Pergeseran di dunia MotoGP terus menjadi sorotan, terutama setelah muncul kabar bahwa Pedro Acosta, pembalap muda yang dikenal sebagai “Hiu dari Mazarron”, mungkin akan meninggalkan tim Red Bull KTM pada musim depan. Meski KTM telah bersiap menghadapi kepergiannya, pertanyaan besar tetap muncul: apa alasan utama Acosta memilih untuk pindah?
Perpindahan pembalap dan tim di MotoGP selama musim ini sangat dinamis, dengan berbagai nama besar seperti Marc Marquez, Francesco Bagnaia, Jorge Martin, Fabio Quartararo, dan tentu saja Pedro Acosta menjadi perhatian utama. Acosta, yang sudah lama menjadi incaran banyak tim, tampaknya tidak puas dengan situasi saat ini di Red Bull KTM.
KTM sedang menghadapi tantangan finansial yang serius. Pabrikan asal Mattighofen ini hampir bangkrut pada akhir 2024, sehingga proses restrukturisasi yang dilakukan mulai mengganggu proyek balapan dan pengembangan motornya. Hal ini juga membuat kebijakan anggaran KTM menjadi lebih ketat, dengan kemungkinan tidak adanya investasi besar-besaran di MotoGP.
Meski begitu, Acosta masih digosipkan akan bergabung dengan VR46 Racing Team. Tim ini mendapatkan dukungan motor spesifikasi dari Ducati, yang menjadi daya tarik bagi pembalap muda tersebut. Tidak hanya itu, kini rumor juga menyebutkan bahwa Acosta bisa jadi beralih ke tim pabrikan Ducati sendiri.
Agen Acosta, Albert Valera, menegaskan bahwa tujuan utama pembalap muda ini adalah bergabung dengan tim pabrikan, baik itu Ducati maupun yang lainnya. Bahkan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyatakan bahwa Acosta sangat ingin berada di Ducati, meskipun belum ada konfirmasi resmi.
Luigi Dall’Igna, General Manager Ducati Corse, merespons isu ini dengan mengatakan bahwa ia melihat Massimo Rivola lebih banyak membicarakan Ducati daripada Aprilia dalam presentasinya. Prediksi yang saat ini diyakini adalah bahwa Ducati akan membentuk tim super baru dengan Marc Marquez dan Pedro Acosta untuk musim depan.
Salah satu motivasi Acosta adalah memiliki motor yang sama dengan Marquez, agar bisa bersaing secara setara dengan pembalap legendaris tersebut. Gelar juara yang diraih Marquez musim lalu memberi pesan bahwa dia masih menjadi acuan utama di MotoGP. Bahkan, Acosta disebut akan pindah ke Yamaha jika Marquez bergabung dengan tim tersebut.
Namun, menurut laporan AS, hal ini tidak akan terjadi karena Marquez akan tetap memakai seragam Ducati. Sejak debutnya di MotoGP, Marquez selalu unggul dalam persaingan internal dengan rival-rival yang menggunakan motor serupa dengannya. Daftar ‘pecundangnya’ tidak main-main, termasuk Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan Francesco Bagnaia.
Bagaimana posisi KTM? Mereka berencana mempromosikan Maverick Vinales dari tim satelit Tech3 ke tim pabrikan. Vinales telah membuktikan kualitasnya dan komitmennya, terutama saat KTM menghadapi masalah finansial. Komentarnya selalu positif dibanding rekan-rekannya.
Musim lalu, Top Gun menjadi pembalap pertama yang membawa KTM ke podium. Ia finis kedua di GP Qatar meski akhirnya terkena penalti karena pelanggaran tekanan ban. Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, pernah menirukan ucapan Vinales kepada Acosta: “Kalau Anda sebaik yang Anda kira, maka Anda harus menjadi yang terbaik di KTM.”
Sementara Vinales mengalami cedera, Acosta tampil luar biasa sejak paruh musim hingga akhir. Ia berhasil membawa KTM mencapai peringkat keempat klasemen setelah finis di podium tiga kali dari lima balapan terakhir. Ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Acosta, dan membuat banyak pihak memprediksi pergerakannya di MotoGP tahun depan akan sangat menarik untuk ditonton.



