Apa Itu Benching dalam Hubungan?
Benching adalah istilah yang kian populer dalam konteks hubungan romantis di era kencan modern. Istilah ini mulai sering mendapat sorotan, karena dianggap menggambarkan tren kencan saat ini yang cenderung membingungkan dan penuh dengan ketidakpastian. Kendati demikian, mungkin masih ada yang belum memahami arti di balik istilah satu ini. Jadi, apa itu benching dalam hubungan? Ini dia penjelasan selengkapnya.
Arti Benching dalam Hubungan
Benching diartikan sebagai sikap mencadangkan, atau menjadikan seseorang sebagai opsi lain di dalam hubungan. Kata ini diambil dari istilah olahraga, di mana pemain bisa dicadangkan atau ditaruh di bangku cadangan, jika tidak sedang diperlukan di dalam permainan.
Menurut terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, sekaligus penulis buku The Seven Destinies of Love, Claudia de Llano, benching dapat memberikan ilusi seolah seseorang merupakan bagian dari kehidupan sang pelaku. Ia berkata, “Membuat pemain cadangan duduk di pinggir lapangan berarti tidak membiarkan mereka berpartisipasi dalam aksi nyata kehidupan seseorang, tetapi membiarkan mereka berpikir bahwa mereka adalah bagian darinya, karena mereka mendapatkan tempat duduk yang lebih baik daripada mereka yang berada di tribun penonton.”
Dengan kata lain, pelaku benching nggak pernah mempunyai niat untuk membuat hubungan menjadi lebih serius. Tetapi mereka sengaja membuat hubungan terasa nanggung, agar masih bisa mendapatkan manfaat kasih sayang tanpa tanggung jawab emosional, sembari terus mengeksplorasi pilihan.
7 Tanda Seseorang Melakukan Benching

Agar kamu nggak mudah terkecoh dengan orang yang melakukan benching, berikut 7 tandanya untukmu:
Komunikasi yang tidak konsisten
Benching bisa terlihat dari cara komunikasi yang nggak konsisten. Seseorang bisa mengirimkan pesan kepadamu secara intens, tapi tiba-tiba, hilang begitu saja tanpa penjelasan, kemudian muncul kembali. Sikap ini disebut bisa dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti sedang merasa bosan, membuatmu agar tetap tersedia untuknya, hingga nggak berniat untuk punya hubungan yang serius.Tidak adanya kejelasan tentang status hubungan

Saat kamu ‘dicadangkan’, status hubungan yang kamu jalani dengan pelaku benching bisa sangat abu-abu. Kamu pun rentan bertanya-tanya mengenai apakah dia memang ingin bersamamu, atau tidak. Sebab, dia seperti menahanmu agar selalu ada untuknya, tapi nggak menunjukkan keseriusan untuk meresmikan hubungan.Memberi perhatian seadanya

Tanda lainnya dari benching adalah memberimu perhatian sekedarnya. Yes, dia mungkin menghubungimu, menunjukkan kode-kode romantis, atau sering kali membalas unggahanmu di sosial media. Tapi yang membingungkan, dia nggak pernah berusaha membuat hubungan ke jenjang yang lebih tinggi. Alhasil, perilakunya ini rentan membuatmu merasa bingung dan overthinking.Hanya muncul ketika butuh

Apakah dia hadir ketika mengaku merasa kesepian, atau membutuhkan dukungan emosional? Jika iya, besar kemungkinan kamu hanya ‘cadangan’ untuknya. Tapi kalau dia nggak membutuhkanmu, alih-alih tetap mengirimkanmu pesan, yang ada dia mengabaikanmu sama sekali. Sikap ini tentu sangat menyakitkan dan membuatmu merasa tidak diprioritaskan.Enggan membuat rencana serius untuk bertemu

Pelaku benching biasanya membuat seribu alasan agar tidak bertemu denganmu. Misalnya, mengaku sedang sibuk, nggak punya waktu, atau alasan lainnya. Karena perilakunya ini, kamu bisa merasa diabaikan dan tidak dipedulikan. So, kalau kamu melihat tanda satu ini, daripada menunggunya untuk mengajakmu bertemu, sebaiknya hindari untuk melakukan interaksi lebih lanjut dengannya.Menjaga obrolan agar tetap berada di level permukaan

Seseorang yang benar-benar tertarik dan ingin membangun hubungan denganmu pasti ingin melakukan interaksi mendalam, ketimbang di level permukaan. Tapi kalau seseorang hanya ‘mencadangkan’ kamu, percakapan yang dia lakukan terkesan remeh dan nggak ada bobotnya sama sekali, Bela. Sikapnya ini menunjukkan kalau dia ingin menjagamu agar tetap dekat, tapi nggak terlalu dekat selayaknya pasangan.Selalu ingkar janji

Terakhir, perilaku benching juga ditandai dari kebiasaan seseorang untuk mengingkari janji. Awalnya, dia mungkin memberimu angan-angan palsu untuk bertemu. Tapi ketika waktunya sudah dekat dan kamu sangat berharap, dia bisa tiba-tiba membatalkannya tanpa rasa bersalah sama sekali. Kalau hal ini terjadi padamu, menjaga batasan dengan mengabaikan, ataupun memutuskan kontak bisa jadi pilihan terbaik.
Alasan Seseorang Melakukan Benching

Ada beberapa alasan yang mengakari perilaku benching, di antaranya:
Rasa takut berkomitmen
Nyatanya, beberapa orang melakukan benching untuk melindungi diri dari kerentanan dan rasa takut untuk berkomitmen. Hal ini juga membuat mereka bisa mempertahankan fleksibilitas dan kontrol dalam skenario kencan.Validasi ego
Perilaku benching dianggap bisa memberikan validasi ego bagi sang pelaku. Sebab, saat mengetahui banyak orang yang tertarik kepada pelaku, mereka bisa merasa diinginkan dan mengalami peningkatan harga diri yang signifikan.Menjaga minat seseorang
Banyak orang menganggap bahwa menjaga minat seseorang bisa dilakukan hanya dengan memberi perhatian seadanya. Meski terkesan mudah, nyatanya benching nggak akan membawa sang pelaku ke hubungan yang serius dan mendalam.Ekspektasi yang nggak realistis
Di era kencan berbasis daring saat ini, ilusi pilihan tak terbatas kerap kali membuat seseorang ‘mencadangkan’ banyak orang. Padahal, mereka nggak akan pernah menemukan opsi yang sempurna sampai kapanpun.
Dengan memahami apa itu benching dalam hubungan beserta tandanya, semoga kamu jadi lebih mudah mengenalinya dan terhindar dari orang yang nggak serius denganmu, ya. Ingatlah bahwa kamu sangat berharga, serta berhak menerima cinta dan perhatian yang utuh dan tulus.








