:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Antre-BBM-Ketapang1310.jpg)
Ringkasan Berita:
- Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta penyaluran BBM jenis Pertalite ke seluruh SPBU kembali sesuai kuota tanpa pengurangan mulai Selasa, 13 Oktober 2026.
- Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengurai antrean kendaraan akibat keterbatasan pasokan BBM di Kabupaten Ketapang.
- Pasokan tambahan dijadwalkan tiba melalui kapal dari Banten paling lambat 14 Oktober 2026 dan ditargetkan mulai disalurkan ke SPBU pada 15 Oktober 2026.
Indonesiadiscover.com, KETAPANG – Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kembali dilakukan sesuai kuota yang telah ditetapkan tanpa pengurangan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Permintaan itu disampaikan Alexander Wilyo saat membahas persoalan pasokan BBM bersama Pertamina, Terminal Fuel Jobber Ketapang, dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) di Kantor Bupati Ketapang, Senin 12 Oktober 2026 malam.
Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa pasokan BBM di Kabupaten Ketapang masih terbatas.
Penyaluran Pertalite untuk sementara dikurangi sebagai langkah antisipasi sambil menunggu kedatangan kapal pengangkut BBM dari Banten.
Kapal tersebut dijadwalkan tiba paling lambat Rabu 14 Oktober 2026. Pasokan tambahan itu ditargetkan mulai disalurkan dari Jobber ke SPBU paling lambat Kamis 15 Oktober 2026.
Alexander meminta agar mulai Selasa 13 Oktober 2026, distribusi Pertalite dari Jobber ke seluruh SPBU kembali mengikuti kuota yang telah ditetapkan.
“Mulai besok, distribusi Pertalite dari Jobber ke SPBU agar tetap sesuai kuota, tidak dikurangi. Sehingga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan kita,” kata Alex seusai rapat.
Ia menegaskan, Pertamina dan pengelola Jobber perlu memaksimalkan penyaluran BBM, terutama setelah kapal pembawa pasokan tambahan tiba.
Dengan demikian, setiap SPBU diharapkan memperoleh alokasi BBM secara utuh sehingga dapat melayani kebutuhan masyarakat secara optimal.
Bupati Ketapang Izinkan Pengecer Jual Pertamax
Di tengah persoalan antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga menyiapkan alternatif penjualan BBM melalui pedagang eceran.
Alexander mengizinkan pengecer menjual Pertamax dengan ketentuan harga tetap wajar dan tidak berlebihan.
Skema penyaluran tersebut akan dikoordinasikan bersama SPBU, termasuk melalui pemanfaatan pasokan dari Pertashop.
“Untuk pengecer, kita izinkan menjual Pertamax, tapi dengan harga yang wajar, tidak boleh berlebihan,” ujarnya.
Kebijakan ini diharapkan memberikan pilihan tambahan bagi masyarakat untuk mendapatkan BBM sehingga pembelian tidak seluruhnya terpusat di SPBU.
Selain itu, Alex meminta distribusi BBM menjangkau seluruh Pertashop yang berada di Kabupaten Ketapang.
Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat membantu mengurangi kepadatan antrean sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap BBM.
Bupati Bakal Periksa Jobber dan SPBU
Untuk memastikan kesepakatan bersama Pertamina berjalan sesuai rencana, Alexander Wilyo menyiapkan pengawasan langsung terhadap distribusi BBM di Kabupaten Ketapang.
Ia berencana mendatangi Jobber yang berada di Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, pada Selasa (13/10/2026).
Selanjutnya, pada Kamis 15 Oktober 2026, Alex akan memimpin pemeriksaan ke Jobber dan sejumlah SPBU.
Pemeriksaan tersebut difokuskan pada pelaksanaan kuota distribusi, terutama untuk memastikan tidak ada pengurangan alokasi BBM dari Jobber ke SPBU.
“Kita akan pastikan apa yang menjadi hasil rapat pada malam ini. Kuota dari Jobber ke SPBU tidak dikurangi, tetap utuh,” ungkap Alex.
Untuk mendukung kelancaran pasokan, distribusi BBM akan dibagi berdasarkan wilayah pelayanan.
Kawasan pesisir Kabupaten Ketapang dilayani melalui Jobber Ketapang, sedangkan wilayah pedalaman mendapat pasokan langsung dari Depot Pertamina Pontianak.
Pembagian distribusi tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan BBM di berbagai wilayah, termasuk daerah yang jauh dari pusat Kabupaten Ketapang.
Di tengah kesulitan masyarakat mendapatkan BBM, Alex juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Ia berharap normalisasi kuota Pertalite, penjualan Pertamax melalui pengecer dengan harga wajar, serta pengawasan distribusi dapat membantu mengatasi persoalan pasokan BBM di Kabupaten Ketapang.
Profil Bupati Ketapang Alexander Wilyo
Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., merupakan Bupati Ketapang periode 2025–2030. Ia dikenal sebagai birokrat yang meniti karier di lingkungan pemerintahan Kabupaten Ketapang sebelum terpilih menjadi kepala daerah.
Alexander lahir di Ketapang pada 2 Agustus 1979. Ia menempuh pendidikan di SMU Santo Yohanes dan lulus pada 1997, kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) hingga meraih gelar sarjana pada 2001.
Ia kemudian menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada pada 2005.
Karier Alexander di pemerintahan dimulai dengan menduduki jabatan Sekretaris Camat Matan Hilir Selatan pada 2006.
Perjalanan kariernya berlanjut dengan sejumlah jabatan strategis, antara lain Kasubbag Pengembangan Kinerja pada 2008, Kasubbag Pemerintahan Umum pada 2009, Kepala Bidang Ekonomi Bappeda pada 2011, Kepala Bagian Keuangan Setda pada 2015, serta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) pada 2017.
Pada 27 Agustus 2021, Alexander dipercaya menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang.
Posisi tersebut menjadi salah satu pengalaman penting sebelum ia maju dalam pemilihan kepala daerah.
Dalam Pilkada Ketapang 2024, Alexander berpasangan dengan Jamhuri Amir. Pasangan tersebut memenangkan pemilihan dan kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ketapang oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025.
Sebagai kepala daerah, Alexander memimpin penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Ketapang untuk periode 2025–2030 bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah pemenuhan kebutuhan masyarakat, termasuk ketersediaan BBM dan kelancaran distribusinya hingga ke berbagai wilayah Kabupaten Ketapang.
Dalam menghadapi persoalan pasokan BBM pada Oktober 2026, Alexander meminta distribusi Pertalite kembali sesuai kuota, membuka alternatif penjualan Pertamax melalui pengecer dengan harga wajar, serta menyiapkan pemeriksaan langsung terhadap penyaluran BBM dari Jobber ke SPBU.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh BBM dengan lebih mudah sekaligus mengurangi antrean kendaraan di SPBU.(*)
– Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
– Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
– Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS



