Kehadiran Stadion Swarnabhumi dan Harapan Sepak Bola Jambi
Di Stadion Swarnabhumi Pijoan, Muaro Jambi, suasana pada Minggu (25/1/2026) sore terasa sangat berbeda. Sorak sorai ribuan penonton yang hadir di sana perlahan mereda. Beberapa orang mulai beranjak pulang, sementara sebagian lainnya masih bertahan, enggan melepas momen penutupan Gubernur Cup 2026 yang baru saja berakhir.
Panasnya final Gubernur Cup 2026 masih terasa hingga luar stadion. Pertandingan antara Kota Jambi dan Kabupaten Merangin berhasil menarik ribuan penggemar sepak bola ke stadion baru milik Provinsi Jambi tersebut. Di tengah suasana itu, Gubernur Jambi Al Haris berdiri untuk menutup turnamen yang selama beberapa hari terakhir menyedot perhatian ribuan pasang mata.
Bagi Al Haris, Gubernur Cup bukan sekadar ajang kompetisi antardaerah, melainkan ruang untuk menumbuhkan kembali mimpi besar sepak bola Jambi.
Deretan pejabat hadir menyaksikan momen tersebut. Termasuk Wakil Gubernur Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi, jajaran Forkopimda, hingga pimpinan OPD Provinsi Jambi tampak di tribun kehormatan. Hadir pula Sekretaris Jenderal PSSI Pusat Yunus Nusi, Ketua Asprov PSSI Jambi, Ketua KONI Jambi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, serta Bupati Merangin.
Al Haris mengaku memahami antusiasme penonton yang memadati stadion. Bahkan, ketika terjadi kericuhan di menit ke-86 pertandingan final, para suporter tetap menunjukkan kedewasaan. Tak ada lemparan, tak ada keributan di tribun.
“Saya mengapresiasi penonton. Pemainnya sempat panas, tapi suporternya tetap sportif. Ini modal besar sepak bola kita,” kata Al Haris.
Menurutnya, Stadion Swarnabhumi harus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Jambi. Ia berharap kehadiran stadion berstandar ini mampu meningkatkan gairah latihan, memperbanyak sekolah sepak bola (SSB), dan melahirkan talenta-talenta baru.
“Anak-anak muda kita harus punya ruang yang baik. Stadion ini harus jadi wadah kebangkitan sepak bola Jambi,” ujarnya.
Lebih jauh, Al Haris menatap masa depan yang lebih besar. Dia ingin Jambi tak hanya ramai saat turnamen, tetapi juga memiliki klub yang berlaga di kompetisi nasional.
“Sekjen PSSI sudah menyampaikan, Jambi ke depan harus punya klub. Kalau ada liga dan ada klub, saya yakin stadion ini akan kembali penuh,” katanya optimistis.
Pandangan itu diamini Sekjen PSSI Pusat Yunus Nusi. Dia mengungkapkan terkesan dengan kedewasaan penonton Jambi, meski tensi pertandingan sempat memanas.
“Saya bangga. Pemainnya berseteru, tapi penontonnya tidak ikut-ikutan. Ini yang penting,” ujar Yunus.
Menurutnya, pembinaan mental pemain akan menjadi perhatian ke depan agar insiden serupa tidak terulang. Namun, secara umum, dia menilai atmosfer sepak bola Jambi sudah berada di jalur yang tepat.
Yunus juga mengapresiasi pembangunan Stadion Swarnabhumi yang dinilainya memenuhi standar PSSI. Dengan kapasitas lebih dari 10 ribu penonton dan kualitas rumput yang baik, stadion ini disebut layak menjadi kandang klub profesional.
“Sebenarnya stadion ini sudah layak untuk Liga 2. Animo penontonnya luar biasa. Gubernur Cup rasa Liga 2, bahkan rasa Liga 1,” katanya.
Harapan Munculnya Klub Liga 1 dan Liga Nasional
Sementara itu, di tribun penonton, Finandio masih terlihat antusias meski laga telah usai. Baginya, pertandingan final tetap meninggalkan kesan mendalam.
“Pertandingannya menarik. Lapangannya datar, fasilitasnya bagus,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Irfan. Dia menikmati laga final dan berharap sepak bola Jambi tak berhenti sampai di turnamen.
“Kami berharap Jambi punya klub sendiri. Masuk liga nasional, minimal Liga 1 dari Provinsi Jambi,” katanya.
Sore itu, di Stadion Swarnabhumi, bukan hanya trofi yang diserahkan. Ada harapan yang kembali dinyalakan, tentang nyala api sepak bola Jambi yang akan mulai memanas, untuk masuk panggung nasional.



