Perubahan Besar di Persebaya Surabaya
Dime Dimov dikabarkan telah meninggalkan Persebaya Surabaya. Kepergian pemain asal Makedonia Utara ini menjadi tanda awal adanya perombakan besar di era pelatih Bernardo Tavares. Hal ini menunjukkan bahwa kiprah para pemain asing dari wilayah Balkan di skuad Green Force mulai mengalami penurunan.
Kabar ini muncul pada hari Kamis, 15 Januari 2026, dan langsung memicu reaksi publik sepak bola Surabaya. Informasi pertama kali disampaikan oleh media fanbase Persebaya Surabaya, @emosijiwakucom, yang menyebut Dime Dimov telah menyelesaikan sesi latihan terakhirnya bersama tim. Unggahan tersebut memberikan indikasi kuat bahwa pemain ini tidak lagi masuk dalam rencana pelatih untuk paruh kedua musim.
Dime Dimov sebelumnya bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 5 Januari 2025 dan kontraknya diperpanjang pada 6 Juni 2025. Namun, kepergiannya lebih cepat dari jadwal kontrak yang seharusnya berakhir pada 31 Mei 2026. Pemain yang lahir di Skopje, Makedonia, pada 25 Juli 1994 ini memiliki dua kewarganegaraan, yakni Makedonia Utara dan Bulgaria. Ia dikenal sebagai bek tengah dengan kaki dominan kanan dan bisa juga bermain sebagai gelandang bertahan.
Nilai pasarnya saat ini mencapai Rp6,08 miliar, menjadikannya salah satu pemain asing dengan valuasi tinggi di skuad Persebaya Surabaya. Dalam putaran pertama Super League 2025/2026, Dime tampil dalam 12 pertandingan dengan total waktu bermain 982 menit. Meskipun belum mencetak gol, ia berhasil memberikan kontribusi dalam bentuk intersep dan sapuan.
Dari sisi statistik, Dime menunjukkan performa yang stabil. Ia memiliki akurasi umpan sebesar 93 persen, dengan 368 dari 397 umpan sukses. Selain itu, ia mencatatkan 26 intersep dan 51 sapuan. Meski demikian, keputusan Persebaya untuk melepasnya menunjukkan adanya perubahan strategi di bawah arahan Bernardo Tavares.
Reaksi dari Bonek, suporter Persebaya, sangat beragam. Beberapa memberikan ucapan terima kasih, sementara yang lain menyampaikan kritik atau sindiran. Komentar-komentar tersebut menunjukkan ketidakpuasan terhadap proyek Balkan Connection yang mulai runtuh. Namun, ada juga komentar apresiatif yang mengingat jasa Dime di laga-laga penting.
Dengan kepergian Dime Dimov, jumlah pemain Balkan di Persebaya Surabaya kini berkurang. Empat nama masih bertahan, yaitu Risto Mitrevski, Milos Raickovic, Dejan Tumbas, dan Mihailo Perovic. Nasib mereka kini menjadi pertanyaan besar bagi suporter.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa Persebaya Surabaya siap melakukan penyegaran signifikan pada putaran kedua. Bursa transfer dipastikan akan panas, mengingat kebutuhan Green Force untuk tetap kompetitif di Super League. Hengkangnya Dime Dimov bukan hanya sekadar kabar transfer biasa, melainkan tanda awal berakhirnya era Balkan Connection dan dimulainya babak baru di tubuh Persebaya Surabaya.



