Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Maret 2026
Trending
  • Chery KP31: Pick-up Hybrid Tangguh yang Mengancam Hilux dan Triton
  • Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat
  • Pelaksanaan Musorpov KONI Riau Tidak Jelas, TPP Diminta Laporkan ke Plt Gubernur Riau
  • Sidang Chromebook Bongkar Harga Asli, Jutaan Perangkat Masih Berjalan Optimal
  • AS Izinkan Impor Minyak Rusia untuk Jaga Stok Global
  • Zea Ashraff, Anak Bupati Pekalongan, Diduga Nikmati Uang Korupsi
  • Balas Dendam, Mojtaba Khamenei Pimpin Iran Tantang AS-Israel
  • PSM Makassar Kena Comeback 1-2 oleh Malut United, Dua Gol dalam Tiga Menit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»AS Izinkan Impor Minyak Rusia untuk Jaga Stok Global
Ekonomi

AS Izinkan Impor Minyak Rusia untuk Jaga Stok Global

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pemerintah AS Beri Izin Sementara Kepada India untuk Membeli Minyak Rusia

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memberikan izin sementara kepada perusahaan penyulingan di India untuk meningkatkan pembelian minyak mentah dari Rusia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap konflik militer di kawasan Teluk Persia yang telah mengganggu arus pasokan energi dunia secara besar-besaran.

Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam strategi luar negeri AS. Selama beberapa bulan terakhir, Washington terus membujuk India agar mengurangi ketergantungan energi dari Rusia. Namun, ketidakpastian keamanan di jalur pelayaran penting memaksa Amerika untuk melonggarkan aturan tersebut demi menjaga kestabilan pasar internasional.

Izin Khusus bagi India untuk Memperoleh Minyak Rusia

Departemen Keuangan AS resmi memberikan pelonggaran sementara terhadap sanksi minyak Rusia. Izin khusus ini berlaku bagi minyak mentah yang sudah dimuat ke kapal tanker sebelum Kamis (5/3/2026), untuk dikirim langsung ke India guna memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mendesak. Kebijakan darurat ini hanya berlaku dalam waktu singkat dan akan berakhir secara otomatis pada 4 April 2026 mendatang.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menjelaskan, langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan minyak dunia yang sedang tertekan akibat krisis di Timur Tengah. Menurutnya, izin ini tidak akan memberikan keuntungan besar bagi pemerintah Rusia karena hanya berlaku untuk muatan minyak yang saat ini sudah berada di laut.

“Untuk memungkinkan minyak tetap mengalir ke pasar global, Departemen Keuangan mengeluarkan pengabaian sementara selama 30 hari guna mengizinkan penyulingan India membeli minyak Rusia,” kata Bessent.

Keputusan Washington ini membawa kabar baik bagi industri pengolahan minyak di India yang sedang kesulitan mendapatkan pasokan. Saat ini, tercatat ada sekitar 22 juta barel minyak Rusia yang tertahan di perairan Asia, termasuk di dekat Singapura dan India, karena ketidakpastian hukum.

Konflik di Teluk Persia Ganggu Pasokan Energi Dunia

Konflik bersenjata yang pecah di Teluk Persia telah mengguncang pasokan energi dunia setelah Iran menutup total Selat Hormuz. Jalur laut ini sangat penting karena menyalurkan sekitar 20 persen kebutuhan minyak dan gas dunia. Akibatnya, pengiriman minyak dari negara-negara besar seperti Irak, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menjadi terhambat, sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan energi internasional.

Menteri Minyak dan Gas Bumi India, Hardeep Singh Puri memastikan, cadangan energi negaranya masih dalam kondisi aman di tengah situasi darurat ini. Dalam rapat bersama parlemen, ia menjelaskan bahwa India telah menyiapkan simpanan minyak untuk menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah India merasa yakin bahwa izin tambahan untuk membeli minyak dari Rusia akan membantu menutupi kekurangan pasokan untuk sementara waktu.

“Cadangan minyak darurat India bisa mencukupi kebutuhan selama 74 hari jika terjadi gangguan dunia dalam bentuk apa pun,” kata Hardeep Singh Puri.

Solusi Sementara, Bukan Jawaban Jangka Panjang

Kebijakan terbaru AS yang memberikan izin bagi India untuk membeli minyak dari Rusia diambil untuk mencegah krisis ekonomi di New Delhi, yang merupakan mitra penting bagi Amerika, sekaligus menjaga agar harga bensin di AS tetap stabil. Meskipun sebelumnya sempat memberikan pajak impor yang tinggi, Amerika kini melonggarkan aturan tersebut agar pasokan energi tetap berjalan.

“India adalah mitra penting AS, dan kami sepenuhnya mengantisipasi bahwa New Delhi akan meningkatkan pembelian minyak AS,” kata Bessent.

Meskipun kebijakan ini memberikan napas lega, para pengamat memperingatkan, izin selama 30 hari ini hanyalah solusi jangka pendek. Masalah utama sebenarnya adalah macetnya pengiriman minyak dalam jumlah besar dari kawasan Teluk Persia akibat konflik yang masih berlangsung. Warren Patterson, seorang pakar ekonomi, menilai, tambahan minyak dari Rusia belum cukup untuk menutupi kerugian akibat krisis di Timur Tengah.

“Ini mungkin dapat meredakan tekanan di pasar dalam jangka pendek, tetapi pada akhirnya dengan hilangnya pasokan Teluk Persia hingga 20 juta barel per hari, ini bukan pengubah keadaan bagi pasar,” kata Patterson.

Perkembangan Terkini

Turki semakin memperbanyak impor minyak non-Rusia setelah adanya sanksi terbaru AS. Di sisi lain, AS juga menekan Jepang untuk menghentikan impor minyak dan gas alam dari Rusia. Seiring dengan itu, hubungan AS-India masih tegang terkait isu impor minyak Rusia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kesalahan keuangan yang sering diabaikan banyak orang

15 Maret 2026

Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat

15 Maret 2026

Laba Bersih PGN Naik di 2025, Ini Rekomendasi Sahamnya

15 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Chery KP31: Pick-up Hybrid Tangguh yang Mengancam Hilux dan Triton

15 Maret 2026

Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat

15 Maret 2026

Pelaksanaan Musorpov KONI Riau Tidak Jelas, TPP Diminta Laporkan ke Plt Gubernur Riau

15 Maret 2026

Sidang Chromebook Bongkar Harga Asli, Jutaan Perangkat Masih Berjalan Optimal

15 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?