Pentingnya Perawatan Hewan Peliharaan untuk Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Merawat hewan peliharaan tidak hanya berdampak pada kesehatan hewan itu sendiri, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Pemilik perlu memperhatikan kebersihan dan kesejahteraan hewan secara teratur agar tidak menimbulkan risiko kesehatan yang bisa menyebar.
Kebersihan sebagai Faktor Utama
Salah satu hal penting yang sering dilupakan oleh pemilik hewan adalah kebersihan kotak pasir atau litter box. Pemilik perlu rutin membersihkannya, tidak membiarkan kotoran menumpuk, serta mencuci tangan setelah melakukan pembersihan. Hal ini sangat penting karena kotoran dapat menjadi sumber penyebaran penyakit.
Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V, Mirjawal, kebersihan harus dijaga dengan baik. Ia menyebut bahwa banyak pemilik lupa mencuci tangan setelah membersihkan litter box atau bahkan lupa membuang kotoran yang sudah menumpuk. Hal ini bisa berisiko bagi kesehatan manusia maupun hewan.
Perhatian terhadap Luka pada Hewan
Selain kebersihan, pemilik juga perlu memperhatikan kondisi fisik hewan, terutama setelah kucing mengalami gigitan atau cakaran dari sesama hewan. Mirjawal menjelaskan bahwa luka pada kucing terkadang tidak terlihat jelas dari luar. Meski tampak kecil, luka akibat gigitan atau cakaran bisa mengalami infeksi hingga membentuk abses atau kumpulan nanah di bawah kulit.
“Misalkan dia berantem sama temannya, habis dicakar bisa bengkak, di bawahnya isi nanah, infeksi, jadi abses. Itu sering terjadi, padahal di luarnya enggak terlihat luka,” ujarnya.
Pemilik perlu memeriksa tubuh kucing setelah berkelahi. Jika ditemukan luka, area tersebut perlu segera dibersihkan. Apabila muncul pembengkakan atau tanda infeksi, hewan sebaiknya diperiksakan ke dokter hewan.
Vaksinasi dan Perawatan Rutin
Selain menjaga kebersihan dan menangani luka, pemilik perlu melakukan langkah pencegahan penyakit. Mirjawal mengingatkan pentingnya vaksinasi serta pemberian obat cacing dan obat kutu sebagai bagian dari perawatan rutin.
Vaksinasi pada anjing dan kucing umumnya mulai diberikan ketika hewan berusia sekitar dua bulan. Setelah pemberian pertama, vaksinasi kembali dilakukan sekitar satu bulan kemudian dan selanjutnya diulang secara berkala. Jenis vaksin yang diberikan berbeda sesuai jenis hewan dan penyakit yang menjadi sasaran.
Pada kucing, vaksinasi melindungi dari penyakit seperti panleukopenia, calicivirus, dan rhinotracheitis. Sementara pada anjing, vaksinasi mencakup penyakit seperti distemper, parvovirus, parainfluenza, hepatitis, coronavirus, dan leptospirosis. Rabies juga menjadi perhatian dalam perawatan hewan, dan vaksin rabies diberikan kepada anjing dan kucing.
Tanggung Jawab dalam Memelihara Hewan
Mirjawal menegaskan bahwa memelihara hewan membutuhkan kesiapan dan tanggung jawab. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memelihara hewan sekadar karena mengikuti tren atau melihat orang lain melakukan hal yang sama.
“Jangan ikut ikutan lihat teman atau tetangga piara kucing, kita ikut ikutan piara kucing. Padahal kita enggak suka. Kasihan hewannya karena harus menanggung akibat gara-gara ego kita,” ujarnya.
Kesejahteraan hewan harus menjadi perhatian sejak seseorang memutuskan untuk memeliharanya. Pemilik harus memastikan hewan mendapatkan makanan dan minuman, tempat hidup yang layak, kesempatan mengekspresikan perilaku alaminya, serta layanan kesehatan ketika membutuhkan.
Prinsip tersebut dikenal sebagai Five Freedoms atau lima kebebasan dalam kesejahteraan hewan, yakni bebas dari rasa lapar dan haus, ketidaknyamanan, rasa sakit dan penyakit, rasa takut dan tertekan, serta bebas mengekspresikan perilaku alaminya.
Kesimpulan
Kesehatan hewan tidak dapat dipisahkan dari kesehatan manusia yang hidup berdampingan dengannya. Pastikan hewan sehat, maka keluarga dan masyarakat juga akan sehat. Komitmen pemilik dalam merawat hewan setiap hari, bukan hanya ketika hewan sakit, menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan.



