Warisan Abadi Kuncoro Tak Tergantikan
Kematian Kuncoro meninggalkan luka yang dalam bagi Arema FC. Almarhum merupakan sosok penting dalam perjalanan klub Singo Edan, dengan kesetiaannya kepada Arema FC tidak diragukan lagi. Sejak menjadi pemain hingga asisten pelatih, Arema FC selalu ada di hati Kuncoro.
Warisan Kuncoro adalah karakter gaya Malangan dalam sepak bola yang dikenal keras, ngotot, dan tak kenal menyerah. Julukan tukang jagal sempat disematkan kepadanya saat masih aktif sebagai pemain. Permainan keras dan tanpa kompromi menjadi ciri khas yang akan selalu dikenang dari sosok Kuncoro.
Karakter tersebut juga selalu dibawa olehnya saat dipercaya menjadi asisten pelatih Arema FC sejak 2011 silam. Kuncoro sering menggembleng para pemain muda agar tampil tangguh di setiap laga. Ia menjadi motivator di atas lapangan dan teman saat di luar lapangan.
Banyak pemain yang merindukan sosok beliau ketika sudah tiada. “Kuncoro ini meninggalkan warisan di Arema, dan itu yang harus selalu dibawa oleh tim ini,” kata General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.
Manajemen Arema FC tidak memiliki niatan untuk mencari pengganti sosok Kuncoro di tim. Pihaknya sangat menghormati sosok Kuncoro, yang memiliki kesetiaan dan totalitas kepada klub Arema. Kini Arema FC hanya menyisakan dua asisten pelatih, yakni Siswantoro dan Andre Caldas. Andre Caldas yang nantinya akan mengisi peran dan tugas yang ditinggalkan oleh Kuncoro selama menjadi asisten pelatih Arema FC.
“Coach Kuncoro tidak akan tergantikan. Sejauh ini kami gak ada rencana untuk menambah pelatih lain,” urai Yusrinal. “Kita semua tahu, sosok Kuncoro itu seperti apa. Jadi kami akan tetap dengan pelatih yang ada.”
Isu Kepulangan Thales Lira Terjawab
Peluang Thales Lira untuk kembali berseragam Arema FC pada bursa transfer paruh musim ini tampaknya tidak mudah. Meskipun asa untuk kembali ke kandang Singo Edan tetap ada, namun peluang tersebut dinilai tidaklah besar. Pihak manajemen Arema FC pun akhirnya angkat bicara perihal rumor kembalinya bek asal Brasil tersebut.
Pemain yang kini tengah memperkuat Persija Jakarta itu memang sempat digadang-gadang akan ditarik kembali ke Malang setelah Luiz Gustavo, bek andalan Singo Edan, mengalami cedera ACL. Cedera tersebut memaksa Luiz Gustavo mengakhiri kompetisi Super League 2025/2026 lebih cepat.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi (Inal), memberikan penjelasan terkait situasi ini. “Untuk Thales, sejauh ini masih belum. Tapi kami akan melihat dulu komposisi pemain yang ada di tim kita sudah cukup apa belum. Karena bursa transfer masih belum ditutup,” ujar Inal.
Selain Thales Lira, beberapa pemain Persija Jakarta lainnya seperti Ryo Matsumura dan Gustavo Franca juga sempat dikait-kaitkan dengan klub kebanggaan Aremania ini. Akan tetapi, sejauh ini hanya Gustavo Franca yang secara resmi bergabung dan telah diperkenalkan oleh pihak klub.
Terkait kemungkinan di sisa waktu bursa transfer, Inal menambahkan posisi bek tersebut belum masuk dalam daftar prioritas saat ini. “Thales belum ada di list kita, tapi nggak tahu di last menit (bursa transfer) nanti seperti apa. Kita lihat saja nanti,” ucapnya.
Sejauh ini, Arema FC telah mendatangkan dua amunisi baru pada bursa transfer paruh musim, yakni Gustavo Franca dan Gabriel Silva yang sama-sama berasal dari Brasil. Sementara itu, tercatat sudah ada lima pemain yang resmi meninggalkan Singo Edan.
Untuk legiun asing, terdapat nama Paulinho Mocellin, Ian Puleio, dan Yan Motta yang telah hengkang. Sedangkan untuk pemain lokal, terdapat Brandon Scheunemann dan M. Rafli yang memutuskan hijrah ke klub Liga 2.
Misi Besar Gustavo Franca: Bangkitkan Antusiasme Aremania
Arema FC secara resmi memperkuat komposisi tim untuk putaran kedua dengan mendatangkan Gustavo Franca pada Selasa (20/1/2026). Gelandang serang asal Brasil ini sebelumnya merupakan pilar Persija Jakarta yang dipinjamkan ke Singo Edan demi menambah daya gedor tim.
Selama memperkuat Persija di putaran pertama Super League 2025/2026, pemain berusia 27 tahun ini tercatat tampil sebanyak 13 kali. Dari total penampilan tersebut, Gustavo Franca menyumbangkan satu gol dan dua assist untuk Macan Kemayoran.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan perekrutan ini merupakan langkah strategis manajemen. “Perekrutan Gustavo Franca adalah hasil dari evaluasi dan kebutuhan tim untuk menghadapi putaran kedua Super League,” ujar Yusrinal dikutip dari laman resmi klub.
“Tapi kami akan melihat dulu komposisi pemain yang ada di tim kita sudah cukup apa belum. Karena bursa transfer masih belum ditutup,” ujar Inal.




