Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 6 Maret 2026
Trending
  • Jadwal & Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (1/3), Cek Sekarang!
  • 40 Tahun People Power Filipina: Demokrasi dan Ujian Ekonomi di Masa Marcos Jr
  • Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Akhir Pekan Ini, Bagnaia dan Marc Marquez Tampil
  • 10 film pendek Indonesia untuk mengusir kebosanan saat ngabuburit
  • Arsitektur vs Teknik Sipil: Apa Perbedaannya?
  • FAKTA Praktik Korupsi di Bea dan Cukai Sangat Rapi, Ada Safe House Hingga Mobil Khusus
  • Jadwal imsak dan buka puasa Balikpapan Kaltim hari ini 11 Ramadan 2026
  • Baku Tembak, Mainan Khas Makassar di Bulan Ramadhan 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Baku Tembak, Mainan Khas Makassar di Bulan Ramadhan 2026
Olahraga

Baku Tembak, Mainan Khas Makassar di Bulan Ramadhan 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Maret 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Permainan Anak-Anak di Masjid Saat Ramadhan

Pada hari ke-11 Ramadhan, jamaah Shalat Subuh di Masjid HM Takdir Hasan Saleh terlihat lebih banyak dibanding peserta Shalat Tarawih malam sebelumnya. Pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, shaf keempat jamaah laki-laki penuh hingga ke pintu masuk ruang utama. Seorang bocah murid sekolah dasar tidak mendapat tempat di dalam dan makmun di teras masjid. Di balik tirai pembatas, jamaah perempuan bermukena hampir memenuhi satu shaf.

Setelah shalat, belasan jamaah masih bertahan duduk di ruang utama. Mayoritas adalah anak-anak. Mereka tetap berada di dalam masjid ketika para orang dewasa, ayah, om, paman, kakek, beranjak pulang ke rumah masing-masing. Akhir pekan, Minggu, 1 Maret 2026, menjadi waktu golden bagi anak-anak untuk berkreasi.

Ketua Pengurus Masjid HM Takdir Hasan Saleh, Dr M Basri Gaffar, menyampaikan bahwa ia senang melihat anak-anak seperti mereka ini dalam masjid. Biarkan main-main, yang penting ke masjid. Kalau sudah kelewatan mainnya, baru kita ingatkan. M Irfan Asri menambahkan bahwa anak-anak boleh bermain, asalkan tetap menjaga kebersihan dan kesopanan.

Perbedaan Suasana Shalat Subuh dan Tarawih

Situasi ruang utama Masjid HM Takdir Hasan Saleh berbeda antara Shalat Subuh dan Shalat Tarawih. Saat Shalat Tarawih, awalnya diikuti tiga shaf jamaah. Tapi setelah witir, shaf kedua sudah tergerus hingga setengah. Anak-anak nyaris tak terlihat lagi dalam masjid, kecuali dua orang balita yang bersandar di paha ayahnya.

Tapi suasana Shalat Tarawih lebih bising. Jemaah shalat subuh lebih banyak tapi lebih tenang. Senyap. Dan sepi. Tanda-tanda migrasi anak-anak dari ruang utama masjid ke teras dan jalan depan masjid mulai terlihat saat MC, Mutia Salsabila, berdiri di mimbar. Siswi SMKN 1 Makassar itu mengumumkan isi kotak amal, warga yang dapat giliran menyediakan menu buka puasa, dan penceramah.

Saat Ustad Chiyar Hijaz menyampaikan ceramah, Jalan Daeng Tata IV, Parangtambung, sudah ramai. Suara letusan terdengar dari lorong-lorong hingga halaman masjid. Sesekali suara tembakan terdengar dari ruang masjid, di sela wejangan Ustad Chiyar Hijaz. Suasana di salah satu Jalan beraspal terpendek di Kecamatan Tamalate, Makassar, itu seperti perang darat.

Beberapa orang hilir-mudik di tengah jalan menenteng senjata larang panjang. Ada yang membawa dua senjata otomatis. Pistol dan laras panjang. Teras masjid menjadi area paling sengit. Mereka berhadapan. Saling menembak. Ada yang merayap di lantai membidikkan senjata laras panjang. Ada yang berdiri di balik tiang mengarahkan pistol. Sebagian menembak di balik rak besi tempat penyimpanan sendal. Seru. Mengasyikkan.

Itulah permainan anak-anak Makassar di Ramadhan 1447 H. Anak-anak dari Griya Tata Asri, Villa Tata Asri, dan Gading Tata Asri larut dalam skema pertempuran tiap sore, pagi, dan malam.

