Perbedaan Volume BBM di Siang dan Malam Hari
BBM seperti bensin dan solar mengalami perubahan volume akibat perubahan suhu. Namun, perubahan ini sangat kecil dan tidak terasa dalam penggunaan sehari-hari. Sebagian masyarakat masih percaya bahwa membeli BBM pada siang hari lebih boros dibandingkan malam hari. Hal ini membuat sebagian pengendara memilih mengisi bensin di malam atau dini hari dengan harapan mendapatkan isi yang lebih “banyak”.
Namun, apakah benar anggapan tersebut secara ilmiah? Menurut Leopold Oscar Nelwan, dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi efeknya sangat kecil dan tidak signifikan.
Pemuaian BBM Akibat Suhu
Secara fisika, BBM seperti bensin dan solar akan mengalami pemuaian ketika suhu meningkat. Pemuaian ini menyebabkan volume BBM sedikit bertambah, sementara massa dan kandungan energi totalnya tetap. Koefisien muai volumetrik untuk bensin berada pada kisaran 0,00095โ0,0011 per derajat Celsius, sedangkan untuk solar sekitar 0,0007โ0,0009 per derajat Celsius.
Sistem penjualan BBM saat ini masih berbasis volume (liter), bukan massa. Oleh karena itu, secara teori suhu dapat memengaruhi volume BBM yang diterima konsumen. Pada rantai pasok di tingkat hulu, volume BBM umumnya telah dikoreksi ke suhu standar 15 derajat Celsius. Namun, pada tingkat hilir atau konsumen, koreksi tersebut belum menjadi kewajiban.
Perbedaan Volume dan Pengaruhnya
Akibatnya, pada volume yang sama dapat terjadi sedikit perbedaan massa dan kandungan energi jika suhu BBM berbeda. Meski demikian, pengaruh suhu lingkungan relatif kecil karena tangki penyimpanan BBM dirancang dengan sistem insulasi tertentu. Hal ini membuat perbedaan suhu BBM antara siang dan malam hari juga tidak terlalu besar.
Sebagai contoh, pengisian 40 liter bensin pada siang hari dengan suhu BBM sekitar 2โ3 derajat Celsius lebih tinggi dibanding malam hari. Dengan koefisien muai bensin sekitar 0,001 per derajat Celsius, perbedaan volume akibat suhu tersebut diperkirakan kurang dari 0,1 liter per 40 liter. Untuk solar, selisihnya bahkan lebih kecil lagi.
Dampak dalam Praktik Berkendara
Dalam praktik berkendara, perbedaan tersebut setara dengan beberapa kilometer jarak tempuh dan sangat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti gaya mengemudi, kondisi lalu lintas, tekanan ban, serta kondisi kendaraan. Oleh karena itu, Leopold menyarankan masyarakat tidak perlu mengatur waktu khusus untuk mengisi BBM.
Faktor kenyamanan, keselamatan, dan kebutuhan perjalanan jauh lebih penting dibanding memilih waktu siang atau malam hari. Jika sengaja keluar malam hari hanya untuk mengisi bensin dengan jarak beberapa kilometer, bisa jadi justru BBM yang terpakai lebih banyak.
Rekomendasi untuk Konsumen
Leopold juga menekankan pentingnya fokus pada jumlah liter sesuai kebutuhan, kualitas layanan SPBU, serta menjaga kondisi kendaraan agar efisiensi BBM dapat dirasakan secara lebih nyata. Penjualan BBM berbasis liter merupakan kesepakatan praktis. Meski secara fisika kandungan energi per liter dapat sedikit berubah akibat suhu, perbedaan tersebut kecil dan bersifat alami.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, meskipun ada perbedaan volume BBM antara siang dan malam hari, dampaknya sangat kecil dan tidak signifikan dalam penggunaan sehari-hari. Masyarakat tidak perlu khawatir atau mengatur waktu khusus untuk mengisi BBM. Fokus utama sebaiknya pada kenyamanan, keselamatan, dan kebutuhan perjalanan. Dengan begitu, penggunaan BBM dapat lebih efisien dan optimal.



