Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 7 Maret 2026
Trending
  • Itinerary Turki 3 Hari 2 Malam, Harga Rp9 Juta Termasuk Tiket Pesawat PP
  • Hanya Gaya? Honda Vario 125 Jadi Skutik Paling Diminati di Indonesia
  • Shio Beruntung Hari Senin 16 Februari 2026: 6 Shio Paling Makmur dan Bahagia
  • Jawaban 4.17: Pentingnya Pendidikan Inklusif dalam Keberagaman Pintar Kemenag
  • Rezeki Mengalir: 6 Shio Dapat Keberuntungan dan Kemakmuran pada Rabu, 4 Maret 2026
  • Cristiano Ronaldo Dikabarkan Pergi dari Arab Saudi Akibat Konflik AS-Israel-Iran, Terbang ke Madrid
  • Profil Ermanto Usman, Pria Tewas Saat Sahur di Bekasi yang Pernah Ungkap Korupsi Rp4,08 T
  • Cek Prospek TPIA Pasca Danantara dan INA Jadi Investor Strategis di Proyek CA-EDC
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»DHS Tangkap Imigran Kriminal di Los Angeles, Glendale Hentikan Kerja Sama dengan ICE
Nasional

DHS Tangkap Imigran Kriminal di Los Angeles, Glendale Hentikan Kerja Sama dengan ICE

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Juni 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

DHS Tangkap Imigran Kriminal di Los Angeles, Glendale Hentikan Kerja Sama dengan ICE
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan lima imigran dengan catatan kriminal ditangkap dalam operasi ICE di Los Angeles. Sementara itu, Kota Glendale memutus kerja sama dengan ICE.(CNN)

DEPARTEMEN Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security/DHS) menyatakan setidaknya lima orang yang ditangkap dalam operasi imigrasi, Minggu (8/6), di Los Angeles memiliki catatan kriminal atau dituduh melakukan kejahatan, menurut pernyataan yang dirilis pada hari Senin.

Lembaga tersebut mengidentifikasi lima orang yang terjaring dalam operasi ICE (Imigrasi dan Bea Cukai) selama akhir pekan dan mencantumkan riwayat kriminal mereka, termasuk pelanggaran seperti kekerasan dalam rumah tangga, pencurian besar-besaran, dan pelecehan anak.

Aksi unjuk rasa di wilayah Los Angeles telah memasuki hari keempat sebagai bentuk respons terhadap pengetatan penegakan imigrasi oleh pemerintahan Trump. Aksi ini  memicu bentrokan antara demonstran dan polisi serta menyebabkan puluhan penangkapan.

Baca juga : Trump Kerahkan Garda Nasional ke Los Angeles, Newsom Sebut Langkah Menuju Otoritarianisme

DHS menyebut penangkapan kelima orang tersebut dilakukan “meskipun terjadi kerusuhan dan serangan terhadap petugas penegak hukum ICE”.

“Para perusuh ini di Los Angeles berjuang agar pemerkosa, pembunuh, dan pelaku kejahatan kekerasan lainnya tetap bebas berkeliaran di jalanan Los Angeles. Alih-alih melakukan kerusuhan, mereka seharusnya berterima kasih kepada petugas ICE yang setiap hari bangun pagi demi membuat komunitas kita lebih aman,” kata Tricia McLaughlin, asisten sekretaris urusan publik di DHS, dalam pernyataan tersebut.

Sementara itu, polisi di Kota New York menangkap 24 orang setelah aksi protes di dalam lobi Trump Tower, menurut juru bicara Kepolisian New York (NYPD) kepada CNN.

Baca juga : Gubernur California akan Gugat Keputusan Trump Kerahkan Garda Nasional

Para demonstran ditangkap pada Senin sore setelah polisi menyatakan mereka menolak meninggalkan lobi gedung, menurut NYPD.

Tidak ada laporan cedera atau insiden selama penangkapan, dan suasana di dalam maupun di luar Trump Tower telah kembali normal pada sore harinya, menurut produser CNN yang berada di lokasi.

Akhir Perjanjian

Kota Glendale, Los Angeles County, mengumumkan mereka akan mengakhiri perjanjian dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dan ICE terkait penahanan imigran di fasilitas kepolisian setempat, demikian menurut siaran pers pada hari Minggu.

Baca juga : Los Angeles Memanas: Protes Imigrasi Picu Kerusuhan dan Penangkapan Massal, Marinir Siap Dikerahkan

Kota tersebut menyatakan telah mengelola fasilitas itu sejak 2007, menyediakan “martabat dasar bagi mereka yang ditahan sementara” serta akses bagi keluarga lokal.

“Namun demikian, terlepas dari keterbukaan dan pengamanan yang selalu dijaga oleh Kota, kami menyadari bahwa persepsi publik terhadap kontrak ICE—seberapa pun terbatas dan hati-hatinya pengelolaan kontrak tersebut, dan seberapa pun niat baiknya—telah menjadi sumber perpecahan,” demikian pernyataan kota tersebut. “Dan meskipun pendapat mengenai isu ini bisa berbeda-beda—keputusan untuk mengakhiri kontrak ini bukan karena motif politik. Keputusan ini berakar pada nilai-nilai Kota kami: keselamatan publik, akuntabilitas lokal, dan kepercayaan.”

Pemerintah kota juga menekankan mereka tidak menegakkan hukum imigrasi dan tidak terlibat dalam penegakan kebijakan imigrasi.

DHS menanggapi pengumuman itu melalui unggahan di X, dengan menyatakan bahwa “para politisi Glendale berpihak pada imigran ilegal kriminal, termasuk anggota geng, pemerkosa, dan pembunuh, dibandingkan dengan warga negara Amerika.”

“Meresahkan sekali bahwa para politisi sanctuary di Glendale, California, menghentikan perjanjian untuk menahan tahanan ICE dan pelaku kekerasan—padahal perjanjian itu telah berjalan lebih dari 15 tahun dengan DHS—di saat para perusuh yang brutal sedang menjarah dan merusak Los Angeles serta menyerang petugas federal,” tulis DHS, seraya menambahkan pesan langsung dari Sekretaris Kristi Noem: “Kalian tidak akan menghentikan atau memperlambat kami.” (CNN/Z-2)

Angeles dengan DHS Glendale Hentikan Ice Imigran Kerja Kriminal Los Sama Tangkap
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Itinerary Turki 3 Hari 2 Malam, Harga Rp9 Juta Termasuk Tiket Pesawat PP

7 Maret 2026

Jawaban 4.17: Pentingnya Pendidikan Inklusif dalam Keberagaman Pintar Kemenag

7 Maret 2026

Cek Prospek TPIA Pasca Danantara dan INA Jadi Investor Strategis di Proyek CA-EDC

7 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Itinerary Turki 3 Hari 2 Malam, Harga Rp9 Juta Termasuk Tiket Pesawat PP

7 Maret 2026

Hanya Gaya? Honda Vario 125 Jadi Skutik Paling Diminati di Indonesia

7 Maret 2026

Shio Beruntung Hari Senin 16 Februari 2026: 6 Shio Paling Makmur dan Bahagia

7 Maret 2026

Jawaban 4.17: Pentingnya Pendidikan Inklusif dalam Keberagaman Pintar Kemenag

7 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?