Mainan Baru Anak-anak Makassar

“Daripada mereka main game di hape terus, lebih baik main tembak-tembak begitu,” kata seorang ayah. Pelurunya watel gel. Biji gel halus yang mengembang jika kena air. “Saya sudah coba tembak kakiku dari jarak 30 cm, tidak ada sakitnya. Peluru hancur kalau kena objek,” kata jamaah masjid lainnya.

Seru Larut dalam Adu Strategi

Fenomena baku tembak-tembak senapan mainan itu bukan habitus Ramadhan biasa. Ia bukan sekadar cerita mainan baru. Mainan baku tembak-tembak itu mencerminkan bagaimana anak-anak membangun ritme Ramadhan mereka sendiri. Masjid tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga titik temu sosial. Anak-anak datang bersama orang tua, bertahan hingga selesai shalat, lalu mengambil alih ruang dengan caranya.

Dalam kacamata sosiologi, inilah proses pembentukan kebiasaan. Anak-anak belajar bahwa masjid adalah tempat yang aman. Bahwa kehadiran mereka tidak diusir. Bahwa suara, gerak, dan energi mereka masih ditoleransi selama berada dalam batas. Masjid tidak sedang mendisiplinkan anak-anak menjadi sosok hening dan kaku. Ia sedang mengenalkan keterikatan. Anak-anak boleh berisik di luar, tetapi tahu kapan harus diam di dalam. Mereka boleh bermain perang, tetapi setelah berdiri sejajar dalam shaf.

Di tengah kekhawatiran orang tua tentang anak-anak yang tenggelam dalam layar gawai, pemandangan ini menawarkan pembacaan lain. Tubuh-tubuh kecil itu masih bergerak. Masih berlari. Masih membangun imajinasi bersama. Masih berelasi seadanya. Masjid memberi ruang tanpa harus mengatur segalanya. Dan mungkin, di sinilah kerja sosial Ramadhan berlangsung paling nyata.

Geser Latto-latto dan Baraccung

Beberapa tahun, terutama tahun 20023-2034, sebelum Ramadhan ini, anak-anak Makassar sempat tenggelam dalam demam latto-latto. Mainan sederhana itu menjelma isu nasional. Suaranya menggema di lorong-lorong kampung, halaman sekolah, hingga pinggir jalan. Ada yang menganggapnya mengganggu, ada pula yang melihatnya sebagai tanda hidupnya kembali permainan tradisional di tengah kepungan gawai.

Latto-latto dimainkan sendiri. Satu anak, dua bola, dan bunyi berulang yang memekakkan. Ia melatih ritme tangan, tetapi tidak selalu membangun kebersamaan. Anak-anak bisa berdiri berdampingan, namun masing-masing sibuk dengan bunyinya sendiri. Permainan tembak-tembakan water gel yang kini mengisi halaman dan teras masjid bekerja berbeda. Ia menuntut kerja tim.

Ada kawan, ada lawan, ada strategi, ada wilayah. Anak-anak harus berbagi peran: siapa menyerang, siapa bertahan, siapa berlindung. Tubuh bergerak, mata mengawasi, dan teriakan menjadi bagian dari koordinasi. Peralihan ini menarik dibaca bukan sebagai soal mainan semata, tetapi perubahan pola bermain. Dari permainan individual menuju permainan kolektif. Dari bunyi yang berulang menuju gerak yang saling menanggapi.

Dan yang tak kalah penting, lokasi bermainnya berubah. Jika latto-latto menjelajah ruang publik tanpa batas, permainan tembak-tembakan Ramadhan ini justru berakar di sekitar masjid. Anak-anak datang karena shalat, bertahan karena ruang, lalu bermain karena merasa diterima.

Masjid, dalam situasi ini, tidak sedang bersaing dengan dunia anak-anak. Ia tidak melarang, tidak mengusir, tidak menertibkan berlebihan. Ia membiarkan permainan tumbuh di sekelilingnya, selama inti ritual tetap dihormati. Barangkali di situlah perbedaannya. Latto-latto adalah bunyi yang menuntut perhatian, sementara tembak-tembakan ini adalah gerak yang mencari ruang.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Man United vs Crystal Palace di Liga Inggris, di TV mana?

5 Maret 2026

Prediksi Persiba vs PSIS: Laga Kunci Tim Papan Bawah

5 Maret 2026

Jadwal Liga Inggris: Man United vs Palace, Chelsea vs Arsenal Malam Ini

5 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal & Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (1/3), Cek Sekarang!

5 Maret 2026

40 Tahun People Power Filipina: Demokrasi dan Ujian Ekonomi di Masa Marcos Jr

5 Maret 2026

Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Akhir Pekan Ini, Bagnaia dan Marc Marquez Tampil

5 Maret 2026

10 film pendek Indonesia untuk mengusir kebosanan saat ngabuburit

5 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?