Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 24 Maret 2026
Trending
  • Samsung A05s Kamera 50MP, Harga Rp2 Juta di Lebaran 2026
  • Mitos vs Fakta: Pria Lebih Sabar Menghadapi Macet Saat Mudik
  • Hasil FP2 Moto3 Veda Ega Pratama di P12 Jelang Kualifikasi MotoGP Brasil 2026
  • 10 rumah modern dengan tumbuhan dalam ruangan, menginspirasi!
  • Berita Duka: Chuck Norris Meninggal, Legenda Film Bruce Lee dan The Expendables 2
  • Ekonomi Pasca Lebaran: Peluang Tumbuh atau Hanya Peningkatan Sementara?
  • Ubedilah Badrun Beberkan 3 Kemungkinan Pelaku di Balik Kasus Andrie Yunus
  • Harga minyak naik, B50 harus dipercepat implementasinya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Apakah BBM Siang Lebih Boros? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Teknologi

Apakah BBM Siang Lebih Boros? Ini Penjelasan Ilmiahnya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perbedaan Volume BBM di Siang dan Malam Hari

BBM seperti bensin dan solar mengalami perubahan volume akibat perubahan suhu. Namun, perubahan ini sangat kecil dan tidak terasa dalam penggunaan sehari-hari. Sebagian masyarakat masih percaya bahwa membeli BBM pada siang hari lebih boros dibandingkan malam hari. Hal ini membuat sebagian pengendara memilih mengisi bensin di malam atau dini hari dengan harapan mendapatkan isi yang lebih “banyak”.

Namun, apakah benar anggapan tersebut secara ilmiah? Menurut Leopold Oscar Nelwan, dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi efeknya sangat kecil dan tidak signifikan.

Pemuaian BBM Akibat Suhu

Secara fisika, BBM seperti bensin dan solar akan mengalami pemuaian ketika suhu meningkat. Pemuaian ini menyebabkan volume BBM sedikit bertambah, sementara massa dan kandungan energi totalnya tetap. Koefisien muai volumetrik untuk bensin berada pada kisaran 0,00095–0,0011 per derajat Celsius, sedangkan untuk solar sekitar 0,0007–0,0009 per derajat Celsius.

Sistem penjualan BBM saat ini masih berbasis volume (liter), bukan massa. Oleh karena itu, secara teori suhu dapat memengaruhi volume BBM yang diterima konsumen. Pada rantai pasok di tingkat hulu, volume BBM umumnya telah dikoreksi ke suhu standar 15 derajat Celsius. Namun, pada tingkat hilir atau konsumen, koreksi tersebut belum menjadi kewajiban.

Perbedaan Volume dan Pengaruhnya

Akibatnya, pada volume yang sama dapat terjadi sedikit perbedaan massa dan kandungan energi jika suhu BBM berbeda. Meski demikian, pengaruh suhu lingkungan relatif kecil karena tangki penyimpanan BBM dirancang dengan sistem insulasi tertentu. Hal ini membuat perbedaan suhu BBM antara siang dan malam hari juga tidak terlalu besar.

Sebagai contoh, pengisian 40 liter bensin pada siang hari dengan suhu BBM sekitar 2–3 derajat Celsius lebih tinggi dibanding malam hari. Dengan koefisien muai bensin sekitar 0,001 per derajat Celsius, perbedaan volume akibat suhu tersebut diperkirakan kurang dari 0,1 liter per 40 liter. Untuk solar, selisihnya bahkan lebih kecil lagi.

Dampak dalam Praktik Berkendara

Dalam praktik berkendara, perbedaan tersebut setara dengan beberapa kilometer jarak tempuh dan sangat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti gaya mengemudi, kondisi lalu lintas, tekanan ban, serta kondisi kendaraan. Oleh karena itu, Leopold menyarankan masyarakat tidak perlu mengatur waktu khusus untuk mengisi BBM.

Faktor kenyamanan, keselamatan, dan kebutuhan perjalanan jauh lebih penting dibanding memilih waktu siang atau malam hari. Jika sengaja keluar malam hari hanya untuk mengisi bensin dengan jarak beberapa kilometer, bisa jadi justru BBM yang terpakai lebih banyak.

Rekomendasi untuk Konsumen

Leopold juga menekankan pentingnya fokus pada jumlah liter sesuai kebutuhan, kualitas layanan SPBU, serta menjaga kondisi kendaraan agar efisiensi BBM dapat dirasakan secara lebih nyata. Penjualan BBM berbasis liter merupakan kesepakatan praktis. Meski secara fisika kandungan energi per liter dapat sedikit berubah akibat suhu, perbedaan tersebut kecil dan bersifat alami.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, meskipun ada perbedaan volume BBM antara siang dan malam hari, dampaknya sangat kecil dan tidak signifikan dalam penggunaan sehari-hari. Masyarakat tidak perlu khawatir atau mengatur waktu khusus untuk mengisi BBM. Fokus utama sebaiknya pada kenyamanan, keselamatan, dan kebutuhan perjalanan. Dengan begitu, penggunaan BBM dapat lebih efisien dan optimal.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Samsung A05s Kamera 50MP, Harga Rp2 Juta di Lebaran 2026

24 Maret 2026

HP Samsung A36 5G, A56 5G, dan A55 5G: Harga Spesial Lebaran 2026

23 Maret 2026

Daftar Harga HP Infinix Lebaran 2026: Note 60, Note Edge, GT 30, Hot 60i

23 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Samsung A05s Kamera 50MP, Harga Rp2 Juta di Lebaran 2026

24 Maret 2026

Mitos vs Fakta: Pria Lebih Sabar Menghadapi Macet Saat Mudik

24 Maret 2026

Hasil FP2 Moto3 Veda Ega Pratama di P12 Jelang Kualifikasi MotoGP Brasil 2026

24 Maret 2026

10 rumah modern dengan tumbuhan dalam ruangan, menginspirasi!

24 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?