sangat merugikan Persija Jakarta. Sebab Macan Kemayoran harus bermain dengan 10 pemain dalam pertandingan yang masih tersisa lebih dari 35 menit.
Ironisnya, Bruno Tubarao sebenarnya sempat menyinggung soal tensi tinggi pertandingan sarat rivalitas seperti Persib vs Persija, yang kerap disebut El Clasico Indonesia.
Tubarao selama ini berkarir di Brasil pernah terlibat dalam pertandingan derbi saat memperkuat Ceara SC pada 2025. Saat itu timnya punya rivalitas tinggi dengan Fortaleza, yang disebut sebagai Classico Rei.
“Jadi saya pernah terlibat dalam pertandingan seperti ini (Persib vs Persija) di Brasil. Pertandingan Fortaleza lawan Ceara. Tapi saya tahu bagaimana besarnya derbi ini seperti Vasco lawan Flamengo di Brasil,” kata Bruno Tubarao dalam sesi jumpa pers pralaga, Sabtu (10/1).
“Jadi pasti dalam setiap laga derbi itu tidak mudah, kami harus fokus total, tapi kami datang ke sana untuk bermain, kami juga harus mengontrol emosi dengan baik agar bisa menyelesaikan laga dengan 11 pemain,” tambah dia.
Kartu merah Bruno Tubarao pun membuktikan bahwa tensi pertandingan debri tak bisa diduga. Pemain yang sejak awal sudah mewanti-wanti soal emosi, justru jadi sosok yang terpancing dan merugikan tim.
Hukuman ini membuat Bruno Tubarao dipastikan absen pada laga berikutnya. Dia tak bisa tampil pada laga pekan ke-18 Super League 2025/2026 saat Persija menghadapi Madura United FC pada 23 Januari.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pertandingan
- Kartu Merah Bruno Tubarao: Aksi ini menjadi faktor utama kekalahan Persija Jakarta.
- Gol Tunggal Beckham Putra Nugraha: Gol yang tercipta di awal babak pertama menjadi penentu kemenangan Persib Bandung.
- Permainan Persija Jakarta: Meskipun berusaha keras mencetak gol, Persija gagal memaksimalkan peluang yang ada.
- Kontrol Emosi: Bruno Tubarao sebelumnya mengingatkan rekan-rekannya untuk menjaga emosi, tetapi justru ia sendiri yang terpancing dan merugikan tim.
Kesimpulan
Kekalahan Persija Jakarta dari Persib Bandung dalam laga Derbi Indonesia ini menjadi bukti bahwa emosi dan kontrol diri sangat penting dalam pertandingan besar. Kartu merah yang diterima Bruno Tubarao menjadi momen kritis yang mengubah jalannya pertandingan. Dengan absennya Tubarao pada laga berikutnya, Persija akan menghadapi tantangan besar dalam menghadapi Madura United FC.



