Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 15 October 2026
Trending
  • 6 cara tetap tenang saat menghadapi masa-masa mencemaskan menurut psikologi
  • Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!
  • Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak
  • Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez
  • Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya
  • Mengenal RTX AI PC: Senjata Rahasia Mahasiswa & Pekerja Modern
  • Waspada Agen AI Liar: Peringatan Keras PM Singapura Lawrence Wong
  • Home Charging vs SPKLU: Mana yang Lebih Ramah di Kantong?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Macan Kumbang Masuk Pekarangan Warga, Diduga Turun Gunung Karena Alasan Ini
Hobi

Macan Kumbang Masuk Pekarangan Warga, Diduga Turun Gunung Karena Alasan Ini

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 August 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kejadian Macan Kumbang Masuk ke Pekarangan Warga di Batang

Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Seekor macan kumbang, satwa liar langka dan dilindungi, tampak berkeliaran di pekarangan rumah warga pada Rabu (12/8/2026). Kejadian ini mengundang perhatian masyarakat setempat dan instansi terkait.

Macan kumbang adalah salah satu spesies kucing besar yang hidup di hutan hujan tropis hingga pegunungan. Spesies ini ditemukan di wilayah seperti Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan lereng Gunung Prau. Varian hitam dari macan tutul Jawa ini memiliki status kritis dan masuk dalam daftar merah IUCN karena penyusutan habitat dan perburuan liar. Oleh karena itu, satwa ini sangat dilindungi oleh pemerintah.

Pada hari kejadian, Turyono (60), pemilik rumah yang menjadi tempat macan kumbang berkeliaran, mengungkapkan awal mula kejadian. Saat itu, salah satu anggota keluarganya melihat hewan yang disangka kucing di belakang rumah. Namun, saat dicek lebih dekat, hewan tersebut memiliki ekor yang panjang, sehingga membuat Turyono kaget karena ternyata bukan kucing biasa, melainkan macan kumbang.

Turyono mencoba untuk mengusir hewan tersebut, namun justru hewan itu hampir menyerangnya. Masyarakat sekitar pun merasa takut dan memilih untuk mencari bantuan. Seorang warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Proses Evakuasi yang Menantang

Tim gabungan dari BKSDA Jawa Tengah, Taman Safari Beach Batang, dokter hewan, Damkar, BPBD Kabupaten Batang, kepolisian, Polhut, serta jajaran Muspika Kecamatan Bawang segera tiba di lokasi. Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Untuk menaklukkan satwa liar tersebut, tim harus menggunakan bius.

Selain itu, Turyono juga mengungkap bahwa macan kumbang tersebut sempat memangsa ayam-ayam peliharaannya. Total ada tujuh ekor ayam yang dimangsa, dengan lima di antaranya habis tak bersisa.

Setelah beberapa jam, macan kumbang berhasil dievakuasi dan tengah diobservasi serta dititipkan di Batang Dolphin Center (Safari Beach Jateng).

Alasan Macan Kumbang Turun ke Permukiman

Mengapa macan kumbang bisa masuk ke permukiman warga? BKSDA memberikan penjelasan terkait hal ini. Kepala BKSDA Jawa Tengah, Diah Sulistyari, menjelaskan bahwa kondisi macan kumbang usai diobservasi menunjukkan bahwa hewan tersebut dalam kondisi pincang dan diduga tidak bisa berburu secara normal.

“Kondisinya pincang menjadikan satwa tersebut tidak bisa berburu secara normal,” ujar Diah. Selain itu, berat tubuh macan kumbang tersebut juga tidak ideal dan cenderung kurus, diperkirakan hanya sekitar 25 kilogram.

Luka di kaki kanan depan macan kumbang diduga membuat hewan tersebut kesulitan untuk berburu makanan di hutan. Hal inilah yang diduga menjadi alasan masuk ke permukiman warga.

Meski begitu, kondisi ini masih menjadi dugaan awal terkait alasan macan kumbang turun gunung dan masuk ke permukiman. Diah menegaskan bahwa satwa liar tersebut masih harus diobservasi lebih lanjut oleh dokter hewan.

Lebih lanjut, Diah menjelaskan bahwa macan kumbang bisa mencari makanan lebih jauh dari habitatnya pada musim kemarau. Hal ini lantaran mereka biasanya kesulitan mencari sumber pakan yang berkurang di habitatnya sehingga berpotensi memasuki permukiman warga.

BKSDA pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan mengenai hal ini. Warga juga diminta untuk memperkuat kandang hewan ternak mereka agar aman dari serangan hewan buas.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

31 August 2026

Shopee Rayakan 9.9 Super Shopping Day Bersama Naykilla dan Tenxi

31 August 2026

Komentar deras! Iklan Shopee bersama Naykilla & Tenxi jadi sorotan netizen

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

6 cara tetap tenang saat menghadapi masa-masa mencemaskan menurut psikologi

14 October 2026

Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!

14 October 2026

Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak

14 October 2026

Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez

14 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?