Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 11 Maret 2026
Trending
  • Jadwal Kapal Pelni KM Lawit Maret 2026: Rute Terbaru via Surabaya dan Sampit
  • Harga Terbaru Toyota Calya 2026, MPV Hemat Bensin untuk Mudik
  • ASUS Vivobook Pro 15 OLED N6506: Laptop Kreatif & Gaming dengan Intel Core Ultra dan RTX 4050
  • Jadwal KM Egon Maret 2026 Lengkap
  • Nabilah O’Brien Jadi Tersangka, Zendhy Kusuma Buka Suara Soal Masuk Dapur Restoran
  • Anggota PDIP: Prabowo Harus Dorong Palestina Bergabung dalam BOP
  • Prediksi Skor Leicester City vs Bristol City: Head-to-Head dan Statistik EFL Championship
  • Peringatan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini, Senin 9 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Performa Rumah Tapak dan Pergudangan masih Positif
Ekonomi

Performa Rumah Tapak dan Pergudangan masih Positif

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Maret 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Performa Rumah Tapak dan Pergudangan masih Positif
Kawasan pergudangan di Makasar(Antara)

INDUSTRI properti di Indonesia tengah menghadapi tantangan besar di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian. Meskipun banyak sektor mengalami stagnasi, sub-sektor tertentu seperti landed house dan logistik pergudangan masih menunjukkan performa yang positif.

“Industri properti secara keseluruhan memang sedang menghadapi tantangan, tetapi sub-sektor tertentu masih tetap bertahan. Oleh karena itu, kita harus lebih cermat melihat peluang,” ujar Ketua Yayasan Synergy Indonesia, Ishak Chandra, di Jakarta Jumat (7/3).

Menurut dia, salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi tantangan perumahan adalah program tiga juta rumah. Program ini dianggap sebagai langkah yang tepat, asalkan mekanismenya berjalan dengan baik.

Baca juga : PDIP: Ramadan Momen Berbagi di saat Daya Beli Masyarakat Menurun

“Jika program ini benar-benar dijalankan tanpa menggunakan APBN dan pembelinya adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan, maka ini bisa menjadi solusi. Namun, jika rumah-rumah ini justru dibeli oleh investor, maka dampaknya tidak akan maksimal,” tambahnya.

Tantangan lain dalam sektor perumahan adalah daya beli masyarakat menengah ke bawah yang masih rendah. Meskipun program perumahan murah sudah tersedia, banyak masyarakat yang tetap tidak mampu menjangkaunya.

“Backlog perumahan di Indonesia mencapai 9 hingga 10 juta unit. Namun, sebagian besar dari mereka yang membutuhkan rumah tetap tidak mampu membelinya meskipun harganya murah. Jadi, perlu ada skema insentif dan partisipasi perbankan untuk memastikan program ini benar-benar berjalan,” jelasnya.

Baca juga : Lemahnya Daya Beli Masyarakat Jadi Pemicu Rontoknya Industri Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Founder Group Synergy Developer Indonesia, Ismet Natakarmana, menyampaikan bahwa Synergy Developer Indonesia, yang bermula dari grup komunitas informal di WhatsApp, kini telah berkembang dan bertransformasi menjadi Yayasan Synergy Bangun Indonesia. 

Komunitas ini awalnya menjadi wadah bagi para pengembang properti untuk berjejaring, tetapi kini telah meluas ke berbagai sektor seperti perbankan, bahan bangunan, arsitektur, desain interior, hingga restoran.

“Di sini, tidak ada sekat. Semua orang datang bukan sebagai ‘bos besar’, tetapi sebagai individu yang ingin berbagi pengalaman, peluang, serta melakukan aksi sosial,” ujar Ismet, salah satu pendiri Synergy Indonesia.

Baca juga : Program Tiga Juta Rumah dan MBG Jadi Andalan Pertumbuhan di Tahun Ini

Selain berjejaring, komunitas ini juga memiliki berbagai kegiatan berbasis minat seperti Synergy Ngopi untuk diskusi santai, Synergy Golf dan Synergy Billyard untuk olahraga, serta Synergy Gowes bagi para pecinta sepeda.

“Developer A bisa bertemu dengan Developer B. Pebisnis dari satu sektor bisa berdiskusi dengan pebisnis lain, yang biasanya sulit bertemu karena persaingan. Tapi di Synergy, mereka bisa duduk bersama tanpa harus merasa bersaing,” tambah Ismet.

Saat ini, Synergy Indonesia memiliki 18 sub-komunitas dan terus berkembang. “Sejak awal, tujuan kita adalah menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anggota. Jika mereka merasa nyaman, diharapkan mereka bisa berkontribusi lebih luas,” tutupnya. (Z-10)

dan Masih performa Pergudangan positif rumah Tapak
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Kapal Pelni KM Pangrango 2026: Rute Ambon – Namrole, Singgah Banda

10 Maret 2026

Asuransi Mobil untuk Mudik Lebaran: Persiapan Cerdas untuk Perjalanan Aman dan Hemat

10 Maret 2026

Krisis Iran Guncang Harapan Kebijakan Moneter Asia

9 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal Kapal Pelni KM Lawit Maret 2026: Rute Terbaru via Surabaya dan Sampit

10 Maret 2026

Harga Terbaru Toyota Calya 2026, MPV Hemat Bensin untuk Mudik

10 Maret 2026

ASUS Vivobook Pro 15 OLED N6506: Laptop Kreatif & Gaming dengan Intel Core Ultra dan RTX 4050

10 Maret 2026

Jadwal KM Egon Maret 2026 Lengkap

10 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?