Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Februari 2026
Trending
  • Hal-hal Kecil yang Sering Diabaikan Saat Ramadhan: Panduan Lengkap Menghindarinya
  • Prediksi Skor Tampines vs Cong An Ha Noi 18 Februari 2026
  • Industri tekstil RI berharap untung dari pertemuan Prabowo–Trump
  • Art di Bandung Pukul Anak Majikan, Ibu Korban Tak Laporkan, Lesti: Iblis
  • 7 Perbedaan MSCI dan FTSE yang Harus Diketahui Investor
  • Keeway XDV180 EVO: Lawan Tangguh Honda ADV di Segmen Skutik Futuristik
  • Jadwal KM Wilis 18 Februari – 10 Maret 2026: Rute Ke Kalabahi, Kupang, Ende
  • Keuangan Stabil, 6 Shio Dekati Puncak Sukses Pasca Imlek 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Aturan iklim ketat mengurangi semangat lingkungan
Ragam

Aturan iklim ketat mengurangi semangat lingkungan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Iklim dan Kebiasaan Harian

Upaya dalam menanggulangi perubahan iklim seringkali diterjemahkan ke dalam tindakan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan mobil pribadi, menghemat energi di rumah, atau mengubah pola makan. Banyak individu yang secara sadar dan sukarela telah menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini sebagai bentuk dukungan mereka terhadap kelestarian lingkungan.

Namun, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Sustainability mengungkapkan paradoks yang menarik. Ketika kebiasaan-kebiasaan baik ini diubah menjadi aturan wajib oleh pemerintah, dukungan publik justru cenderung menurun. Para peneliti dari Santa Fe Institute Amerika Serikat, Katrin Schmelz, menjelaskan dalam studinya bahwa kontrol yang terlalu berlebihan dari pihak eksternal seperti pemerintah justru menurunkan minat masyarakat untuk ikut andil dalam aksi iklim tersebut.

Kebijakan dapat mengubah nilai-nilai mendasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa kebijakan iklim yang bersifat memaksa juga dapat menjadi bumerang bagi motivasi masyarakat. Alih-alih memperkuat komitmen, aturan yang dirancang dengan pendekatan kontrol ketat justru berpotensi mengikis nilai-nilai lingkungan yang sudah tertanam dalam diri individu.

Fenomena psikologis ini dikenal sebagai crowding out, di mana kontrol eksternal dari pemerintah justru mendesak keluar motivasi internal seseorang. Ketika warga merasa otonomi mereka terancam atau hilang karena aturan yang kaku, timbul reaksi penolakan yang disebut sebagai control aversion atau keengganan terhadap kontrol. Akhirnya memicu resistensi terhadap kebijakan tersebut.

Perbandingan dengan Kebijakan Covid-19

Studi ini memberikan contoh perbandingan antara kebijakan Covid-19 lalu. Menurut peneliti, penolakan terhadap mandat iklim tampak 52 persen lebih tinggi daripada penolakan terhadap pengendalian pandemi. Hal ini menjadi peringatan bagi pembuat kebijakan bahwa pendekatan paksa tidak selalu efektif.

Menurut studi ini, kunci keberhasilan jangka panjang terletak pada perancangan kebijakan yang cerdas tapi tetap menghormati kebebasan individu. Selain itu, juga memberikan alternatif yang realistis, seperti transportasi umum yang andal sebelum membatasi kendaraan pribadi, dan membangun kepercayaan bahwa aturan tersebut benar-benar efektif mengurangi emisi, bukan sekadar simbolis belaka.

Faktor Penting dalam Penerimaan Kebijakan

Namun perlu dipahami bahwa tidak semua kebijakan menimbulkan penolakan yang sama. Penelitian menunjukkan bahwa keyakinan tentang efektivitas memainkan peran kunci. Ketika masyarakat percaya bahwa suatu kebijakan benar-benar mengurangi emisi, penentangan akan berkurang.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam merancang kebijakan lingkungan meliputi:

  • Peningkatan kesadaran masyarakat: Memberikan edukasi yang cukup agar masyarakat memahami pentingnya kebijakan lingkungan.
  • Partisipasi aktif masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan agar mereka merasa memiliki kepentingan dalam kebijakan tersebut.
  • Transparansi dan akuntabilitas: Membuka data dan informasi terkait kebijakan sehingga masyarakat dapat memantau efektivitasnya.
  • Alternatif yang realistis: Menyediakan solusi alternatif yang bisa diakses masyarakat, seperti transportasi umum yang nyaman dan efisien.

Dengan pendekatan yang tepat, kebijakan lingkungan tidak hanya bisa diterima oleh masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan partisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dalam hal ini, peran pemerintah adalah sebagai fasilitator, bukan sebagai pihak yang memaksakan kebijakan tanpa mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Keeway XDV180 EVO: Lawan Tangguh Honda ADV di Segmen Skutik Futuristik

21 Februari 2026

Kijang Super 2026: Nostalgia Mobil Rakyat dengan Mesin Hybrid Ramah Lingkungan

21 Februari 2026

Yamaha FreeGo Terbaru Hadir dengan Fitur Mewah!

21 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hal-hal Kecil yang Sering Diabaikan Saat Ramadhan: Panduan Lengkap Menghindarinya

21 Februari 2026

Prediksi Skor Tampines vs Cong An Ha Noi 18 Februari 2026

21 Februari 2026

Industri tekstil RI berharap untung dari pertemuan Prabowo–Trump

21 Februari 2026

Art di Bandung Pukul Anak Majikan, Ibu Korban Tak Laporkan, Lesti: Iblis

21 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?