Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 4 Maret 2026
Trending
  • AS resmi hilangkan bea masuk pesawat Brasil
  • Ideal! Denah Rumah 3 Kamar 8×12 Dua Lantai
  • Update Kasus Fandi Ramadhan: Orang Tua Minta Keadilan, Hotman Paris dan Habiburokhman Beri Pembelaan
  • Skema TPG Bulanan yang Masih Bisa Rapel? Ini Penyebab Tunjangan Menumpuk dan Cara Menghindarinya
  • Prediksi Skor Borussia Monchengladbach vs Union Berlin 28 Februari 2026: Statistik Pertemuan Kedua Tim
  • Kalender Jawa 19 Februari 2026: Peruntungan dan Makna Weton Kamis Pahing
  • Pemeriksaan Fakta: Apakah Trump Panik Dengar Takbir?
  • Orang yang Tahan Gadget Saat Nonton Film Punya 6 Kecakapan Langka Ini, Kata Psikologi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»AS resmi hilangkan bea masuk pesawat Brasil
Ekonomi

AS resmi hilangkan bea masuk pesawat Brasil

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pemerintah Brasil Bersyukur atas Keputusan AS yang Bebaskan Tarif Impor Pesawat

Pemerintah Brasil menyambut baik keputusan okanisasi Washington, Amerika Serikat (AS), yang membebaskan bea masuk bagi ekspor pesawat terbang asal Brasil ke pasar Amerika Utara. Kebijakan ini menjadi titik balik penting dalam hubungan dagang kedua negara, mengingat sebelumnya produk kedirgantaraan Brasil sempat terancam oleh beban tarif tinggi yang memberatkan industri manufaktur nasional.

Keputusan tersebut dipandang sebagai kemenangan strategis bagi sektor kedirgantaraan Brasil, terutama bagi Embraer yang merupakan produsen pesawat utama di pasar global. Melalui penerapan tarif nol persen, produk-produk Brasil kini memiliki posisi tawar yang setara dengan kompetitor internasional lainnya.

1. AS Hapus Tarif Impor Pesawat Brasil untuk Jaga Stabilitas Industri Penerbangan

Kebijakan penghapusan tarif impor dari 10 persen menjadi 0 persen secara resmi menghilangkan hambatan biaya yang sebelumnya diproyeksikan membebani ekspor jet regional sebesar 9 juta dolar AS (Rp151,5 miliar) per unit. Langkah yang diumumkan pada Selasa (24/2) ini meningkatkan efisiensi bagi maskapai penerbangan di AS yang sangat bergantung pada armada buatan Brasil.

Melalui penghapusan beban fiskal tersebut, Embraer dapat mempertahankan dominasi pasarnya di AS, yang merupakan tujuan utama bagi 45 persen pesawat komersial dan 70 persen jet eksekutif mereka. Tanpa kebijakan ini, Embraer diperkirakan akan kehilangan pendapatan hingga 3,6 miliar dolar AS (Rp60,6 triliun) sampai tahun 2030.

“Mengingat relevansi pasar ini, kami memperkirakan bahwa jika rencana tarif ini berlanjut pada besaran tersebut, kami akan mengalami dampak yang mirip dengan pandemi COVID-19 dalam hal penurunan pendapatan perusahaan,” kata Francisco Gomes Neto, Chief Executive Officer Embraer, dilansir Economic Times.

Keputusan AS untuk memberikan pengecualian tarif ini tidak lepas dari dukungan kuat operator penerbangan regional seperti SkyWest Airlines dan Republic Airways. Para operator tersebut sangat mengandalkan model pesawat E175 untuk menjaga stabilitas operasional transportasi udara domestik mereka. Selain itu, kerja sama strategis Embraer dengan perusahaan-perusahaan AS, termasuk penggunaan mesin General Electric, memperkuat argumen bahwa kebijakan bebas tarif ini saling menguntungkan bagi kedua negara karena turut mendukung ribuan lapangan kerja di sektor manufaktur AS.

2. Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Impor Pesawat Asal Brasil

Penetapan tarif nol persen untuk pesawat terbang asal Brasil merupakan dampak langsung dari putusan Mahkamah Agung AS. Pengadilan menyatakan, penggunaan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) oleh presiden untuk mengenakan tarif adalah tidak sah secara hukum.

Keputusan ini memaksa pemerintah AS untuk merombak aturan tarifnya dan beralih menggunakan Seksi 122 dari Trade Act tahun 1974. Meski menerapkan tarif global sementara, AS memberikan pengecualian luas bagi sektor kedirgantaraan guna melindungi kepentingan ekonomi nasional dan kepatuhan terhadap perjanjian internasional.

Transisi hukum ini memberikan kepastian bagi Embraer dan mengakhiri kekhawatiran akan lonjakan bea masuk pada pengiriman komoditas lainnya dari Brasil ke AS. Langkah ini dianggap sangat penting untuk menjaga stabilitas perdagangan antar kedua negara.

Meskipun AS tetap memberlakukan tarif global sebesar 10 hingga 15 persen pada beberapa kategori produk lain, sektor kedirgantaraan serta suku cadang pesawat secara eksplisit masuk dalam daftar pengecualian karena dianggap sebagai komponen vital infrastruktur ekonomi global. Keberhasilan diplomasi perdagangan ini memastikan hubungan industri antara São Paulo dan Washington tetap terjaga di bawah kerangka kerja legal yang lebih stabil.

“Pesawat terbang merupakan komoditas ekspor utama ketiga Brasil ke AS pada tahun 2024 dan 2025, dengan nilai tambah tinggi serta konten teknologi yang penting,” kata Kementerian Pengembangan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Brasil (MDIC).

3. Penghapusan Tarif Pesawat Brasil ke AS Perkuat Daya Saing Ekspor

Penghapusan tarif ekspor pesawat memberikan dampak positif yang luas bagi neraca perdagangan Brasil, di mana sekitar 46 persen dari total ekspor ke AS kini terbebas dari bea masuk tambahan. Kebijakan yang bernilai kolektif sekitar 17,5 miliar dolar AS (Rp294,5 triliun) tersebut juga mengakhiri diskriminasi harga yang sebelumnya dialami produk Brasil dibandingkan dengan pesaing dari Kanada dan Prancis. Langkah ini secara efektif memulihkan prinsip perdagangan bebas yang adil sesuai dengan standar internasional.

Keberhasilan di sektor penerbangan ini diharapkan menjadi pendorong bagi pemulihan sektor ekspor lainnya, seperti agribisnis dan manufaktur ringan, yang juga mengalami penurunan tarif signifikan dari 50 persen menjadi 10 persen. Mengingat pesanan Embraer yang mencapai nilai tertinggi dalam sembilan tahun terakhir sebesar 31 miliar dolar AS (Rp521,8 triliun), stabilitas tarif di pasar AS menjadi pilar utama untuk memastikan target pengiriman pesawat tahunan tercapai tanpa hambatan biaya tambahan bagi pembeli. Pemerintah Brasil menegaskan komitmennya untuk terus berdialog dengan Washington guna meminimalkan dampak tarif pada sektor lain yang masih terdampak.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Laba Rp57,13 T, BRI Kuatkan Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

4 Maret 2026

Setahun Beroperasi, Bank Emas Pegadaian Kelola 40,51 Ton Emas

4 Maret 2026

Kasus Penggelapan Aset Pimpin Wanteg Sekuritas Diungkap

3 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

AS resmi hilangkan bea masuk pesawat Brasil

4 Maret 2026

Ideal! Denah Rumah 3 Kamar 8×12 Dua Lantai

4 Maret 2026

Update Kasus Fandi Ramadhan: Orang Tua Minta Keadilan, Hotman Paris dan Habiburokhman Beri Pembelaan

4 Maret 2026

Skema TPG Bulanan yang Masih Bisa Rapel? Ini Penyebab Tunjangan Menumpuk dan Cara Menghindarinya

4 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?