Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 4 April 2026
Trending
  • Andrie Yunus: Terima Kasih Dukungan, Saya Tetap Kuat Hadapi Teror Penjilat
  • Wisata Bahari Jadi Incaran Wisatawan Cirebon Saat Lebaran
  • Final Piala Dunia 2026: Strategi Timnas Indonesia vs Bulgaria, Kecerdikan John Herdman
  • AHY Bocorkan Peran SBY di Balik Nama Putra Kedua, Asal Usul Arjuna Hanyokrokusumo
  • Pengamen Tewas Saat Ditangkap, Keluarga Belum Temukan Identitas dan Barangnya
  • Risiko meminjamkan akun keuangan terhadap laporan kredit
  • Cara Aktifkan 2 WhatsApp di Satu Ponsel untuk Bisnis dan Pribadi
  • Mengapa Mobil Baru Lebih Rentan Perawatan Rutin?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Apakah Mematikan Kontrol Traksi Bantu Di Tanjakan Licin?
Teknologi

Apakah Mematikan Kontrol Traksi Bantu Di Tanjakan Licin?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Cara Kerja Sistem Kontrol Traksi yang Membatasi Momentum

Sistem kontrol traksi beroperasi menggunakan sensor kecepatan roda yang terhubung dengan unit komputer kendaraan. Ketika sistem mendeteksi salah satu roda berputar lebih cepat daripada roda lainnya (selip), komputer akan segera mengintervensi dengan mengurangi semburan bahan bakar ke mesin atau mengerem roda tersebut secara otomatis. Tujuannya adalah untuk mengembalikan traksi agar ban tidak terus berputar di tempat.

Masalah muncul saat mobil sedang mendaki tanjakan curam yang licin atau berpasir. Pada medan seperti ini, sedikit selip pada roda sering kali tidak terhindarkan. Jika sistem terus-menerus memotong tenaga mesin untuk menghentikan selip, mobil akan kehilangan momentum yang sangat dibutuhkan untuk melawan gravitasi. Akibatnya, putaran mesin akan drop secara drastis dan mobil perlahan berhenti atau bahkan mati mesin di tengah tanjakan karena tidak ada daya dorong yang tersisa.

Keuntungan Mematikan Fitur Saat Menghadapi Medan Berpasir

Menonaktifkan Traction Control melalui tombol fisik di dasbor memungkinkan roda untuk terus berputar meskipun sedang selip. Dalam kondisi jalan berpasir atau kerikil halus, putaran roda yang terus-menerus terkadang justru membantu ban untuk “menggali” permukaan hingga menemukan lapisan tanah yang lebih keras di bawahnya. Hal ini memberikan peluang bagi kendaraan untuk mendapatkan cengkeraman mekanis yang lebih baik daripada sekadar dibatasi oleh sistem elektronik.

Dengan mematikan fitur ini, pengemudi memiliki kendali penuh atas putaran mesin (RPM). Momentum yang terjaga akan mendorong mobil merayap naik secara perlahan meskipun roda terlihat sedikit berputar liar. Tanpa intervensi pengereman otomatis dari sistem TCS, seluruh tenaga dari transmisi akan disalurkan langsung ke roda, memberikan daya dorong maksimal yang sangat krusial untuk menaklukkan sudut kemiringan tanjakan yang cukup ekstrem.

Batasan dan Risiko Keselamatan yang Perlu Diperhatikan

Meskipun mematikan kontrol traksi sangat efektif untuk membantu mobil bergerak di tanjakan licin, tindakan ini bukan tanpa risiko. Tanpa pengawasan elektronik, mobil cenderung lebih mudah mengalami fishtailing atau pergeseran bagian belakang ke arah samping. Hal ini sangat berbahaya jika tanjakan tersebut berada di pinggir jurang atau jalan yang sempit, karena pengemudi harus lebih cekatan dalam melakukan koreksi pada kemudi untuk menjaga arah mobil tetap lurus.

Penting untuk diingat bahwa setelah berhasil melewati area tanjakan yang sulit dan kembali ke permukaan aspal yang normal, fitur kontrol traksi harus segera diaktifkan kembali. Berkendara di jalan raya tanpa bantuan TCS akan meningkatkan risiko kecelakaan saat melakukan manuver mendadak atau ketika melintasi genangan air (aquaplaning). Penggunaan tombol nonaktif ini sebaiknya hanya bersifat sementara dan khusus untuk situasi di mana momentum kendaraan jauh lebih berharga daripada stabilitas elektronik sesaat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Cara Aktifkan 2 WhatsApp di Satu Ponsel untuk Bisnis dan Pribadi

4 April 2026

Ericsson umumkan portofolio inovatif berbasis AI untuk tingkatkan kinerja jaringan

3 April 2026

Apakah pajak mobil hybrid lebih tinggi daripada mobil konvensional?

3 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Andrie Yunus: Terima Kasih Dukungan, Saya Tetap Kuat Hadapi Teror Penjilat

4 April 2026

Wisata Bahari Jadi Incaran Wisatawan Cirebon Saat Lebaran

4 April 2026

Final Piala Dunia 2026: Strategi Timnas Indonesia vs Bulgaria, Kecerdikan John Herdman

4 April 2026

AHY Bocorkan Peran SBY di Balik Nama Putra Kedua, Asal Usul Arjuna Hanyokrokusumo

4 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?