Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Maret 2026
Trending
  • Rincian Dana Desa 2026 Kabupaten Padang Pariaman, Semua 103 Desa
  • Harga tiket Gembira Loka Lebaran 2026 lebih murah dengan promo
  • 8 Persiapan Penting untuk Touring Aman dan Nyaman
  • Arsenal Siap Lepas Pemain Bintang Rp615 Miliar untuk Max Dowman
  • Jadwal Imsakiyah Kota Palu 7 Maret 2026, Kapan Waktu Berbuka?
  • Chery KP31: Pick-up Hybrid Tangguh yang Mengancam Hilux dan Triton
  • Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat
  • Pelaksanaan Musorpov KONI Riau Tidak Jelas, TPP Diminta Laporkan ke Plt Gubernur Riau
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Instruksi Megawati soal tidak Hadiri Retret Kepala Daerah Dipertanyakan
Politik

Instruksi Megawati soal tidak Hadiri Retret Kepala Daerah Dipertanyakan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Maret 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Instruksi Megawati soal tidak Hadiri Retret Kepala Daerah Dipertanyakan
Sejumlah kepala daerah peserta retret yang mengenakan seragam komponen cadangan (komcad)(ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

WAKIL Ketua Umum DPP PROJO MUDA, Leecarlo, menanggapi polemik terkait instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang meminta agar para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang didukung oleh PDIP untuk tidak menghadiri acara retret di Magelang. Menurutnya, keputusan tersebut semakin menunjukkan bahwa PDIP lebih mengutamakan kepentingan partai dibandingkan kepentingan rakyat.

“Kami melihat instruksi tersebut sebagai indikasi bahwa kepentingan partai lebih diutamakan daripada kepentingan bangsa dan masyarakat luas. Retret para kepala dan wakil kepala daerah adalah forum strategis untuk membahas kebijakan pembangunan, memperkuat koordinasi antar pemimpin daerah, serta menciptakan solusi yang lebih efektif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional. Jika ada pihak yang melarang kadernya untuk berpartisipasi dalam forum seperti ini, maka patut dipertanyakan komitmen mereka terhadap kepentingan rakyat,” ujar Leecarlo, melalui keterangannya, Sabtu (22/2).

Leecarlo juga menyoroti bahwa instruksi ini muncul di tengah polemik yang melibatkan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang sedang menghadapi kasus pidana. Menurutnya, langkah yang diambil PDIP lebih mencerminkan upaya meredam gejolak internal dan menjaga citra politik partai daripada memprioritaskan tanggung jawab kepala daerah terhadap masyarakat yang mereka pimpin.

Baca juga : Kepala Daerah harus Tunduk pada Presiden, bukan Ketua Umum Partai

“Seharusnya, kepala daerah yang berasal dari PDIP tetap menjalankan tugasnya secara profesional dan bertanggung jawab, tanpa terhambat oleh kepentingan politik internal partainya. Mereka dipilih oleh rakyat, bukan hanya oleh partai. Oleh karena itu, kepentingan rakyat harus diutamakan. Ketika politik partai lebih mendominasi pengambilan keputusan daripada kepentingan publik, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat terkikis,” tambahnya.

DPP PROJO MUDA menegaskan bahwa kepala daerah harus diberikan kebebasan untuk berpartisipasi dalam agenda-agenda yang bertujuan meningkatkan efektivitas pemerintahan dan pelayanan publik. Politik seharusnya menjadi alat untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar alat untuk mempertahankan kekuasaan partai. Intervensi politik yang menghambat kolaborasi dan koordinasi antar pemimpin daerah hanya akan merugikan rakyat yang membutuhkan kebijakan yang progresif dan solutif.

“Kami menyerukan kepada semua pemimpin daerah, terlepas dari afiliasi politiknya, untuk tetap berkomitmen pada pelayanan publik yang lebih baik. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama, bukan kepentingan kelompok politik tertentu,” tutup Leecarlo. (M-3)

daerah Dipertanyakan Hadiri Instruksi kepala Megawati Retret Soal tidak
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Rincian Dana Desa 2026 Kabupaten Padang Pariaman, Semua 103 Desa

15 Maret 2026

Jadwal Imsakiyah Kota Palu 7 Maret 2026, Kapan Waktu Berbuka?

15 Maret 2026

Balas Dendam, Mojtaba Khamenei Pimpin Iran Tantang AS-Israel

15 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Rincian Dana Desa 2026 Kabupaten Padang Pariaman, Semua 103 Desa

15 Maret 2026

Harga tiket Gembira Loka Lebaran 2026 lebih murah dengan promo

15 Maret 2026

8 Persiapan Penting untuk Touring Aman dan Nyaman

15 Maret 2026

Arsenal Siap Lepas Pemain Bintang Rp615 Miliar untuk Max Dowman

15 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?