Perjalanan Islam Makhachev di Kelas Welter UFC
Islam Makhachev, petarung asal Dagestan, Rusia, telah menorehkan jejak yang sangat mengesankan dengan meraih gelar juara kelas welter setelah memenangkan pertandingan UFC 322 yang berlangsung pada pertengahan November lalu. Pertandingan tersebut diadakan di New York, Amerika Serikat, dan Makhachev berhasil mengalahkan Jack Della Maddalena melalui keputusan mutlak.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Makhachev terus menunjukkan kemampuannya sebagai salah satu petarung terbaik di UFC. Sebelumnya, ia telah menjadi raja di kelas ringan sebelum beralih ke kelas welter. Kini, setelah meraih sabuk juara kedua, ia memiliki kendali penuh atas nasibnya sendiri dalam memilih lawan untuk pertandingan selanjutnya.
Dalam waktu singkat setelah meraih gelar juara kelas welter, Makhachev sudah menyatakan keinginannya untuk menghadapi Kamaru Usman. Nama ini bukanlah sesuatu yang baru bagi dunia MMA, karena Usman pernah menjadi pemegang gelar kelas welter dengan rekor pertahanan gelar terbanyak sejak 2019. Namun, ia dikalahkan oleh Leon Edwards dalam duel keenamnya sebagai juara.
Setelah dua kali kalah dari Edwards, Usman mencoba untuk beralih ke kelas menengah. Sayangnya, ia kembali kalah saat bertarung melawan Khamzat Chimaev pada UFC 294 Oktober 2023. Meski begitu, Usman kembali ke kelas welter dan berhasil mengalahkan Joaquin Buckley pada Juni 2025 setelah bertarung lima ronde penuh.
Keinginan Makhachev untuk menghadapi Usman mendapat berbagai respons. Beberapa pihak menganggap bahwa lawan yang lebih masuk akal adalah Michael Morales atau Ian Machado Garry. Namun, Makhachev tetap bersikeras ingin menghadapi Usman, meskipun banyak yang meragukan kemungkinan pertandingan ini terjadi.
Menurut pandangan Makhachev, Usman masih memiliki reputasi sebagai petarung yang teruji, meskipun performanya saat ini sedang mengalami penurunan. Selain itu, duel melawan Usman dinilai memiliki daya tarik yang tinggi di mata media. Ini bisa menjadi peluang besar untuk mempromosikan pertandingan tersebut dan menciptakan atmosfer yang menarik bagi penggemar.
Sebaliknya, nama-nama seperti Morales, Machado Garry, hingga Carlos Prates tidak memiliki daya tarik yang sama di mata Makhachev. Ia percaya bahwa Usman akan mampu mengalahkan petarung-petarung pendatang baru tersebut, karena mereka belum diuji kemampuannya secara maksimal.
“Sayaa ingin melawan Kamaru Usman untuk laga selanjutnya,” ujar Makhachev. “Meskipun media tidak percaya pada pertarungan ini seperti yang saya lihat.”
“Saya pikir Usman akan dengan mudah mengalahkan setiap petarung pendatang baru seperti Morales, Prates. Mereka belum diuji kemampuannya.”
“Usman akan menjadi lawan terberat bagi saya. Dari segi media, kita bisa mempromosikannya. Sebagai mantan juara dengan jumlah pertahanan gelar terbanyak di divisi saya sekarang, kita bisa mempromosikan pertarungan ini dengan baik dan membuatnya menarik untuk ditonton.”
Alasan Makhachev Memilih Usman
Beberapa alasan utama mengapa Makhachev memilih Usman antara lain:
- Reputasi Usman sebagai mantan juara – Usman pernah menjadi pemegang gelar kelas welter dengan rekor pertahanan gelar terbanyak.
- Daya tarik media – Duel melawan Usman dinilai memiliki potensi besar untuk promosi dan menarik perhatian publik.
- Pengalaman bertarung – Usman memiliki pengalaman yang cukup dalam kompetisi level tinggi, meskipun performanya sedang turun.
Dengan semua faktor tersebut, Makhachev yakin bahwa pertandingan melawan Usman akan menjadi laga yang menarik dan layak disaksikan oleh para penggemar MMA.



