Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 24 Maret 2026
Trending
  • Samsung A05s Kamera 50MP, Harga Rp2 Juta di Lebaran 2026
  • Mitos vs Fakta: Pria Lebih Sabar Menghadapi Macet Saat Mudik
  • Hasil FP2 Moto3 Veda Ega Pratama di P12 Jelang Kualifikasi MotoGP Brasil 2026
  • 10 rumah modern dengan tumbuhan dalam ruangan, menginspirasi!
  • Berita Duka: Chuck Norris Meninggal, Legenda Film Bruce Lee dan The Expendables 2
  • Ekonomi Pasca Lebaran: Peluang Tumbuh atau Hanya Peningkatan Sementara?
  • Ubedilah Badrun Beberkan 3 Kemungkinan Pelaku di Balik Kasus Andrie Yunus
  • Harga minyak naik, B50 harus dipercepat implementasinya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 27-28 Desember 2025
Nasional

BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 27-28 Desember 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Desember 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perkembangan Cuaca di Indonesia pada 27–28 Desember 2025

BMKG telah merilis daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang pada periode 27–28 Desember 2025. Sebelumnya, pada tanggal 23–25 Desember 2025, BMKG mencatat adanya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia. Contohnya, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat curah hujan sebesar 104 mm per hari, sedangkan Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, mencapai 114 mm per hari.

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lokal, tetapi juga oleh dinamika atmosfer pada skala regional hingga global. Hal ini menyebabkan meningkatnya kejadian hujan di wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Dinamika Atmosfer Selama Seminggu Ke Depan

BMKG memprakirakan bahwa dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal akan terus memengaruhi cuaca di Indonesia selama sepekan ke depan. Pada skala global, fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada fase negatif atau La Nina lemah. Kondisi ini dapat meningkatkan pembentukan awan hujan dan memperbesar peluang terjadinya hujan.

Sementara itu, pada skala regional, terpantau adanya perbedaan tekanan udara yang cukup besar, yaitu sekitar +13,9 hPa. Kondisi ini menunjukkan adanya aliran udara dingin dari Asia atau yang dikenal sebagai cold surge menuju wilayah Indonesia. Nilai Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS) juga terpantau signifikan, sehingga berpotensi memperkuat hujan, terutama pada periode Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026.

Selain itu, kombinasi beberapa gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator diprakirakan aktif di wilayah utara Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Laut Jawa, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan. Aktivitas ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

BMKG juga memantau keberadaan Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia selatan Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 35 knot atau sekitar 65 km per jam dan tekanan udara minimum 997 hPa. Siklon ini bergerak ke arah barat dan berpotensi memicu perlambatan serta pertemuan angin di wilayah Samudra Hindia barat Bengkulu, Lampung, hingga selatan Banten.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 96S terdeteksi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau sekitar 28 km per jam dan tekanan udara minimum 1008 hPa. Sistem ini bergerak ke arah barat dan berpotensi memicu pertemuan angin di wilayah NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT) bagian selatan.

Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Laut Natuna sebelah utara Kalimantan Barat serta di wilayah barat Aceh. Kondisi ini dapat memicu perlambatan dan pertemuan angin di Aceh, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat.

BMKG mengingatkan bahwa kombinasi berbagai kondisi atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan dan memicu cuaca ekstrem.

Wilayah yang Berpotensi Terdampak Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 27–28 Desember 2025

Berdasarkan data “Peringatan Dini Cuaca Indonesia”, berikut daftar wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang pada 27–28 Desember 2025:

Sabtu, 27 Desember 2025

  1. Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat:
  2. Aceh
  3. Sumatera Barat
  4. Kepulauan Riau
  5. Jambi
  6. Sumatera Selatan
  7. Kepulauan Bangka Belitung
  8. Lampung
  9. Jawa Barat
  10. Jawa Tengah
  11. Bali
  12. Kalimantan Barat
  13. Kalimantan Tengah
  14. Kalimantan Timur
  15. Kalimantan Utara
  16. Kalimantan Selatan
  17. Sulawesi Utara
  18. Sulawesi Tengah
  19. Sulawesi Barat
  20. Sulawesi Selatan
  21. Sulawesi Tenggara
  22. Maluku Utara
  23. Maluku
  24. Papua Barat Daya
  25. Papua Barat
  26. Papua Tengah
  27. Papua Pegunungan
  28. Papua
  29. Papua Selatan

  30. Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat:

  31. Sumatera Utara
  32. Riau
  33. Bengkulu
  34. Banten
  35. DKI Jakarta
  36. Daerah Istimewa Yogyakarta
  37. Jawa Timur
  38. Nusa Tenggara Barat
  39. Nusa Tenggara Timur

  40. Wilayah yang berpotensi angin kencang:

  41. Banten
  42. Jawa Timur
  43. Maluku
  44. Nusa Tenggara Timur
  45. Sulawesi Selatan

Minggu, 28 Desember 2025

  1. Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat:
  2. Aceh
  3. Sumatera Bara
  4. Riau
  5. Kepulauan Riau
  6. Jambi
  7. Sumatera Selatan
  8. Kepulauan Bangka Belitung
  9. Bengkulu
  10. Lampung
  11. Banten
  12. DKI Jakarta
  13. Jawa Barat
  14. Daerah Istimewa Yogyakarta
  15. Jawa Timur
  16. Kalimantan Barat
  17. Kalimantan Tengah
  18. Kalimantan Timur
  19. Kalimantan Selatan
  20. Sulawesi Utara
  21. Gorontalo
  22. Sulawesi Tengah
  23. Sulawesi Barat
  24. Sulawesi Selatan
  25. Sulawesi Tenggara
  26. Maluku Utara
  27. Maluku
  28. Papua Barat Daya
  29. Papua Barat
  30. Papua Tengah
  31. Papua Pegunungan
  32. Papua Selatan

  33. Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat:

  34. Sumatera Utara
  35. Nusa Tenggara Barat
  36. Nusa Tenggara Timur

  37. Wilayah yang berpotensi angin kencang:

  38. Banten
  39. Jawa Barat
  40. Jawa Timur

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang serta memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Mitos vs Fakta: Pria Lebih Sabar Menghadapi Macet Saat Mudik

24 Maret 2026

Ekonomi Pasca Lebaran: Peluang Tumbuh atau Hanya Peningkatan Sementara?

24 Maret 2026

Harga minyak naik, B50 harus dipercepat implementasinya

24 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Samsung A05s Kamera 50MP, Harga Rp2 Juta di Lebaran 2026

24 Maret 2026

Mitos vs Fakta: Pria Lebih Sabar Menghadapi Macet Saat Mudik

24 Maret 2026

Hasil FP2 Moto3 Veda Ega Pratama di P12 Jelang Kualifikasi MotoGP Brasil 2026

24 Maret 2026

10 rumah modern dengan tumbuhan dalam ruangan, menginspirasi!

24 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?