Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Maret 2026
Trending
  • Chery KP31: Pick-up Hybrid Tangguh yang Mengancam Hilux dan Triton
  • Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat
  • Pelaksanaan Musorpov KONI Riau Tidak Jelas, TPP Diminta Laporkan ke Plt Gubernur Riau
  • Sidang Chromebook Bongkar Harga Asli, Jutaan Perangkat Masih Berjalan Optimal
  • AS Izinkan Impor Minyak Rusia untuk Jaga Stok Global
  • Zea Ashraff, Anak Bupati Pekalongan, Diduga Nikmati Uang Korupsi
  • Balas Dendam, Mojtaba Khamenei Pimpin Iran Tantang AS-Israel
  • PSM Makassar Kena Comeback 1-2 oleh Malut United, Dua Gol dalam Tiga Menit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ilmuan Sebut Gigi Manusia Berevolusi dari Baju Zirah Ikan Purba
Nasional

Ilmuan Sebut Gigi Manusia Berevolusi dari Baju Zirah Ikan Purba

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Ilmuan Sebut Gigi Manusia Berevolusi dari 'Baju Zirah' Ikan Purba
Pemindaian CT dari struktur seperti gigi dari ikan tanpa rahang kuno Astraspis menunjukkan tubulus yang diisi dengan dentin berwarna hijau. Area merah mewakili sistem pembuluh darah yang menampung pada saraf. (Doc Yara Haridy)

PARA ilmuwan mengatakan bahwa gigi manusia berevolusi dari “Baju Zirah” ikan yang punah dan pernah hidup selama 465 juta tahun lalu.

Sebuah studi baru mengatakan hal ini menunjukan bagaimana jaringan sensorik yang ditemukan pada eksoskeleton ikan purba berkaitan dengan “perangkat genetik” yang menghasilkan gigi manusia. 

“Ini mengindikasikan bahwa ‘gigi’ bisa berfungsi sebagai alat sensorik meskipun tidak berada di dalam mulut,” ujar Yara Haridy, seorang paleontolog dan ilmuwan biologi evolusi di Universitas Chicago. 

Baca juga : Asal Usul Gigi Sensitivitas Manusia Berasal dari Jaringan Sensorik Ikan Purba

Awalnya, para ilmuwan berusaha untuk menemukan vertebrata tertua dalam catatan fosil, dengan meneliti spesimen dari periode Kambrium dan Ordovisium yang berkisar antara 541 juta sampai 443 juta tahun yang lalu. 

Ciri khas dari spesies vertebrata adalah keberadaan saluran internal untuk dentin, yaitu jaringan kalsifikasi yang terletak tepat di bawah enamel pada gigi manusia, namun dapat ditemukan pada tonjolan luar dari pelindung ikan kuno.

Saat melakukan CT scan dengan berkualitas tinggi untuk menyelidiki spesies “ikan pertama” yang disebut Anatolepis heintzi, para ilmuwan menemukan apa yang tampak sebagai lubang-lubang yang terisi dentin.

Untuk membuktikan temuan ini, mereka membandingkan A. heintzi dengan sejumlah fosil kuno serta organisme laut masa kini.

Namun, saat mereka mengamati dengan lebih cermat, mereka memahami bahwa pori-pori yang diharapkan terlapisi dentin justru berfungsi lebih sebagai organ indera pada cangkang kepiting. Dengan demikian, A. heintz merupakan arthropoda tanpa tulang belakang yang kuno bukan ikan bertulang.

Kategori A. heintz mengarah pada wawasan baru yang penting yaitu vetebrata purba seperti ikan dan arthropoda kuno membuat jaringan mineral yang sama untuk membantu mereka merasakan lingkungan mereka. Akhirnya, jaringan mineral itu berevolusi menjadi dentin dan menjadi gigi sensitif manusia. 

Dilihat dari sudut pandang evolusi, kepekaan yang tinggi pada gigi di mulut tidak menjadi sebuah teka-teki, melainkan merupakan cerminan dari latar belakang evolusi mereka dalam sistem sensorik vertebrata purba. 

Hal ini juga didukung oleh studi baru bahwa gagasan struktur sensorik berevolusi pada eksoskeleton setidaknya berusia 460 juta tahun lalu. 

Sumber: Livescience

Baju Berevolusi dari Gigi ikan Ilmuan Manusia purba Sebut Zirah
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Balas Dendam, Mojtaba Khamenei Pimpin Iran Tantang AS-Israel

15 Maret 2026

Zea Ashraff, Anak Bupati Pekalongan, Diduga Nikmati Uang Korupsi

15 Maret 2026

Pelaksanaan Musorpov KONI Riau Tidak Jelas, TPP Diminta Laporkan ke Plt Gubernur Riau

15 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Chery KP31: Pick-up Hybrid Tangguh yang Mengancam Hilux dan Triton

15 Maret 2026

Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat

15 Maret 2026

Pelaksanaan Musorpov KONI Riau Tidak Jelas, TPP Diminta Laporkan ke Plt Gubernur Riau

15 Maret 2026

Sidang Chromebook Bongkar Harga Asli, Jutaan Perangkat Masih Berjalan Optimal

15 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?