Kondisi Cedera Frederic Injai Diklaim Tidak Mengkhawatirkan
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menyatakan bahwa kondisi cedera Frederic Injai tidak menimbulkan kekhawatiran. Meskipun pemain asal Guinea-Bissau berpaspor Prancis itu sempat mengalami masalah fisik selama pertandingan melawan PS Barito Putera, Ansyari menilai cedera tersebut hanya bersifat ringan.
Menurutnya, gangguan yang dialami Injai disebabkan oleh intensitas pertandingan yang tinggi sepanjang laga penutup putaran kedua. Ansyari menjelaskan bahwa Injai sering menjadi sasaran tekel dari pemain Barito Putera yang tampil agresif dan memiliki pengalaman dalam meredam pergerakan pemain kunci lawan.
“Kita tahu Injai banyak di-tackle, banyak diganggu. Mereka pasti sudah tahu, apalagi Barito punya pemain-pemain senior yang berpengalaman. Jadi bagaimana caranya mematikan Injai,” ujar Ansyari pada Rabu (4/2/2026).
Ia menambahkan bahwa gangguan yang dirasakan Injai lebih terkait dengan kondisi kebugaran. Hal ini karena Injai cukup lama tidak tampil dalam pertandingan kompetitif. Ia baru sembuh dari cedera, dan laga kontra Barito Putera pada Sabtu (31/1/2026) lalu menjadi laga perdananya sebagai starting eleven dalam tiga laga terakhir.
“Paling tidak Injai ada di betisnya sedikit, seperti kram, karena sudah lama tidak bermain. Tapi saya kira tidak ada masalah,” tegasnya.
Evaluasi Strategi Lawan
Selain membahas kondisi pemain, Ansyari juga menyoroti strategi PS Barito Putera yang dinilainya sukses meredam kekuatan PSS Sleman, terutama dari sektor sayap. Menurutnya, Barito memiliki salah satu lini pertahanan terbaik di kompetisi.
“Barito mempunyai pertahanan yang paling bagus. Mereka kebobolannya sangat sedikit dan mereka bisa mematikan sayap-sayap kita,” katanya.
Meski demikian, Ansyari menilai permainan Riko Simanjuntak dan Terens Puhiri tetap memberi ancaman dengan keberanian melakukan duel satu lawan satu serta umpan terobosan. Namun, efektivitas serangan PSS Sleman belum maksimal saat memasuki area kotak penalti.
Hal ini jadi bahan evaluasi tim untuk bangkit di putaran ketiga kompetisi.
“Riko dan Terens cukup merepotkan, berani melakukan umpan terobosan dan itu berhasil. Tapi ketika ada crossing, pemain kita kurang support. Di kotak penalti cuma satu orang, sementara pemain belakang mereka tinggi-tinggi,” jelasnya.
Strategi Pemain Pengganti
Ansyari juga menyinggung keputusan memasukkan pemain seperti Junior Haqi dan Jehan Pahlevi di menit-menit akhir pertandingan. Ia menilai Barito sudah membaca pola permainan PSS Sleman dengan baik, terutama dalam mencegah Injai untuk masuk membantu serangan dari lini kedua.
“Seharusnya ketika Riko dan Terens sudah bisa satu lawan satu dan crossing, harus ada yang support, terutama Injai. Tapi mereka sudah pintar, sudah bisa mencegah Injai untuk support ke daerah kotak 16,” pungkasnya.



