Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Monday, 19 October 2026
Trending
  • Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan
  • Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus
  • Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI
  • Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen
  • Apakah mobil hybrid perlu di cas? Ini jawaban dan fakta lengkapnya!
  • Prediksi skor LASK Linz vs Liverpool: The Reds siap pesta gol di Raiffeisen Arena!
  • Duel argumen: Ahmad Doli Kurnia dan Hasyim Asy’ari terkait pasal selundupan PKPU
  • Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Daerah»5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
Daerah

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 July 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Genre film superhero memang identik dengan pendapatan fantastis di box office. Namun, tidak semua film yang diangkat dari komik berhasil memenuhi ekspektasi. Beberapa di antaranya justru menjadi kegagalan besar meski dibintangi aktor papan atas, memiliki anggaran ratusan juta dolar, dan dipromosikan secara besar-besaran.

Menariknya, ada film-film yang kini dikenang sebagai box office flop, tetapi masih mampu meraih pendapatan pembukaan yang lebih tinggi daripada Supergirl. Film Supergirl garapan Craig Gillespie memulai penayangannya dengan pendapatan sekitar 68 juta dolar ASĀ  atau sekitar Rp1,1 triliun secara global.

Angka tersebut tergolong mengecewakan jika dibandingkan dengan biaya produksinya yang mencapai 175 juta dolar AS (Rp2,8 triliun). Bahkan, beberapa film superhero yang akhirnya merugi besar ternyata masih mampu mencatat opening weekend yang jauh lebih kuat. Berikut lima di antaranya.

1. Morbius (2022)

Sony Pictures berharap Morbius bisa mengikuti kesuksesan Venom dan memperluas semesta karakter Spider-Man. Dibintangi Jared Leto sebagai ilmuwan Michael Morbius yang berubah menjadi vampir, film ini sempat menarik perhatian karena konsep antihero yang cukup unik. Sayangnya, pandemi membuat jadwal rilis terus tertunda sehingga antusiasme penonton perlahan memudar.

Meski kemudian menjadi bahan lelucon di internet karena kualitas ceritanya yang dianggap buruk, Morbius tetap membuka penayangannya dengan pendapatan sekitar 84 juta dolar AS atau sekitar Rp1,37 triliun di seluruh dunia. Pada akhirnya film tersebut hanya mengumpulkan sekitar 167,5 juta dolar AS atau sebesar Rp2,73 triliun secara global, jumlah yang belum cukup menutup biaya produksi dan pemasaran.

2. The Marvels (2023)

Setelah Captain Marvel meraih sukses besar, Marvel Studios mencoba menyatukan Carol Danvers, Monica Rambeau, dan Kamala Khan dalam The Marvels. Film yang disutradarai Nia DaCosta ini diharapkan menjadi petualangan kosmik yang mampu menghidupkan kembali antusiasme penonton terhadap Marvel Cinematic Universe.

Namun, berbagai laporan mengenai proses produksi yang bermasalah dan promosi yang kurang maksimal membuat ekspektasi publik tidak setinggi film-film MCU sebelumnya. Walaupun akhirnya dikenal sebagai salah satu kegagalan terbesar Marvel, The Marvels masih berhasil meraih 110 juta dolar AS (Rp1,8 triliun) pada pekan pertamanya di seluruh dunia.

Sayangnya, pendapatan film itu berhenti di angka sekitar 206 juta dolar AS (Rp3,36 triliun), jauh dari biaya produksi yang diperkirakan mencapai 270 juta dolar AS (Rp4,4 triliun). Penurunan pendapatannya yang sangat tajam membuat Disney bahkan menghentikan publikasi laporan box office harian ketika film tersebut masih diputar di bioskop.

3. The Flash (2023)

Warner Bros. mempromosikan The Flash sebagai salah satu film superhero terbaik yang pernah dibuat. Kehadiran kembali Michael Keaton sebagai Batman menjadi daya tarik utama, ditambah konsep multiverse yang saat itu sedang populer. Akan tetapi, film ini mengalami berkali-kali penundaan akibat pandemi hingga kontroversi yang melibatkan pemeran utamanya, Ezra Miller.

Terlepas dari semua masalah tersebut, The Flash tetap mencatat opening weekend global sebesar 130 juta dolar AS (Rp2,12 triliun). Namun, antusiasme itu tidak bertahan lama. Efek visual yang banyak dikritik serta cerita yang dianggap berantakan membuat penonton enggan merekomendasikannya.

Film ini akhirnya hanya meraih sekitar 271 juta dolar AS (Rp4,42 triliun) secara global, angka yang belum mampu menutupi biaya produksi sekitar 200 juta dolar AS (Rp3,26 triliun) ditambah biaya pemasaran yang sangat besar.

4. Black Adam (2022)

Dwayne Johnson menghabiskan waktu bertahun-tahun memperjuangkan Black Adam agar bisa hadir di layar lebar. Ia bahkan berulang kali menyatakan bahwa film ini akan mengubah hierarki kekuatan di dunia DC. Dengan efek visual spektakuler dan kemunculan berbagai karakter baru, film tersebut sempat menciptakan rasa penasaran cukup tinggi di kalangan penggemar superhero.

Hasilnya terlihat pada pekan pertama ketika Black Adam mengumpulkan sekitar 140 juta dolar AS (Rp2,28 triliun) di box office global. Sayangnya, respons penonton tidak sebaik yang diharapkan. Ceritanya dianggap terlalu datar dan kurang memberikan pengalaman yang berkesan sehingga pendapatannya terus menurun.

Meski total akhirnya mencapai sekitar 393 juta dolar AS (sekitar Rp6,41 triliun), angka tersebut masih belum cukup untuk menutup biaya produksi dan pemasaran yang sangat besar.

5. Dark Phoenix (2019)

Kisah Dark Phoenix sebenarnya pernah diangkat dalam X-Men: The Last Stand, tetapi 20th Century Fox memutuskan mengadaptasinya kembali dengan Sophie Turner sebagai Jean Grey. Harapannya, film ini bisa menjadi penutup yang megah bagi waralaba X-Men sebelum hak karakter tersebut berpindah ke Disney.

Namun, proses produksinya dipenuhi berbagai kendala, termasuk perubahan besar pada adegan klimaks melalui syuting ulang. Meski kemudian gagal memenuhi ekspektasi, nama besar X-Men tetap mampu membawa Dark Phoenix meraih sekitar 140 juta dolar AS (Rp2,28 triliun) pada akhir pekan pembukaannya di seluruh dunia.

Setelah itu, pendapatannya anjlok drastis akibat ulasan negatif dan promosi yang kurang meyakinkan. Film ini akhirnya hanya menghasilkan sekitar 252 juta dolar AS (Rp4,11 triliun) secara global, jauh dari biaya produksinya yang mencapai 200 juta dolar AS (Rp3,26 triliun), sekaligus menjadi penutup yang pahit bagi era X-Men versi Fox.

Pendapatan besar pada akhir pekan pertama ternyata tidak selalu menjamin kesuksesan sebuah film superhero. Menurutmu, dari kelima film superhero flop di atas, mana yang sebenarnya masih layak mendapat kesempatan kedua?

5 Penyebab Supergirl Melempem di Box Office, Sudah Nonton? 5 Perbedaan Film Supergirl dan Komik Supergirl: Woman of Tomorrow Kenapa Supergirl Mendapatkan Ulasan Negatif?

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan

18 October 2026

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI

18 October 2026

Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen

18 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?