/data/photo/2026/01/27/69785c9bc2478.webp)
Hal tersebut diungkapkan Musk dalam sebuah perbincangan dengan komunitas pemilik mobil Tesla, Tesla Owners Silicon Valley, baru-baru ini.
Dalam perbincangan tersebut, Musk secara terbuka mengakui bahwa masih banyak hal yang harus dipelajarinya mengenai proses produksi chip.
“Saya masih harus belajar banyak sekali tentang pembuatan chip,” ujar Musk.
“Saya tidak tahu cara membuat chip, supaya jelas,” lanjutnya.
Meski mengakui keterbatasan pengetahuannya, Musk tetap optimistis bahwa dirinya bersama tim Terafab akan mampu menemukan cara untuk memproduksi chip sendiri.
Pengakuan tersebut muncul di tengah upaya Musk mengembangkan Terafab, proyek fasilitas manufaktur semikonduktor yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan chip untuk berbagai bisnisnya.
Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Wccftech, Selasa (13/10/2026), Musk juga tengah menjadi sorotan karena sebelumnya memperkirakan China dapat mengatasi berbagai hambatan teknologi dalam produksi chip dalam waktu dua hingga tiga tahun.
Tetap yakin bisa buat chip sendiri
Walaupun belum menguasai proses manufaktur semikonduktor, Musk sudah memiliki gambaran mengenai bagaimana Terafab akan beroperasi.
Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah penggunaan peralatan produksi yang relatif serupa di pabrik-pabrik semikonduktor milik perusahaan besar, seperti TSMC, Samsung, dan Intel.
Menurut Musk, kesamaan peralatan tersebut membuka peluang untuk mengembangkan proses manufaktur yang lebih efisien.
Ia berencana memulai produksi menggunakan mesin-mesin yang sudah umum dipakai di industri semikonduktor.
Setelah itu, peralatan tersebut akan dimodifikasi secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas produksi chip.
Jika ditemukan hambatan dalam proses manufaktur, tim Terafab akan mengembangkan peralatan khusus untuk mengatasinya.
“Saya pikir kami akan memulai dengan peralatan konvensional, lalu memodifikasinya untuk meningkatkan kapasitas produksi,” kata Musk.
Strategi tersebut berbeda dari pendekatan Musk dalam mengembangkan kendaraan listrik Tesla maupun roket SpaceX, yang banyak mengandalkan rancangan dan proses produksi khusus.
Meski demikian, Musk mengakui bahwa pengembangan fasilitas produksi chip tersebut kemungkinan membutuhkan waktu beberapa tahun.
Salah satu targetnya adalah membangun fasilitas yang dapat menjalankan berbagai tahapan produksi semikonduktor dalam satu lokasi, mulai dari pembuatan masker litografi, fabrikasi chip, hingga pengemasan (packaging).
Dengan mengintegrasikan seluruh proses tersebut, Musk berharap timnya dapat melakukan penyempurnaan secara berulang untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi.
Ambisi Terafab
Terafab merupakan proyek manufaktur semikonduktor yang dikembangkan Musk untuk memenuhi kebutuhan komputasi perusahaan-perusahaannya.
Proyek ini berkaitan dengan ambisi Musk mengembangkan kecerdasan buatan (AI), robotika, hingga infrastruktur pusat data yang membutuhkan pasokan chip dalam jumlah besar.
Musk sebelumnya menyampaikan bahwa kapasitas produksi chip global belum cukup untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang direncanakannya.
Karena itu, ia ingin membangun fasilitas manufaktur sendiri, alih-alih hanya mengandalkan pasokan dari produsen semikonduktor yang sudah ada.
Dalam pengembangannya, proyek Terafab juga dikaitkan dengan kemungkinan kerja sama bersama TSMC, perusahaan manufaktur chip asal Taiwan.
Musk mengonfirmasi adanya pembicaraan dengan TSMC, tetapi menegaskan bahwa perusahaan tersebut tidak akan menjadi pemilik ataupun pengelola Terafab.
Menurut Musk, salah satu kemungkinan kerja samanya adalah TSMC menyewa sebagian fasilitas Terafab. Di sisi lain, Tesla disebut akan tetap menjadi pelanggan TSMC meskipun Musk berupaya mengembangkan kemampuan manufaktur chip sendiri.
Sempat prediksi China bisa atasi hambatan produksi chip
Pengakuan Musk bahwa dirinya belum mengetahui cara membuat chip muncul beberapa pekan setelah ia menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan industri semikonduktor China.
Dalam wawancara dengan media China, CGTN, pada akhir September 2026, Musk memperkirakan China dapat mengatasi keterbatasan teknologi litografi dan manufaktur chip dalam waktu sekitar dua hingga tiga tahun.
Litografi merupakan salah satu tahapan penting dalam pembuatan semikonduktor, yakni proses membentuk pola sirkuit pada wafer silikon.
Teknologi ini menjadi salah satu tantangan bagi industri chip China, terutama dalam pengembangan semikonduktor berteknologi mutakhir.
Meski optimistis terhadap perkembangan industri semikonduktor China, Musk kini mengakui bahwa dirinya sendiri masih perlu mempelajari banyak hal mengenai proses produksi chip.
Namun, pengakuan tersebut tidak membuatnya mengurungkan rencana pembangunan Terafab.
Musk tetap meyakini bahwa berbagai tantangan manufaktur semikonduktor dapat diatasi melalui pengembangan teknologi dan penyempurnaan proses produksi secara bertahap.



