Penyiaran yang Dinilai Tidak Pantas dan Ancaman Sanksi dari MUI
Anwar BAB, presenter ternama yang dikenal dengan gaya komedi khasnya, kini tengah menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan berbagai tindakan yang dinilai tidak sesuai standar komunikasi publik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi menyarankan agar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi tegas terhadap Anwar akibat perilakunya selama siaran televisi.
Pelanggaran yang Dilakukan Anwar BAB
Berdasarkan laporan dari Tim Pemantauan Siaran Ramadhan 1447 H, MUI menemukan beberapa adegan yang dianggap tidak pantas dan menyalahi pedoman penyiaran. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi alasan MUI mengajukan rekomendasi sanksi:
Aksi Erotis yang Tidak Pantas
Pada tanggal 20 Februari 2026, Anwar melakukan gerakan menggoyangkan bokong naik-turun yang diasosiasikan sebagai gerakan erotis. Selain itu, pada 19 Februari 2026, ia tertangkap kamera membuka celana kolornya di tengah siaran. Aksi tersebut dinilai tidak layak ditonton oleh anak-anak.Kekerasan Fisik dan Verbal
Dalam program yang dipandu Anwar, terdapat adegan kekerasan fisik seperti memiting rekan kerjanya hingga terjatuh. Selain itu, ada juga unsur kekerasan verbal dalam bentuk body shaming. Misalnya, Anwar mengejek fisik rekannya Kiki dengan sebutan “ulekan puyer”. Penggunaan kata-kata merendahkan ini dinilai sangat tidak pantas.Pelanggaran Berulang dan Ancaman bagi Anak-Anak
MUI menyebut bahwa pelanggaran yang dilakukan Anwar bukan sekali saja, melainkan terjadi berulang sejak periode 18 hingga 28 Februari 2026. Beberapa adegan tidak pantas terjadi pada 1 Maret 2026 dan 2 Maret 2026. MUI khawatir tayangan tersebut bisa dilihat oleh anak-anak saat waktu sahur.
Pelanggaran Konstitusi Penyiaran
Secara hukum dan etika, MUI menilai tindakan Anwar BAB telah melanggar beberapa aturan penyiaran. Antara lain:
- P3SPS: Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran
- UU No. 32 Tahun 2002: Tentang Penyiaran
- Fatwa MUI: Mengenai standar komunikasi publik yang beradab
MUI berharap rekomendasi sanksi tegas ini menjadi evaluasi besar bagi industri penyiaran. Hal ini juga menjadi pengingat bagi para figur publik bahwa mereka memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga nilai-nilai di ruang publik, terutama pada momen sakral keagamaan seperti Ramadhan.
Profil Anwar BAB
Anwar BAB pertama kali dikenal oleh publik melalui ajang MasterChef Indonesia Musim Keempat pada tahun 2015. Meski langkahnya terhenti di babak sepuluh besar, karakternya yang jenaka dan gaya bicara yang khas mencuri perhatian produser televisi. Kemiripan gaya komedinya dengan almarhum Olga Syahputra sering disebut-sebut sebagai faktor utama yang membuatnya cepat diterima masyarakat luas.
Karier Anwar melesat setelah kompetisi memasak. Ia kemudian dipercaya memandu berbagai program variety show populer seperti Dahsyat. Karakternya yang energik dan ceria memberikan warna tersendiri dalam acara-acara tersebut.
Selain itu, Anwar juga menjajal dunia seni peran. Debutnya dalam sinetron komedi Rohaya & Anwar: Kecil-Kecil Jadi Manten sukses besar dan melambungkan namanya sebagai aktor komedi yang berbakat. Meskipun sibuk di dunia hiburan, Anwar tetap menjaga akar kulinernya dengan sering membagikan konten memasak di media sosial yang dikemas secara estetik dan menarik.



