Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 25 October 2026
Trending
  • Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI
  • 5 kesalahan merawat mobil listrik yang bisa picu biaya servis tinggi
  • 4 film barat tentang dua orang yang saling cinta tapi tak bisa bersama
  • 5 Destinasi Sejuk di Karanganyar, Pelarian Sempurna Saat Cuaca Panas
  • 5 laga Persebaya Surabaya tak terkalahkan! PSM Makassar siap hentikan rekor Tavares
  • Ramalan zodiak hari ini Rabu 21 Oktober 2026, cek peluang dan tantangannya
  • Prediksi skor Sporting Lisbon vs LASK Linz di Liga Champions: Leoes kejar hattrick kemenangan
  • Ekonom khawatirkan obsesi kejar pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja tersisih
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Kabut Asap Menebal, DPRD Sumbar Minta Petani Tidak Bakar Lahan: Biarkan Jadi Pupuk Alami
Nasional

Kabut Asap Menebal, DPRD Sumbar Minta Petani Tidak Bakar Lahan: Biarkan Jadi Pupuk Alami

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 August 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ringkasan Berita:

  • Perbarui kabut asap di kawasan Sumatera Barat.
  • Ketua Komisi II DPRD Sumbar, Khairuddin Simanjuntak, menyatakan bahwa pembakaran lahan guna membersihkan area pertanian sebaiknya dihentikan.
  • Sisa tanaman dan rumput di area pertanian dapat dihancurkan atau dibiarkan mengalami penguraian untuk menjadi pupuk alami.
  • Khairuddin Simanjuntak menginginkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya dilakukan setelah terjadi pembakaran.

 

Indonesiadiscover.com, PADANG –Kabut asap mulai menggelap di beberapa daerah Sumatera Barat.

Kondisi ini mendapatkan perhatian dari Komisi II DPRD Sumbar yang menangani sektor ekonomi, termasuk pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM, ketahanan pangan hingga pariwisata, yang mengingatkan para petani agar tidak melakukan pembakaran lahan saat membersihkan ladang.

Ketua Komisi II DPRD Sumbar, Khairuddin Simanjuntak, menyatakan bahwa pembakaran lahan guna membersihkan area pertanian sebaiknya dihentikan.

Manfaatkan Sisa Tanaman Sebagai Pupuk Alami Daripada Dibuang Ke Api

Menurutnya, sisa tanaman dan rumput di lahan dapat dipotong atau dibiarkan mengalami penguraian untuk menjadi pupuk alami.

“Kami berharap kepada para petani, dalam rangka membersihkan lahan-lahannya, jangan dibakar. Misalnya dipotong, dilepaskan, itu akan menjadi pupuk yang sangat baik bagi para petani,” ujar Khairuddin kepada Indonesiadiscover.com dalam pembahasan Raperda di DPRD Sumbar, Rabu (26/8/2026).

Khairuddin menganggap metode membakar lahan terlihat lebih cepat dan efisien.

Namun, dampaknya bisa merugikan masyarakat karena asap dari pembakaran berpotensi mencemari udara dan mengganggu kesehatan.

“Jangan langsung kita ambil jalan instan, karena akan menyebabkan pencemaran udara dan berbagai penyakit ISPA yang diakibatkan oleh asap dari pembakaran ini,” katanya.

Dorong Pendekatan Pemikiran dan Penyebaran Informasi oleh Aparat Hukum

Ia menginginkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berfokus pada tindakan setelah terjadi pembakaran.

Upaya pencegahan dengan melakukan edukasi kepada masyarakat dianggap sangat penting.

Khairuddin mengajak aparat penegak hukum turun langsung ke tengah masyarakat guna memberikan pemahaman yang menarik mengenai akibat dari pembakaran lahan.

“Kita juga berharap kepada aparat hukum agar mengunjungi masyarakat secara persuasif dalam menyampaikan sosialisasi,” katanya.

Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan DPRD

Menurutnya, pendidikan tentang larangan dan akibat dari pembakaran lahan juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, mulai dari bupati, camat hingga kepala desa.

DPRD Sumbar menurutnya juga memiliki tugas dalam ikut menyebarkan kesadaran tentang bahaya pembakaran lahan kepada masyarakat.

“Sebenarnya ini bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga pemerintah daerah mulai dari bupati, camat hingga wali nagari, tentu saja serta DPRD yang perlu menyampaikan kepada masyarakat bahwa pembakaran lahan akan berdampak negatif, khususnya terhadap kesehatan,” katanya.

Kabut Asap Memperparah di 3 Wilayah

Sebelum laporan diterima, kabut asap mulai semakin tebal di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, dalam dua hari terakhir.

Keadaan ini terjadi setelah daerah tersebut dilaporkan tidak turun hujan selama sekitar dua minggu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat saat ini sedang bersiap mengirimkan masker ke Dharmasraya guna mencegah jika kabut asap mulai mengganggu kesehatan masyarakat.

Kepala BPBD Sumbar Ilham Wahab menyebutkan bahwa peningkatan ketebalan asap juga dilaporkan terjadi di Solok Selatan dan Sijunjung.

“Sejak dua hari yang lalu terjadi peningkatan kabut asap khususnya di Dharmasraya, kemudian Solok Selatan, dan baru saja dilaporkan juga di Sijunjung,” ujar Ilham saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2026).

Menurut Ilham, kondisi yang paling mencolok terjadi di Dharmasraya. Berdasarkan data yang diperoleh BPBD, daerah tersebut sudah sekitar dua minggu tidak diguyur hujan.

“Di Dharmasraya, memang hari tanpa hujan terasa cukup lama. Dua minggu terakhir telah turun hujan, dan menurut informasi yang kita peroleh, sejak itu tidak lagi terjadi hujan,” katanya.

Meski kabut asap mulai semakin tebal, BPBD Sumbar belum mendapatkan data lengkap terkait kualitas udara di daerah yang terkena dampak.

Pemerintah masih memverifikasi apakah kondisi udara telah memengaruhi kesehatan atau masih berada dalam batas yang wajar.

BPBD Sumbar telah bekerja sama dengan Pemkab Dharmasraya dalam mempersiapkan bantuan masker.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dharmasraya, semoga hari ini kami dapat mengirimkan masker ke Dharmasraya,” ujarnya.

Ilham menyebutkan bahwa jumlah masker yang akan dikirim masih dalam proses koordinasi dengan pemerintah setempat.

Jika kabut asap semakin pekat dan memengaruhi kesehatan, masyarakat diimbau untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan.

Warga yang terpaksa melakukan kegiatan di luar rumah juga dianjurkan memakai masker.

“Jika memang terjadi peningkatan dan kabut asap tersebut berbahaya atau mengganggu kesehatan, tentu kita mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan,” katanya.

Mengenai sumber asap, BPBD Sumbar menduga kabut asap terkait dengan kondisi di wilayah provinsi sebelah. Karena, berdasarkan pengawasan di Sumbar, belum ditemukan titik api.

“Jika titik panasnya banyak, tetapi titik api belum terlihat,” kata Ilham.(*)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI

25 October 2026

5 Destinasi Sejuk di Karanganyar, Pelarian Sempurna Saat Cuaca Panas

25 October 2026

Ekonom khawatirkan obsesi kejar pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja tersisih

25 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI

25 October 2026

5 kesalahan merawat mobil listrik yang bisa picu biaya servis tinggi

25 October 2026

4 film barat tentang dua orang yang saling cinta tapi tak bisa bersama

25 October 2026

5 Destinasi Sejuk di Karanganyar, Pelarian Sempurna Saat Cuaca Panas

25 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?